Saat ini Go-Jek tengah mempersiapkan diri untuk keluar kandang memasuki pasar Asia Tenggara. Rencananya Go-Jek akan hadir di Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina.

Untuk itu Go-Jek terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan di negara-negara tersebut untuk memastikan kesiapan operasionalnya, dimana Go-jek meyakinkan mereka bahwa manfaat teknologi dari Go-jek akan memberikan dampak luas bagi semua kalangan, yaitu untuk konsumen yang menginginkan layanan yang cepat dan kompetitif dan mitra pengemudi yang mencari penghasilan tambahan

Agar bisa diterima secara positif oleh pasar di negara-negara yang dituju, Go-jek sedang mempelajari karakteristik masing-masing negara, membangun identitas yang cocok dengan selera lokal, juga nantinya akan dijalankan oleh tenaga lokal yang bertalenta serta punya visi yang sama dengan Go-jek.

Pemahaman dan komitmen Go-jek yang mendalam kepada pasar Indonesia lah yang telah membuat Go-jek, sebagai perusahaan unicorn ini bisa menjadi pemimpin pasar di Indonesia. Untuk itu Go-jek merasa harus benar-benar memahami pasar di negara-negara tersebut.

Tidak main-main, Go-jek akan menggelontorkan US$500 juta untuk mendanai ekspansi ini, dengan langkah awal menghadirkan layanan ride-hailing, kemudian akan dilanjutkan ke layanan on-demand lainnya, sebagaimana jurus yang telah sukses dimainkan di Indonesia.

Tentunya dengan suntikan dari investor raksasa dibelakang Go-jek, yaitu Astra, Google, Tencent, JD.COM, Meituan dan sebagainya, maka langkah besar yang sudah lama direncanakan ini akan dapat segera terwujud.

Langkah Go-jek ini pun mendapat apresiasi dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara,
”Tentu senang dan bangga. Sebagai unicorn Indonesia yang produknya unik, GO-JEK pandai melihat pasar kota-kota besar di ASEAN yang mempunyai karakteristik seperti Jakarta.”

Go-jek memang pemimpin pasar dibidangnya. Prestasinya ini membuktikan sekaligus menginspirasi bahwa Indonesia mampu menjadi pemain utama, bukan sekedar menjadi penonton atau target pasar, apalagi jika langkah ekspansinya nanti berhasil, tentunya akan merangsang para starup untuk juga menjadi pemain utama di negeri sendiri kemudian menjadi pemain kuat di pasar global. 

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia


Podcast - Mengenal Jenis E Commerce

 

Top 10 Trending
Website

APRIL 2019

   
    IDN Rank
1 Tribunnews 2
2 Detik 4
3 Okezone 5
4 Tokopedia 6
5 Bukalapak 7
6 Sindonews 8
7 Kompas 9
8 Liputan6 11
9 Grid 13
10 Kumparan 15

 Sumber data Alexa

 

 

Top 10 Trending
Youtube Channel 

APRIL 2019

 

    Subscriber
1 Atta Halilintar 13,712,408
2 Ria Ricis 12,200,969
3 Calon Sarjana 8,688,391
4 GEN HALILINTAR 8,265,980
5 Rans Entertaiment 6,552,572
6 RadityaDika 6,524,959
7 Indosiar 6,334,429
8 The Shiny Peanut 6,104,781
9 TRANS7 OFFICIAL 5,741,184
10 YtCrash 5,659,114

 Sumber data Socialblade 

 

 

Top 10 Trending
Instagram Account

APRIL 2019

   
    Followers
1 ayutingting92 31.5M
2 raffinagita1717 29.5M
3 prillylatuconsina96 27.7M
4 princessyahrini 27.4M
5 laudyacynthiabella 25.7M
6 gisel_la 20.6M
7 raisa6690   20.5M
8 lunamaya  19.5M
9 jokowi 18.4M
10 inijedar 17.6M

Sumber data hypeauditor