Media Online secara sederhana adalah media yang tersaji melalui internet. Pertanyaan menariknya, siapa atau apa saja yang boleh disebut media dalam dunia online? Apakah Youtube adalah media? Apakah media sosial juga adalah media? Dan apakah pemilik channel Youtube, pemilik blog dan pemilik account media sosial juga bisa disebut media? Kita akan uraikan satu-persatu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi.

 

Stasiun TV merupakan bisnis yang diminati oleh para pengusaha raksasa, khususnya TV swasta dengan jangkauan siar nasional. Secara bisnis sebenarnya keuntungan dari industri Stasiun TV swasta ini hanya dinikmati oleh segelintir TV yang mampu berada pada peringkat-peringkat teratas dalam perolehan penonton, selebihnya bisnis ini hanya membakar uang untuk menutupi biaya operasionalnya yang tinggi. Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Chaerul Tanjung dihadapan para karyawannya usai mengakuisisi TV7. Tak heran jika kepemilikan TV walaupun dipegang oleh para pengusaha raksasa tetapi ternyata tidak banyak yang mampu bertahan untuk terus memilikinya.

 

Banyak orang yang memiliki hobi menulis mulai dari sekelumit halaman artikel hingga setebal halaman buku, sayangnya pada saat era keemasan media cetak, tidak semua orang yang hobi menulis mudah untuk mempublikasikan tulisannya, yaitu dimuat media cetak atau diterbitkan dalam bentuk buku. Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa karena kualitas tulisan, kesalahan teknis penulisan atau karena dianggap tidak punya nilai jual di pasar.

 

Walau Youtube TV telah hadir sejak tahun 2017, tapi kehadirannya belum terlalu booming seperti platform berbagi video Youtube.com. Penyebabnya adalah layanan ini hingga saat ini (tahun 2019) hanya bisa diakses di Amerika Serikat. Kita sebagai penonton TV di Indonesia, hanya bisa mengintip untuk sekedar mencari tahu di tv.youtube.com.

 

Situs penyelenggara video terbesar di dunia secara mengejutkan tidak dapat diakses pagi ini di berbagai belahan dunia. Untungnya hilangnya Youtube hanya sebentar saja. Setelah berbagai media luar dan dalam negeri memberitakan hilangnya Youtube, tak lama kemudian Youtube kembali hadir. 

 

Tidak sama dengan radio, podcast adalah konten audio on demand, yaitu konten yang bisa kita pilih, kita ulang, kita lewati dan mendengarkan berulang kembali sebagaimana platform video on demand milik Youtube, bedanya podcast hanya menyajikan suara.

Platform audio on demand podcast memiliki kelebihan sebagaimana radio, yaitu penikmatnya bisa menikmati konten sambil melakukan pekerjaan lain yang membutuhkan perhatian penuh.

 

Menurut riset Nielsen, di Tahun 2017, secara gross, pertumbuhan belanja iklan media (televisi, cetak, dan radio) tetap tumbuh, yaitu naik 8% atau senilai Rp 145 triliun. Namun, jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai angka pertumbuhan 20%, angka tadi merupakan penurunan.

Temukan di Google Play Book Buku Penting Untuk Semua Pebisnis

Era Bisnis Online - Anak Muda vs Raksasa Bisnis

Temukan di Google Play Book Novel Romantis & Religius

Al Kahfi Land - Menyusuri Waktu 

Temukan di Google Play Book Novel Romantis & Religius

Al Kahfi Land - Dua Sisi 2040