Bab 6. Bisnis Online E Commerce

 

Berdasarkan laporan Google dan Temasek, ada perputaran uang sebesar USD 27 miliar atau sekitar Rp 378 triliun dari aktivitas bisnis online di Indonesia sepanjang tahun 2018. Pertumbuhan ini meningkat hingga 49% sejak 2015. Transaksi e-commerce tercatat menyumbang sekitar USD 12 miliar dari total bisnis online tersebut.

E-commerce merupakan bagian dari Bisnis Online, yaitu kegiatan komersial atau perdagangan meliputi barang dan jasa melalui jaringan internet dengan bentuk situs website atau aplikasi.

 

1. Jenis E Commerce

A. Social Media Shop (Toko Media Sosial)

Social Media Shop adalah berdagang menggunakan platform media sosial, yang paling sering dipakai adalah Facebook dan Instagram.

Social Media Shop merupakan bentuk e-commerce paling sederhana, mudah bagi siapa saja dan tidak membutuhkan biaya, sangat cocok bagi yang baru ingin coba-coba berbisnis online, tapi juga dapat menjadi senjata handal bagi pedagang besar hingga perusahaan, baik sebagai etalase, media humas atau digital marketing.

Untuk pengguna pemula, sayangnya daya jangkau pasar Social Media Shop juga terbatas, yaitu hanya orang-orang yang berada di dalam lingkaran pertemanan saja, kecuali pengguna tersebut adalah publik figur yang punya banyak follower.

Agar dapat meningkatkan volume pasar, maka account yang dijadikan Social Media Shop harus dikelola secara profesional dan memiliki follower aktif sebanyak-banyaknya, caranya adalah  :

  • Produk-produk ditampilkan dengan jelas, menarik dan uptodate. Jangan sampai menampilkan foto yang buruk atau terlalu bagus tapi tidak sesuai dengan kondisi produk, uraian informasi tidak jelas atau berbohong, dan ‘basi’, yaitu produk yang sudah habis tapi masih dijual, harga telah berubah tapi masih memasang harga lama dan sebagainya
  • Pasang iklan agar keberadaan account kita terlihat oleh orang-orang di luar lingkaran pertemanan. Ini jauh lebih bermanfaat dari pada mengeluarkan budjet untuk membeli follower (robot) agar toko terlihat ramai.

Robot tidak akan membeli produk anda, dalam dunia nyata seperti anda menyewa banyak mobil untuk parkir di restoran baru milik anda agar terlihat ramai, padahal budjet sewa tersebut lebih berguna untuk mengundang para pemilik mobil melalui iklan, diskon, bonus dan sebagainya agar ia makan restoran anda.

  • Miliki pengetahuan tentang algoritma platform, agar account anda mudah dicari pengunjung dan sering direkomendasikan oleh platform media sosial.
  • Buat konten menarik selain posting Posting foto produk mungin menarik bagi pengguna media sosial yang kebetulan sedang mencari produk yang anda jual, tapi posting konten yang menarik bisa membawa siapa saja ke account anda, bahkan jika mereka menemukan banyak sesuatu yang menarik atau penting dari konten anda, mereka akan terus kembali lagi atau punya alasan untuk menjadi follower.
  • Setiap platform media sosial pasti memiliki kotak komentar. Jangan abaikan konsumen, setiap komentar baik atau buruk bisa mempengaruhi penilaian konsumen lain terhadap produk anda. Saat berjualan di media sosial, jarak anda dengan konsumen sangat dekat, mereka bisa berkali-kali datang dan bertanya sewaktu-waktu. 

 

(+)     Kelebihan Social Media Shop  :

Pemilik toko tidak perlu membuat platfom, toko mudah untuk dijalankan dan nyaris tanpa biaya selain untuk memiliki perangkat smartphone dan koneksi internet.

(-)      Kekurangan Social Media Shop  :

Untuk pedagang pemula, jangkauan pasar Social Media Shop terbatas di lingkar pertemanan, belum dianggap sebagai toko profesional.

Untuk pedagang profesional, Social Media Shop hanya sekedar etalase, transaksi pembayaran dan pengiriman masih dilakukan secara manual.

 

Sumber gambar, instagram.com/ayam.bakar.bu.hajjah.sri

 

 

B. Online Shop (Toko Online)

Sumber gambar, hijup.com

Online Shop adalah situs atau aplikasi toko online yang menjual produk pemilik toko. Karakter bisnisnya adalah B2C (Business To Consumer), yaitu pemilik toko online (bisnis) langsung menjual ke konsumen.

 

Situs Online Shop Berdasarkan Kualitas Layanan  :

  • Semi Professional

Bentuk situs atau aplikasinya masih terbatas sebagai display produk atau etalase, belum terhubung secara sistem dengan pihak ketiga, berbagai proses seperti pembayaran dan pengiriman masih dilakukan secara manual.

(+)     Kelebihan Online Shop Semi Professional  :

Bagi pemilik toko, platform mudah untuk dibuat, mudah untuk dijalankan dan biaya pembuatannya relatif murah karena bukan jenis website yang rumit, toko sedikit terkesan lebih profesional ketimbang social media shop.

