Bab 7. Media Online dan Konten Kreator

 

EBO Story

Panggung Baru Para Underdog

Memangnya anda siapa?

Jangan mimpi naik ke panggung besar kalau anda bukan siapa-siapa! Karena panggung-panggung besar itu dibuat khusus untuk orang-orang besar pula.

Layar kaca televisi hanya mau menampilkan para selebriti terkenal.  Podium hanya boleh dinaiki pembicara penting. Penerbit buku hanya mencetak tulisan penulis best seller. Perusahaan label rekaman hanya merekam dan mengedarkan penyanyi atau band yang laris.

Peran kaum underdog hanyalah jadi penonton atau konsumen. Kalaupun muncul di layar kaca televisi, paling cuma jadi penonton alay. Jika naik ke podium penting, paling cuma untuk jadi bahan jokes. Seandainya tulisan diterima penerbit, paling diminta menunggu 6 bulan tanpa kabar. Bila kaset demo lagu diterima label, paling cuma ditumpuk di gudang. Terdengar sangat skeptis dan pesimis, tapi jika anda setuju, jangan-jangan anda termasuk ke dalam kelompok underdog.

Panggung-panggung besar itu tidak hanya arogan pada anda, mereka juga arogan sekali pada penonton. Mereka memaksa penonton menelan bulat-bulat suguhannya walau sering kali tak menarik. Apa daya? Penonton tidak punya pilihan, mau tak mau kita konsumsi juga, akhirnya para pemilik panggung merasa sebagai pihak yang paling tahu selera penonton.

Rupanya para startup yang juga kebanyakan berasal dari golongan underdog mulai gerah atas arogansi pemilik panggung, tetapi sekaligus  menangkap adanya peluang dibalik gap ketimpangan kesempatan ini. Sebuah ide muncul, kalau panggung-panggung besar itu tidak mau memberikan kesempatan kepada para underdog, kenapa tidak membuat panggung sendiri saja?

Akhirnya para startup pun membuat panggung baru yang boleh dinaiki oleh semua orang, panggung itu bernama Media online.

Tetapi nanti dulu! Bagaimana dengan kualitas suguhan panggung underdog? Lho apa maksudnya bertanya tentang kualitas? Memangnya kata siapa suguhan panggung-panggung besar itu dijamin berkualitas?

Salah satu buktinya, panggung besar sekelas TV saja berlomba-lomba menyuguhkan tayangan hiburan alay, bahkan sajian pemberitaan mereka yang katanya telah memenuhi syarat jurnalistik, malah terlihat sekali condong pada pilihan politik pemiliknya.

Para pengambil keputusan di panggung-panggung besar itu sebenarnya menyeleksi suguhan dengan kaca mata buram, jaraknya ke pononton sangat jauh tetapi merasa paling mengenal selera penonton.

Akhirnya panggung-panggung media online hadir. Soal kualitas suguhan? Serahkan saja ke penontonnya langsung!

 

1. Tentang Media Online Dan Konten Kreator  

Media Online secara sederhana adalah media yang tersaji melalui internet. Pertanyaan menariknya, siapa atau apa saja yang boleh disebut media dalam dunia online? Apakah Youtube adalah media? Apakah media sosial juga adalah media? Dan apakah pemilik channel Youtube, pemilik blog dan pemilik account media sosial juga bisa disebut media? Kita akan uraikan satu-persatu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi.

Menurut KBBI, media adalah alat (sarana) komunikasi, agar tidak rancu dengan alat komunikasi seperti smartphone, maka kita sepakati saja bahwa media adalah saluran berisi konten-konten yang memiliki unsur informasi atau hiburan yang bisa dikonsumsi oleh banyak orang.

Sehingga apabila katakanlah anda hanya memiliki account Facebook, yang selalu anda gunakan untuk menulis artikel-artikel yang dibaca oleh banyak orang sehingga pembaca memperoleh informasi atau terhibur, maka account anda sudah boleh disebut media online.

Selanjutnya tinggal mencari cara, bila media anda ingin disebut sebagai media besar berarti harus mempunyai audiens dalam jumlah besar pula, bila media anda ingin disebut media profesional berarti harus dikelola dalam bentuk perusahaan dan memiliki platform sendiri, bila media anda ingin disebut media pemberitaan berarti media anda harus memuat berita yang sesuai dengan kaidah jurnalistik, dan seterusnya.

