Sharing Economy merupakan kegiatan bisnis mempertemukan demand atau pasar dengan supply atau pemilik aset-aset menganggur, seperti barang, uang, atau keahlian dalam suatu platform untuk mendapatkan keuntungan

Sharing Economy merupakan kegiatan bisnis mempertemukan demand atau pasar dengan supply atau pemilik aset-aset menganggur, seperti barang, uang, atau keahlian dalam suatu platform untuk mendapatkan keuntungan

Sharing Economy atau Collaborative Consumption?

Istilah ‘sharing economy’ terlanjur populer, tetapi penyebutan ‘sharing economy’ untuk kegiatan yang telah dijelaskan tadi sebenarnya ditolak oleh beberapa ahli.

Menurut Giana M. Eckhardt dan Fleura Bardhi dalam sebuah artikel di Harvard Business Review, ‘sharing economy’ adalah istilah yang keliru. Ia mengatakan, saat sebuah perusahaan menjadi perantara antara supply dan demand, lalu konsumen harus membayar, maka itu bukanlah kegiatan sharing (berbagi), istilah yang tepat untuk kegiatan tersebut adalah ‘access economy’.

Michael Bauwens, pencetus teori peer to peer (P2P), mengatakan istilah ‘sharing economy’ sering disematkan pada perusahaan yang tidak tepat, misalnya pada Uber. Menurutnya ‘sharing economy’ seharusnya tidak menempatkan partner berbaginya seolah memiliki struktur hierarki top-down, kenyataannya Uber mengendalikan partner berbaginya bahkan menentukan tingkat pendapatan mereka.

Majalah Time pada tahun 2011 menjelaskan konsep ‘sharing economy’ dengan istilah ‘collaborative consumption’, meminjam istilah yang dibuat Marcus Felson dan Joe L. Spaeth dalam makalah mereka ‘Struktur Komunitas dan Konsumsi Kolaboratif’ tahun 1978.

Boleh disimpulkan sebenarnya masalah penolakan istilah sharing economy adalah karena kata ‘sharing’ dianggap tidak cocok untuk kegiatan bisnis atau lebih cocok untuk kegiatan sosial atau CSR (Corporate Social Responsibility). Atau karena kata-kata ‘sharing economy’ menimbulkan kesan bahwa ini adalah kegiatan membuat perusahaan bersama-sama yang keuntungannya akan dibagi bersama-sama, seperti halnya koperasi. Kenyataannya perusahaan cuma dimiliki oleh pihak pemilik platform saja, sedangkan pihak yang meminjamkan aset akan tetap menjadi pihak luar dan hanya mendapat keuntungan jika aset mereka terpakai oleh konsumen.

Di Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, guru besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, tampaknya tidak mempersoalkan perbedaan pendapat soal bahasa dalam istilah ‘sharing economy’ saat menjelaskan model bisnis baru yang fenomenal ini, ia pernah mengatakan, “hari ini kita bergerak dari model owning economy ke arah sharing economy”.

Kita juga akan menggunakan istilah ‘sharing economy’ karena lebih populer. Yang jelas saat ini ada sebuah model bisnis baru yang menjungkir-balikkan bisnis gaya kapitalisme.

Dalam pandangan kapitalisme pengusaha harus menguasai perangkat modal karena keuntungan usaha itu sepenuhnya merupakan hak pemilik modal. Sebaliknya dalam sharing economy, modal bisa diraih dengan bekerja sama, yaitu mengumpulkan pihak-pihak lain yang punya aset menganggur.

Airbnb dapat menyewakan tempat penginapan tanpa memiliki rumah, Gojek menawarkan jasa transportasi tanpa memiliki kendaraan, Tokopedia memiliki pasar hanya dengan menampung para pedagang tanpa membuat bangunan pasar, Ethiscrowd membangun properti dengan mengumpulkan pemodal online, dan sebagainya.

Kenapa para pemilik aset tersebut mau? Karena tanpa Airbnb, rumah-rumah kosong itu tidak menghasilkan uang. Tanpa Gojek, para pengojek kehabisan waktu menunggu di pangkalan. Tanpa Tokopedia, para pedagang kecil tidak punya modal menyewa tempat berdagang. Tanpa Ethiscrowd, para pemodal tidak tahu mau investasi kemana, dan sebagainya.

 

baca juga Penjelasan Lengkap Tentang E CommercePenjelasan Lengkap Tentang Startup

Trendingbisnis.com - Media Bisnis Online

 


Temukan di Google Play Book Novel Romantis & Religius

Al Kahfi Land - Menyusuri Waktu 

Temukan di Google Play Book Buku Penting Untuk Semua Pebisnis

Era Bisnis Online - Anak Muda vs Raksasa Bisnis

Temukan di Google Play Book Novel Romantis & Religius

Al Kahfi Land - Dua Sisi 2040 

Media Islam Inspiratif

Sajadalife.com