JD sebagai saingan Alibaba Group dalam menguasai pasar e-commerce global, yang sama-sama berasal dari negeri tirai bambu, China, tentunya tidak tinggal diam membiarkan rivalnya menari-nari di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.  Karena Indonesia pastinya adalah pasar yang sangat bagus dan menjanjikan.


JD.ID hadir Sebagai E-commerce B2C

Berbeda dengan jurus Alibaba Group yang masuk ke Indonesia dengan menyuntik dana ke sejumlah e-commerce mapan seperti Lazada dan Tokopedia, JD justru lebih fokus terhadap benderanya sendiri, yaitu JD.ID.

JD.ID juga tidak masuk sebagai e-commerce marketplace C2C (Business-to-Consumer). Sekitar 90% produk yang mereka tawarkan, adalah produk milik mereka sendiri, sehingga mereka dapat dikategorikan e-commerce yang berbentuk mainstream platform B2C (Business-to-Consumer). Barulah sisanya yang sekitar 10% di isi oleh para merchant yang bekerja sama dengan mereka, sebagaimana Lazada yang menjalankan kedua pola C2C dan B2B dengan proporsi yang lebih besar ke B2C.

(Baca : Mengenal E-Commerce dan Jenisnya di Indonesia)

Karena rak-rak dagang diisi oleh sebagian besar produk sendiri, maka JD.ID pun dengan gagah meluncurkan jargon iklan "Kena Tipu Barang Palsu". Strategi jitu jargon iklan tersebut memang merupakan kendala umum e-commerce marketplace C2C, dimana mereka hanya dapat melakukan pengawasan terhadap masalah pembayaran dan pengiriman, sementara masalah kualitas produk, seluruhnya diserahkan kepada pedagang yang menjajakan dagangannya pada e-commerce mereka.

Jargon iklan "Kena Tipu Barang Palsu"

 

Tetapi di sisi lain, dengan model bisnis B2C tersebut tentunya membuat jumlah produk yang mereka miliki menjadi lebih sedikit dibanding e-commerce marketplace C2C seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan sebagainya.

Zhang Li, Presiden Direktur JD.ID, mengatakan bahwa "Kami sendiri lebih fokus pada model bisnis B2C, karena kami ingin menjadi e-commerce yang dipercaya oleh masyarakat."

Zhang Li, Presiden Direktur JD.ID

 


JD.ID Membangun Logistik dan Banyak Gudang di Berbagai Tempat

Untuk mengatasi masalah kecepatan dalam pengiriman barang, JD.ID membangun banyak gudang diberbagai tempat, seperti di Jakarta, Surabaya, Pontianak, dan Medan. Dan saat ini, JD.ID sedang membangun sebuah gudang baru di Makassar.

Tidak tanggung-tanggung, saat ini JD.ID telah memiliki 1.400 karyawan, 1.100 orang bekerja untuk mengelola gudang dan layanan logistik yamg telah mereka bangun, yaitu J-Express.

Untuk memangkas biaya, JD.ID menyediakan layanan logistik dan gudang mereka untuk digunakan oleh para pemain e-commerce lain.

Zhang Li, Presiden Direktur JD.ID, mengatakan bahwa "Pengantaran barang dengan cepat mustahil dilakukan apabila gudang kami berjarak sangat jauh dari alamat tujuan. Itulah mengapa kami memutuskan untuk langsung membangun gudang, tanpa menunggu adanya pesanan dari pengguna. Kami percaya bahwa bila kami menghadirkan layanan yang baik, pengguna akan datang dengan sendirinya."

JD.ID Membangun Gudang di Berbagai Wilayah


JD.ID Akan Berkembang Secara Bertahap

Sebagaimana para pemain E-commerce lain yang tidak hanya menjual barang, JD.ID juga akan menghadirkan berbagai macam kebutuhan masyarakat. JD.ID juga akan menawarkan produk digital seperti pemesanan tiket pesawat, tiket bioskop, tiket masuk lokasi wisata, pulsa seluler dan sebagainya secara bertahap.

Yang menarik adalah JD.ID juga meluncurkan layanan bernama JD Flight, layanan pembelian tiket pesawat. Dimana dalam hal ini JD.ID telah bekerjasama dengan Traveloka dan mengintegrasikan layanan mereka dengan Go-Jek, yang kabarnya keduanya pun telah mendapat suntikan dana dari JD.ID.

 

 

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia

 


Podcast - Mengenal Jenis E Commerce

 

Top 10 Trending
Website

APRIL 2019

   
    IDN Rank
1 Tribunnews 2
2 Detik 4
3 Okezone 5
4 Tokopedia 6
5 Bukalapak 7
6 Sindonews 8
7 Kompas 9
8 Liputan6 11
9 Grid 13
10 Kumparan 15

 Sumber data Alexa

 

 

Top 10 Trending
Youtube Channel 

APRIL 2019

 

    Subscriber
1 Atta Halilintar 13,712,408
2 Ria Ricis 12,200,969
3 Calon Sarjana 8,688,391
4 GEN HALILINTAR 8,265,980
5 Rans Entertaiment 6,552,572
6 RadityaDika 6,524,959
7 Indosiar 6,334,429
8 The Shiny Peanut 6,104,781
9 TRANS7 OFFICIAL 5,741,184
10 YtCrash 5,659,114

 Sumber data Socialblade 

 

 

Top 10 Trending
Instagram Account

APRIL 2019

   
    Followers
1 ayutingting92 31.5M
2 raffinagita1717 29.5M
3 prillylatuconsina96 27.7M
4 princessyahrini 27.4M
5 laudyacynthiabella 25.7M
6 gisel_la 20.6M
7 raisa6690   20.5M
8 lunamaya  19.5M
9 jokowi 18.4M
10 inijedar 17.6M

Sumber data hypeauditor