Lalu apakah Youtube, Facebook, Twitter dan Instagram juga adalah media? Tentu saja jika kita telah sepakat dengan definisi media tadi. Walaupun platform-platform tersebut tidak membuat konten, tetapi platform mereka terdapat konten-konten dari para pembuat konten.

Khusus Twitter, rasanya janggal menyebutnya sebagai media, karena platform tersebut terlalu pelit memberi jatah kalimat yang bisa ditulis, agar pantas disebut sebagai konten. Tapi para copywritter pasti tidak setuju dengan pendapat ini.

 

2. Platform Media Online

Platform Media adalah platform khusus untuk penyelenggara media online. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut,

A. Domain

Platform Domain adalah platform khusus pembuat portal atau website, untuk dikunjungi atau mendapat penghasilan iklan, contohnya adalah

  • id, .my.id, .web.id untuk website personal.
  • co.id untuk website perusahaan.
  • sch.id untuk website sekolah.
  • ac.id untuk website universitas.
  • or.id untuk website organisasi.
  • go.id untuk website pemerintahan. 

B. Blogging

Platform Blog adalah platform khusus pembuat pembuat portal atau website yang menumpang domain, tujuannya untuk dikunjungi atau mendapat penghasilan iklan, contohnya adalah Wordpress, Blogger, Tumblr, Weebly, Medium, Jekyll, Typepad, dan sebagainya. 

C. Video Sharing

Platform Video Sharing adalah platform khusus mengumpulkan video (membuat channel video) untuk ditonton, dijual, atau mendapat penghasilan iklan, contohnya adalah Youtube, Vimeo, Daily Motion, Twitch, Liveleak, Veoh, Break, Metacafe, dan sebagainya.

D. Audio dan Music Sharing

Platform Audio dan Music Sharing adalah platform khusus mengumpulkan lagu atau podcast untuk didengar, dijual, atau mendapat penghasilan iklan, contohnya adalah iTunes, Spotify, Joox, Deezer, SoundCloud, dan sebagainya. 

E. Book Sharing

Platform Book Sharing adalah platform khusus mengumpulkan buku karya sendiri untuk dibaca, dijual, atau mendapat penghasilan iklan, contohnya adalah Wattpad, Googleplay, Amazon Kindle, Storial, Medium, Bookslife, Steller, Penana, JotterPad, dan sebagainya. 

F Activity Sharing (Social Media)

Platform Social Activity Sharing adalah platform khusus sharing aktivitas untuk dibaca atau mendapat penghasilan iklan, contohnya adalah Facebook, Linkedin, Instagram, Twitter, dan sebagainya.

 

 

3. Jenis Media Online

Media Online adalah Penyelenggara media yang menggunakan internet dan platfrom yang telah dijelaskan tadi. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut, 

 

A. Portal

Portal adalah Media Online berbentuk kumpulan konten artikel, foto, info grafik, video hingga video live streaming yang menggunakan Platform Domain.

(+)     Kelebihan Portal Website :

  • Memiliki media dan alamat sendiri
  • Media sepenuhnya bebas menentukan brand, desain, konten, promosi dan iklan.
  • Dapat memasukkan segala jenis konten.

(-)      Kelemahan Portal Website :

  • Porsi konten dalam Portal Website biasanya lebih banyak berisi artikel, sementara minat membaca orang Indonesia sangat kecil. Menurut artikel di website kominfo, masyarakat di Indonesia ‘malas baca tapi cerewet di medsos’ dan menurut UNESCO, Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, dari 1000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang suka membaca.

Data tadi memang bicara tentang minat membaca buku atau literasi, bukan tentang minat membaca artikel. Lalu apa hubungannya? Artikel memang bukan buku, tapi artikel juga bukan status atau komentar media sosial, satu-satunya jenis tulisan yang bisa menarik minat baca-tulis orang Indonesia.