(-)      Kekurangan Online Shop Semi Professional  :

Bagi pemilik toko, paltform hanya sekedar etalase, transaksi pembayaran dan pengiriman masih dilakukan secara manual sehingga belum bisa memberikan kualitas layanan toko online profesional untuk konsumen.

 

  • Online Shop Professional

Bentuk situs atau aplikasinya telah terhubung secara sistem dengan pihak ketiga sehingga mampu melayani pelanggan dengan cepat.

 (+)    Kelebihan Online Shop Professional  :

Bagi pemilik toko, paltformnya sudah terlihat profesional, transaksi pembayaran dan pengiriman dilakukan melalui sitem.

Bagi konsumen yang sudah tahu jenis barang yang dicari, mereka tidak repot mencari karena tidak disuguhi berbagai macam jenis kategori produk lain.

(-)      Kekurangan Online Shop Professional  :

Bagi pemilik toko, biaya pembuatan platform relatif lebih mahal karena lebih rumit.

Bagi konsumen yang senang berbelanja di jenis toko serba ada, Online Shop  hanya menjual satu jenis kategori produk.

 

Jenis Online Shop :

  • Mainstream Online Shop

Mainstream Online Shop adalah situs atau aplikasi toko online yang umum, biasanya Mainstream Online Shop memilih fokus menjual satu jenis kategori barang saja, walaupun ada juga yang menjual barang bervariasi tetapi sangat jarang.

Berbagai kategori online shop  : 

Contohnya adalah Zalora, Zilingo, Hijup, Berrybenka, Levi, theexecutive dan sebagainya.

  • Elektronik

Contohnya adalah Bhinneka, Glodokelektronik, Sony, Samsung, LG dan sebagainya. 

  • Furnitur

Contohnya adalah Fabelio, Dekoruma, Ikea, dan sebagainya

  • Produk Kesehatan

Contohnya adalah kalbestore, mediacareshop, goalkes, alkestore, dan sebagainya. 

  • Etalier Online Shop

Etalier Online Shop adalah situs atau aplikasi toko online milik perusahaan atau brand yang telah hadir secara fisik di dunia nyata sebagai perusahaan retail.

Contohnya adalah Indomart, Transmart Carefour, Electronic City dan sebagainya. 

  • Daily Deals Online Shop

Daily Deals Online Shop adalah situs atau aplikasi toko online berbentuk tawaran kupon atau voucher.

Contohnya adalah Groupon, Lakupon, Evoucher dan sebagainya.

  • Dan sebagainya. 

 

Sumber gambar, hijup.com

 

 

C. Classified (Iklan Baris Online)

Classified adalah situs atau aplikasi sebagai sarana bagi orang lain untuk menjual produk dengan dalam iklan baris. Karakter bisnisnya adalah C2C (Consumer To Consumer), yaitu konsumen menjual kepada konsumen lainnya, sedangkan pemilik situs (bisnis) hanya menjadi penyedia fasilitas dan tidak terlibat dalam proses transaksi.

Karena pemilik platform hanya penyedia sarana, maka keuntungan pemilik situs bukan didapat dari jual beli, kita akan bahas nanti.

 (+) Kelebihan Classified  :

Bagi pemilik toko, platform mudah untuk dijalankan karena tidak mengurusi transaksi jual-beli para pengguna.

(-)  Kekurangan Classified  :

Bagi pemiliki toko dan konsumen, platform bisa disalah gunakan pengguna untuk penipuan jika tidak ada kebijakan atau langkah antisispasi dari pemilik situs.

Contoh E-commerce Classified adalah Olx, Rumah123, Rumahdijual, Lamudi, Carmudi, Garasi, Rajamobil, dan sebagainya.

Kaskus adalah situs forum yang bisa dimasukkan ke dalam kategori E-commerce Classified karena memiliki sub forum iklan baris.

 

 

Sumber gambar, rumah123.com

 

 

D. Marketplace (Pasar Online)

Marketplace C2C

Marketplace adalah situs atau aplikasi pasar online yang mewadahi para pedagang. Karakter bisnisnya adalah C2C (Consumer To Consumer), yaitu konsumen menawarkan produk atau jasa kepada konsumen lainnya.

*Kita akan menyinggung tentang Marketplace B2B pada akhir pembahasan Marketplace.

Dalam Marketplace, pemilik situs menjadi perantara dan penanggung jawab transaksi jual-beli. Saat pembeli membayar produk atau jasa yang dibeli, uang akan berada di rekening pemilik situs, lalu setelah pembeli menerima barang atau memakai jasa maka uang boleh diserahkan pada penjual.

Karena pemilik platform hanya penyedia sarana, maka keuntungan pemilik situs juga bukan didapat dari jual beli atau memakai jasa.

 

(+)     Kelebihan Marketplace :

Bagi pemilik platform dan pedagang, platform ini seperti pasar, dengan kehadiran banyak merchant, maka pengunjung akan cepat ramai.

