Paytren startup fintech yang didirikan Ustadz Yusuf Masur akhirnya mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Izin ini tertuang pada keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor : KEP 49/D.04/2017 yang menjelaskan bahwa OJK telah menerbitkan izin usaha manajer investasi syariah kepada Paytren Asset Management. Keputusan tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan pada 24 Oktober 2017.

OJK juga telah memberi persetujuan mengenai susunan pemegang saham, susunan permodalan dan susunan pengurus Paytren Asset Management, yaitu Jam'an Nurchotib Mansur (Ustad Yusuf Mansur), Hari Prabowo dan Deddi Nordiawan, dengan komposisi permodalannya, modal dasar Rp 25 miliar dan modal disetor Rp 10 miliar.

Paytren adalah perusahaan penyedia finasial berbasis syariah dan teknologi. Melalui aplikasi Paytren, pengguna aplikasi dapat melakukan berbagai transaksi berbasis internet seperti membayar tagihan, bayar listrik dan beli pulsa dengan mudah.

Paytren memang telah melewati proses panjang, sejak tahun 2013 melalui perusahaan Veritra Sentosa Internasional (treni), Paytren menawarkan dua bentuk transaksi :

1. Mitra Pengguna

Yaitu user hanya sebagai pengguna aplikasi, dengan membayar biaya yang disyaratkan, user mendapat nomor ID kemitraan dan deposit awal. User mendapat fitur-fitur standar seperti pembelian pulsa prabayar dan voucher lainnya.

2. Mitra Pebisnis

Yaitu user selain sebagai pengguna aplikasi dengan fitur yang lebih lengkap, user juga akan mendapat cashback transaksi pribadi dan juga cashback dari perusahaan saat komunitasnya melakukan transaksi, sebagaimana halnya ploa bisnis networking atau multi level marketing (MLM).

Setelah mengantungi izin dari OJK dan sertifikat syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Paytren saat ini masih menunggu izin uang elektronik dari Bank Indonesia untuk Paytren Payment Gateway.

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia


Band Indie Indonesia, Dialog Pagi meluncurkan single lagu Menyusuri Waktu

Novel Al Kahfi Land - Mencarimu Mengejar Waktu