Ironisnya, kini banyak pula media online sekelas portal berita ternama yang menulis artikel seperti menulis status media sosial. Demi mengejar frekuensi, kuantitas dan kunjungan, uraian artikel media online seringkali sangat pendek dan isinya tidah seheboh judul. Kebiasaan media-media online yang seperti itu malah jadi mengusir orang-orang yang benar-benar suka membaca.

Contoh Portal Website adalah Detik, Kapanlagi, Alodokter, Kaskus, Bola, Motorplus, Trendingbisnis, dan sebagainya.

Sumber gambar, detik.com 

 

 

 

B. Blog

 

Blog adalah Media Online berbentuk kumpulan konten artikel yang menggunakan Platform Blogging.

 (+)    Kelebihan Blog :

  • Mudah dibuat, Platform Blogging telah menyediakan domain miliknya (bisa juga menggunakan domain) dan template yang siap pakai, sehingga pemilik blog bisa langsung membuat artikel.

(-)      Kelemahan Blog :

  • Kurangnya minat baca masyarakat indonesia.

Contoh Blog adalah Radityadika, Iwanbanaran, indahjulianti, dan sebagainya.

Sumber gambar, isnuansa.blogdokter.net

 

 

C. Channel

 

Channel adalah Media Online berbentuk kumpulan konten video yang menggunakan Platform Video Sharing. Saat ini Youtube merupakan platform paling populer untuk membuat Channel.

 (+)    Kelebihan Channel :

  • Bentuk konten video lebih disukai.
  • Dengan memakai platform Youtube, pemilik channel mudah berinteraksi dengan audiens dan dapat memantau perkembangan channel secara real time serta dapat mengajukan monetisasi (kerjasama periklanan) dengan Google Adsense.

(-)      Kekurangan Video Channel :

  • Biaya membuat konten video lebih besar dan menyita waktu ketimbang jenis konten lainnya. Contoh Channel (Youtube) adalah Najwa Shihab, Asumsi, Adi Hidayat Official, deddy corbuzier, dunia MANJI, Atta Halilintar, Ricis Official, Raditya Dika, Trending Bisnis, dan sebagainya.

 

Sumber gambar, Asumsi - Youtube Channel

 

D. Podcast

 

Podcast adalah Media Online berbentuk kumpulan rekaman audio konten pembicaraan yang menggunakan Platform Audio dan Music Sharing. Secara sekilas Podcast mirip talkshow radio, tetapi Podcast tidak dibatasi durasi tertentu, atau bisa juga mirip suara pembicara monolog yang direkam.

 (+)    Kelebihan Podcasts :

  • Membuat konten Podcast juga lebih mudah dan murah dibandingkan konten video, kecuali jika ingin punya kualitas audio sekelas radio profesional.

(-)      Kekurangan Podcasts :

  • Audiens di Indonesia belum banyak yang mengenal Podcast.

Contoh Podcast adalah Podcast Raditya Dika, Finansialku Talk Podcast, Fahri Hamzah Podcast, Rebbeltalks, Trending Bisnis Podcast, dan sebagainya.

 

Sumber gambar, Podcast Pinteran - Spotify

 

 

 E. Account Social Media Enthusiasts

 

Social Media Enthusiasts adalah Media Online berbentuk kumpulan konten sharing aktivitas yang menggunakan Platform Media Sosial. Saat ini Facebook, Twitter dan Instagram merupakan platform paling populer untuk membuat account anda menjadi bagian dari Media Online.

Dengan Facebook, penggunanya bisa memasukkan segala jenis konten, seperti artikel, foto, video dan sebagainya. Sementara dengan Instagram, cukup dengan foto dan sedikit tulisan tentang foto tersebut. Itu sudah cukup untuk membuat anda menjadi Social Media Enthusiasts, dengan syarat anda memiliki audiens tentunya.

 (+)    Kelebihan Social Media Enthusiasts:

  • Tadi kita sempat membahas, menurut website kominfo, masyarakat di Indonesia ‘malas baca tapi cerewet di medsos’. Informasi ini justru kabar baik untuk Social Media Enthusiasts, artinya media ini punya banyak audiens.

