Podcast Konten Audio On Demand Semakin Diminati

 

Secara sederhana pengertian Podcast adalah konten audio. Tetapi podcast bukanlah konten musik, isi konten podcast adalah monolog atau dialog yang membahas suatu hal.

Tidak sama dengan radio, podcast adalah konten audio on demand, yaitu konten yang bisa kita pilih, kita ulang, kita lewati dan mendengarkan berulang kembali sebagaimana platform video on demand milik Youtube, bedanya podcast hanya menyajikan suara.

Platform audio on demand podcast memiliki kelebihan sebagaimana radio, yaitu penikmatnya bisa menikmati konten sambil melakukan pekerjaan lain yang membutuhkan perhatian penuh.

Pada konten audio visual, yang menitik-beratkan pada gambar, tentu kita tidak cukup jika hanya mendengar suara, kecuali konten audio visual tersebut memang berbentuk monolog (ceramah) atau dialog murni yang tidak terlalu banyak keterangan grafis, demo peragaan, ekspresi wajah dan sebagainya. Jika bentuknya seperti itu, maka konten tersebut juga bisa dijadikan konten podcast.

Cikal bakal podcast telah dipopulerkan oleh Steve Jobs pada tahun 2001 melalui Ipod. Namanya saat itu adalah Ipod Broadcasting yang akhirnya disingkat menjadi Podcast.


Kini konten podcast semakin diminati. Podcast telah didukung oleh banyak platform dan memiliki kategori konten yang juga sangat beragam. Di Indonesia, penikmat konten memang masih lebih menikmati platform audio-visual dari Youtube, tetapi tidak sedikit pula yang sudah tertarik menikmati konten dengan cara lama (radio) dengan gaya baru (podcast).


Untuk melihat sejauh mana minat audiens di Indonesia, kami mengutip survey yang dilakukan oleh DailySocial yang bekerja sama dengan JakPat Mobile Survey Platform terhadap 2023 pengguna ponsel pintar.

Menurut survey tersebut, 67,97% responden telah mengenal podcast, memang sebelumnya masyarakat kita telah akrab denga radio.

Lalu seberapa besar ketertarikan masyarakat? Menurut survey tersebut, separuh dari responden belum terbiasa mendengar podcast secara regular dengan angka mencapai 50,63%, yang tertarik 43,23% dan yang tidak tertarik 6,14%.

Saat podcast dibandingkan dengan radio, 25,29% lebih menyukai podcast, 17,98 lebih menyukai radio dan 56,73% menyukai keduanya.

Platform apa yang paling diminati? 52,02% menggunakan Spotify, 46,25% menggunakan soundcloud, Google Podcast 41.24%.

Alasan responden mendengarkan podcast adalah paling banyak karena konten yang beraneka-ragam (65%), alasan terbanyak lainnya adalah karena fleksibel atau konten audio on demand (62,69%), ada pula yang memilih karena podcast dianggap lebih menarik ketimbang konten visual (38,85%).

Dimana para responden mendengarkan podcast? Ternyata kebanyakan responden mendengarkannya di rumah (78,85%), saat bepergian (36,06%), di tempat umum seperti cafe, perpustakaan (35,85%), di tempat aktivitas rutin seperti kantor, kampus atau sekolah (34,81%).

Kapan para responden mendengarkan podcast? Sore hingga malam hari adalah waktu yang diminati. Dimana malam hari di atas jam 21.00 malam adalah waktu yang paling sering digunakan untuk mendengar podcat (32,50%), sore mulai jam 17.00 hingga jam 21.00 (27.02%), siang mulai jam 12.00 hingga jam 15.00 (22,69%), pagi mulai jam 6.00 hingga jam 9.00 (17,79%).

Jenis materi apa yang paling diminati? Hiburan (70%), gaya hidup (60%), teknologi (57,17%), pendidikan (37,4%) dan bisnis (32,50%)

Podcast diyakini punya masa depan yang cerah, karena dapat mengisi kebutuhan platform bagi para pembuat konten yang tidak bisa atau tidak suka tampil secara visual dan tentunya karena kebutuhan konten audio on demand. 

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia
 


Band Indie Indonesia, Dialog Pagi meluncurkan single lagu Menyusuri Waktu

Novel Al Kahfi Land - Mencarimu Mengejar Waktu