Benarkah Go-Jek Adalah Perusahaan Jasa Transportasi?

Saat terjadi demo dan perselisihan antara pemain transportasi konvensional dengan Go-Jek, secara teori ini menjadi salah alamat, walaupun secara praktek tergerusnya pendapatan pemain transportasi konvensional sangat nyata dirasakan oleh mereka.

Go-Jek, perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim, memang bukanlah perusahaan transportasi. Mereka adalah perusahaan berbasis aplikasi yang bisa di kategorikan sebagai E-commerce marketplace. Secara sederhana, marketplace merupakan wadah yang mempertemukan pedagang dengan pembeli secara online.

Begitupula dengan Go-Jek yang menyelenggarakan wadah berbentuk aplikasi untuk mempertemukan antara pengojek dengan penumpang. Tetapi karena marketplace Go-Jek ini tampak tidak umum seperti Tokopedia, Bukalapak dan sebagainya, maka banyak yang menafsirkan Go-Jek sebagai perusahaan transportasi.

Go-Jek memang tidak sama dengan bentuk e-commerce marketplace yang kita kenal. Pertama adalah karena Go-Jek bukan memberikan wadah untuk para pedagang tetapi para pengojek, kedua adalah tidak menggunakan platform desktop karena memang tidak mungkin dilakukan, mereka memiliki website hanya untuk kebutuhan menjelaskan perusahaan mereka. Ketiga Go-Jek juga harus menyeleksi para pengojek untuk masalah keselamatan dan kenyamanan penumpangnya sehingga sering juga ditafsirkan para pengojek sebagai proses rekruitmen sebagai karyawan. Keempat para pengojek pun harus membagi penghasilannya dengan Go-Jek dan sebagainya.

 

Nama Go-Jek Sudah Tidak Relevan

Setelah sukses mempertemukan pengojek dengan penumpang, Go-Jekpun mengembangkan aplikasinya untuk mempertemukan antara dua pihak yang saling membutuhkan. Yaitu konsumen dengan kurir, yang juga adalah pengojek melalui Go-Send, konsumen dengan pemilik mobil box melalui Go-Box bahkan bukan hanya yang memiliki roda, tetapi juga telah mempertemukan konsumen dengan pengusaha kuliner, retail, pemijat hingga tukang bersih-bersih melalui Go-Food, Go-Mart, Go-Massage, Go-Clean dan sebagainya bahkan keurusan pembayaran dan pemesanan tiket.

Saat mempertemukan itu, pastinya bisa terjadi gesekan dengan pemain konvensional, hanya bedanya kini para pemain konvensional di bidang selain transportasi rupanya sudah semakin mengenal DNA Go Jek.

Jika dilihat secara fisik, masyarakat memang lebih sering merivalkan Go-Jek dengan Grab setelah Uber angkat koper, tetapi secara layanan Go-Jek terlihat agresif bertransformasi menjadi marketplace gaya baru yang sudah memiliki kekuatan logistik sendiri. Sehingga kedepannya bukan tidak mungkin yang menjadi rivalnya adalah marketplace seperti Lazada, tokopedia, bukalapak dan sebagainya.

Kita tunggu langkah kuda catur Nadiem Makarim selanjutnya, mungkin nama Go-Jek juga harus di hilangkan belakangnya, karena "GojekTak Sekedar Ojek",

 

 

TRENDINGBISNIS 
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia 


Podcast - Mengenal Jenis E Commerce

 

Top 10 Trending
Website

APRIL 2019

   
    IDN Rank
1 Tribunnews 2
2 Detik 4
3 Okezone 5
4 Tokopedia 6
5 Bukalapak 7
6 Sindonews 8
7 Kompas 9
8 Liputan6 11
9 Grid 13
10 Kumparan 15

 Sumber data Alexa

 

 

Top 10 Trending
Youtube Channel 

APRIL 2019

 

    Subscriber
1 Atta Halilintar 13,712,408
2 Ria Ricis 12,200,969
3 Calon Sarjana 8,688,391
4 GEN HALILINTAR 8,265,980
5 Rans Entertaiment 6,552,572
6 RadityaDika 6,524,959
7 Indosiar 6,334,429
8 The Shiny Peanut 6,104,781
9 TRANS7 OFFICIAL 5,741,184
10 YtCrash 5,659,114

 Sumber data Socialblade 

 

 

Top 10 Trending
Instagram Account

APRIL 2019

   
    Followers
1 ayutingting92 31.5M
2 raffinagita1717 29.5M
3 prillylatuconsina96 27.7M
4 princessyahrini 27.4M
5 laudyacynthiabella 25.7M
6 gisel_la 20.6M
7 raisa6690   20.5M
8 lunamaya  19.5M
9 jokowi 18.4M
10 inijedar 17.6M

Sumber data hypeauditor