(-)      Kekurangan Social Media Enthusiasts:

  • Biasanya di dunia media sosial, audiens datang tidak untuk mencari konten, kecuali di Indonesia dan pada saat musim-musim politik menghangat. Facebook digunakan untuk berinteraksi dengan teman dan Instagram digunakan untuk berinteraksi dengan pengikut dan sosok yang kita ikuti, oleh karena itu, Social Media Enthusiasts biasanya hanya membuat konten kecil (teaser) untuk promosi konten mereka yang berada di platform lain, selain promosi konten, kebanyakan konten lain di media sosial adalah jenis konten promosi dagang dan co-pas konten dari platform media online lainnya.

 

 

Sumber gambar, jouska_id - Instagram

 

 

4. Jenis Konten Online

 

A. Artikel

Artikel adalah konten berbentuk tulisan. Jenis konten artikel dapat dipublikasikan di portal, blog dan media sosial.

Sumber gambar, trendingbisnis.com

 

 

B. Foto

Foto sebenarnya bukan konten yang bisa berdiri sendiri tanpa tulisan, kecuali foto-foto yang mempunyai nilai jurnalistik atau nilai artistik yang tinggi. Tetapi dengan munculnya Platform Instagram, foto justru menjadi konten utama pada platform tersebut. Walaupun belum tentu memiliki nilai-nilai tadi, tapi foto-foto kegiatan sehari-hari publik figur dapat dianggap sebagai konten, karena selalu dilihat banyak audiens dan menghadirkan banyak interaksi (enggagement).

 

Sumber gambar, indrawibawa.ig - instagram

 

 

C. Info Grafik

Info Grafik adalah informasi yang berbentuk teks dan grafis sebagai pendukung konten artikel atau video. Tetapi Info Grafik juga dapat berdiri sendiri menjadi konten.

Jenis konten Info Grafik dapat dipublikasikan di portal website, blog dan media sosial. Atau jika berbentuk video, dapat dipublikasikan di channel.

 

Sumber gambar, kompas.com

 

 

D. Video Program

Video Program adalah materi audio-visual yang telah diedit menjadi konten, di dalamnya terdapat unsur-unsur, seperti  :

  • Footage, yaitu video hasil rekaman kamera video.
  • Grafis, yaitu dekorasi dan template informasi.
  • Voice over, yaitu rekaman suara pembaca narasi.
  • Soundtrack, yaitu musik pengiring.
  • Sound effect, yaitu suara-suara tertentu untuk mendramatisir video.

Jenis konten Video Program dapat dipublikasi di channel, portal, blog, dan media sosial.

 

Sumber gambar, Boy William - Youtube

 

 

E. Animasi

Animasi sama seperti Video Program, bedanya dalam konten animasi, footage diganti dengan gambar bergerak (animasi).

Jenis konten Animasi dapat dipublikasi di portal website, blog, channel dan media sosial.

Sumber gambar, Nussa Official - Youtube

 

 

F. Buku Digital (e-book)

Buku Digital adalah konten berbentuk tulisan yang jumlah kata dan halamannya telah memenuhi standar buku.

Jenis konten buku digital dapat dipublikasikan di portal, blog, dan platform book sharing.

 

Sumber gambar, penakopihitam - Wattpad

 

 

G. Lagu Digital

Lagu yang direkam menjadi file digital juga merupakan konten yang bisa ditampilkan di media online. Dalam dunia online menyanyikan lagu karya orang lain dikenal dengan istilah cover.

Lagu Digital dapat dipublikasi di Channel (dalam bentuk video klip atau video lirik) dan platform audio dan music sharing (dalam bentuk audio)

Untuk penyanyi atau band yang ingin lagunya dipublikasikan di platform audio dan music sharing, mereka harus bekerjasama dengan Music Agregator, yaitu  :

  • Dari luar negeri, ReverbNation, Distro Kid, Tune Core, CD Baby, Indie Pool, dan sebagainya.
  • Dari dalam negeri, Net Rilis, Import, Musik Legal, Musikator, Gotong Royong Musik, Mistral Musics, Equinox DMD, Musikator, dan sebagainya.

 

Sumber gambar, Dialog Pagi - Spotify

 

  

Buku Era Bisnis Online - Anak Muda vs Raksasa Bisnis (penulis, Indra Wibawa)

Trendingbisnis.com - Informasi Bisnis Online