Bagi konsumen, keamanan lebih terjamin, karena uang diserahkan kepada penjual setelah barang diterima atau jasa dipakai pembeli.

Bagi para pedagang sangat mudah, untuk mendaftar ajdi pedagang di Market Place, mereka hanya harus memiliki account email dan rekening bank.

(-)      Kekurangan Marketplace :

Paltformnya rumit, sehingga hanya membutuhkan biaya cukup besar.

Karena sangat mudah untuk mendaftar, tidak semua pedagang atau penawar jasa aktif dan profesional dalam melayani konsumen. Kecuali jika ada aturan khusus tentang hal ini.

 

Jenis Marketplace :

  • Merchants Marketplace (Khusus Pedagang)

Contohnya adalah Alibaba, Aliexpress, Tokopedia, Bukalapak dan sebagainya. 

  • Services Base Marketplace (Khusus Penyedia Jasa)
  • Ride Hailing (Pemesanan Kendaraan)

Contohnya adalah Uber, Gojek, Grab dan sebagainya.

  • Hotel dan Travel Booking (Pemesanan Hotel Dan Perjalanan)

Contohnya adalah Airbnb, Traveloka, Agoda dan sebagainya.

  • Food Ordering (Pemesanan Makanan)

Contohnya adalah GoSend, CaterWings dan sebagainya.

  • Humen Reources (Pemasok Tenaga Ahli)

Contohnya adalah JobsDB, Headhunter, Expertlead, dan sebagainya.

  • Beauty services (Jasa Salon Kecantikan)

Contohnya adalah GoGlam, Vaniday, dan sebagainya.

  • Dan sebagainya. 

 

Marketplace B2B

Sumber gambar, indotrading.com

Marketplace B2B adalah situs yang mempertemukan antara perusahaan dengan perusahaan lainnya, mereka adalah para distributor dan supplier.

Contohnya adalah Indotrading, Indonetwork, tradeshift, tradekorea, dan sebagainya.

*Catatan Khusus

Walaupun menyebut dirinya sebagai Marketplace, tetapi situs-situs yang termasuk kelompok Marketplace B2B lebih tepat untuk disebut Classified B2B, karena hanya berisi tentang informasi perusahaan dan bagi para pengguna yang ingin mendapat informasi lebih jauh harus memintanya pada pemilik situs, mirip seperti layanan situs Rumah123, Rumahdijual dan sebagainya.

Seharusnya jika harus ada klasifikasi Marketplace B2B maka Alibaba lebih cocok untuk masuk dalam kategori tersebut, karena Alibaba memfasilitasi para distributor dan supplier untuk bertransaksi secara penuh.

Sumber gambar, indotrading.com

 

 

E. Shopping Mall

Shopping Mall adalah situs atau aplikasi Mall online yang menjual produk sendiri atau produk merchant khusus. Karakter bisnisnya adalah B2C (Business To Consumer), yaitu pemilik bisnis menjual ke konsumen.

Dari sudut pandang pengunjung atau pembeli, Shopping Mall tidak ada bedanya dengan Marketplace. Tetapi sebenarnya kedua jenis E-commerce ini berbeda.

Dalam Shopping Mall, tidak semua orang bisa langsung berdagang di sana. Pemilik situs bisa saja hanya menjual produk sendiri seperti E-Commerce Online Shop, tetapi karena karakter Shopping Mall adalah menjual berbagai kategori produk seperti MarketPlace, maka Shopping Mall mengizinkan merchant berjualan di platform mereka dengan proses verifikasi yang ketat.

Sesuai dengan nama masing-masing, Shopping Mall mirip sebuah Mall yang hanya mengizinkan toko-toko dengan produk-produk berkelas atau branded, sementara Marketplace mirip sebuah ‘pasar malam’ yang fleksibel membolehkan para pedagang bermodal tikar sekalipun untuk berjualan.

Tetapi dalam praktek nyata, konsep Shopping mall sulit diterapkan di Indonesia, konsumen lebih suka konsep Marketplace yang produknya bervariasi, banyak pilihan dan murah sehingga perbedaan antara Shopping Mall dan Marketplace hampir tidak ada. Walaupun Shopping Mall tetap menyeleksi pedagang tetapi produk-produk yang dijual tidak berbeda dengan Market Place.

(+)     Kelebihan Shopping Mall  :

Aman dan produk lebih terjamin kualitasnya, karena ada proses verifikasi dan seleksi menrchant.

(-)      Kekurangan Shopping Mall  :

Hanya bisa dibuat oleh pebisnis profesional.

Karena ada proses verifikasi dan seleksi menrchant, secara otomatis jumlah merchant dan pilihan produk terbatas.

Contoh E-commerce Shopping Mall adalah Lazada, Blibli, Shopee, JD, dan sebagainya.

 

Sumber gambar, shopee.com

 

 

Buku Era Bisnis Online - Anak Muda vs Raksasa Bisnis (penulis, Indra Wibawa)

Trendingbisnis.com - Informasi Bisnis Online