Indonesia Negara Agraris?

Indonesia adalah negara agraris. Terbentang luas dengan posisi yang menyusuri garis khatulistiwa menyebabkan tanah di Indonesia ramah cuaca untuk ditanami. Hal ini pula yang mengundang penjajahan dari negara-negara di Eropa untuk menguasai tanah Indonesia yang subur di masa lalu. Demikian lah yang sering kita dengar saat di bangku sekolah.

Tetapi masih tepatkah penyebutan negara agraris pada Indonesia saat kita justru lebih sering mengimport kebutuhan agraris untuk masyarakat dari negara agraris ini? Tingginya harga produk agraris domestik bahkan membuat kita tidak mampu bersaing dengan produk agraris pasar global seperti Thailand, Vietnam, Cina, India, Australia, dan sebagainya.

Penyebab utamanya adalah wilayah pedesaan yang menjadi tulang punggung kegiatan agraris merupakan sarang kemiskinan. Berdasarkan laporan World Bank, mayoritas orang miskin tinggal di pedesaan dan data BPS bahwa angka kemiskinan di pedesaan sebesar 13,93 persen. Angka tersebut Lebih besar dibandingkan angka kemiskinan di perkotaan sebesar 7,72 persen (per Maret 2017).

Dengan ironi suburnya angka kemiskinan di kawasan pedesaan yang memiliki tanah yang subur, maka membuat profesi petani semakin ditinggalkan lalu mereka pun menjajal profesi lainnya di kota-kota besar. Jumlah petani Indonesia berkurang sebanyak 5 juta orang dalam 10 tahun, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017.

Masalah lainnya adalah tengkulak. para petani yang bekerja sangat keras ini hanya mendapat keuntungan yang sangat sedikit, penyebabnya adalah para tengkulak lah yang punya bargaining position tinggi karena mereka yang mengenal dan berhadapan dengan pasar.

 

Memutus Mata Rantai Panjang Distribusi

Untuk itu sangat dibutuhkan pemecah rantai panjang distribusi dari petani menuju konsumen. Hal ini lah yang mendorong para startup e-commerce untuk membantu petani dalam mengenal dan berhubungan langsung dengan pasar. Pemerintah pun mendukung penuh hal tersebut dengan meresmikan sistem pemasaran produk pertanian dengan cara online.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pengembangan sarana dan prasarana teknologi informasi ini dilakukan untuk memangkas rantai distribusi hasil produksi dari petani kepada konsumen.

Dukungan ini melibatkan tiga kementerian, yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.


Siapa Saja Starup E-commerce Yang Tampil di Sektor Agraris?

 

1. LimaKilo

Perusahaan yang terbentuk dari salah satu tim yang tergabung dalam komunitas Code4Nation ini membantu petani di Indonesia menjual komoditinya dengan lebih baik. LimaKilo berharap agar masyarakat bisa membeli komoditas pangan langsung dari petani.

 


2. TaniHub

Perusahaan B2B (Business to Business) semua jenis komoditas pertanian - Buah, Sayur, Unggas, Perikanan, Peternakan. Dibuat untuk mengatasi permasalahan rantai pasokan dan distribusi hasil pertanian.

Melalui teknologi, TaniHub menghubungkan petani dengan pasar untuk memungkinkan petani menjual produk pertanian dengan harga yang adil dan kuantitas yang berkelanjutan.Dengan dukungan dari TaniXpress, armada pengiriman produk segar milik TaniHub, TaniHub memperluas jangkauan untuk menjangkau UMKM, Restoran, Reseller, dan pengguna akhir.

 


3. iGrow

Perusahaan yang membuat platform untuk membantu petani lokal, lahan yang belum optimal diberdayakan, dan para investor penanaman untuk menghasilkan produk pertanian organik berkualitas tinggi.

Sampai saat ini hanya dengan pasar Indonesia, iGrow telah berhasil mempekerjakan 2200 lebih petani di 1197 hektar lebih lahan dan memperoleh lebih dari 500 ton panen kacang tanah yang baik dan berkualitas. Tidak hanya itu, iGrow juga telah menjadi sumber pendapatan bagi para petani, pemilik lahan, dan investor penanaman.

 

4. Agromaret

Komunitas dan Online Marketplace yang berfokus pada sektor pertanian dan telah beroperasi sejak tahun 2009. Agromaret hadir dengan tujuan untuk mengurangi dominansi pasar bagi sekelompok orang, menciptakan peluang pasar yang seluas-luasnya bagi para petani,menjadi sentra informasi dibidang pertanian, dll.

Selama perjalanannya, Agromaret telah banyak memberikan dampak positif baik bagi petani maupun masyarakat umum di seluruh Indonesia. Diantaranya adalah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi para petani untuk memasarkan produknya langsung ke tangan konsumen, memperoleh komoditi pertanian langsung dari petani, serta membentuk jaringan dan link kerjasama yang seluas-luasnya di sektor pertanian.

 

5. Kecipir

Social enterprise untuk mewujudkan produksi, distribusi dan konsumsi pertanian secara lebih berkeadilan dan ramah lingkungan. Kecipir ingin menjadikan sayuran organik itu menjadi "sayuran biasa" dimana dari sisi harga dapat bersaing, dari sisi pasokan dapat diandalkan dan dari sisi konsumsi lebih sehat.

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia

 

 


Podcast - Mengenal Jenis E Commerce

 

Top 10 Trending
Website

APRIL 2019

   
    IDN Rank
1 Tribunnews 2
2 Detik 4
3 Okezone 5
4 Tokopedia 6
5 Bukalapak 7
6 Sindonews 8
7 Kompas 9
8 Liputan6 11
9 Grid 13
10 Kumparan 15

 Sumber data Alexa

 

 

Top 10 Trending
Youtube Channel 

APRIL 2019

 

    Subscriber
1 Atta Halilintar 13,712,408
2 Ria Ricis 12,200,969
3 Calon Sarjana 8,688,391
4 GEN HALILINTAR 8,265,980
5 Rans Entertaiment 6,552,572
6 RadityaDika 6,524,959
7 Indosiar 6,334,429
8 The Shiny Peanut 6,104,781
9 TRANS7 OFFICIAL 5,741,184
10 YtCrash 5,659,114

 Sumber data Socialblade 

 

 

Top 10 Trending
Instagram Account

APRIL 2019

   
    Followers
1 ayutingting92 31.5M
2 raffinagita1717 29.5M
3 prillylatuconsina96 27.7M
4 princessyahrini 27.4M
5 laudyacynthiabella 25.7M
6 gisel_la 20.6M
7 raisa6690   20.5M
8 lunamaya  19.5M
9 jokowi 18.4M
10 inijedar 17.6M

Sumber data hypeauditor