Bab 3. Mengintip Dapur Para Startup

2. Startup Indonesia 

 

Traveloka

Ferry Unardi, Founder Traveloka | Sumber gambar, Traveloka.com

 

Traveloka

Traveloka didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang. Ide Traveloka ini muncul karena Ferry sering kesulitan memesan tiket pesawat saat ingin pulang ke Padang dari Amerika Serikat.

Ferry Unardi lulus dari Universitas Purdue di Amerika Serikat dengan jurusan Computer Science and Engineering, dia memulai karier dengan bekerja sebagai software engineer di perusahaan Microsoft selama tiga tahun. Ferry sempat melanjutkan kuliah S2 di Universitas Harvard, tetapi setelah berjalan satu semester, Ferry memutuskan untuk keluar dan mewujudkan ide bisnisnya yang tertunda.

Pada tahun 2012 Ferry mengajak Derianto Kusuma dan Albert membangun Traveloka dengan konsep awal sebagai situs untuk pembanding harga tiket pesawat. Setelah berdiri, masih di tahun yang sama Traveloka mendapat suntikan dana dari East Ventures.

Traveloka kemudian ingin berubah menjadi situs pemesanan tiket pesawat, dimana pengguna dapat melakukan pemesanan pada situs resmi milik maskapai penerbangan melalui Traveloka, tetapi sayangnya kebanyakan maskapai tidak bersedia bekerjasama. Lalu Traveloka menyempurnakan sistem layanannya agar pihak maskapai tertarik. Akhirnya pada pertengahan tahun 2013 Traveloka berhasil meyakinkan pihak maskapai dan menjadi situs pemesanan tiket pesawat.

Selanjutnya Traveloka ingin mengembangkan situsnya dengan layanan pemesanan hotel dan paket wisata, untuk membangun layanan tersebut Traveloka mendapat suntikan dana dari Global Founders Capital pada bulan September 2013. Akhirnya di tahun 2014 Traveloka berhasil menambahkan fitur layanan pemesanan hotel pada situsnya.

Pada tahun 2017 Traveloka kembali mendapat suntikan dana dari Sequioa, East Ventures, JD dan Hillhouse Capital dengan nilai sekitar USD 150 juta. Dan dari Expedia sekitar USD 350 juta.

Jika melihat dari sisi angka investasi yang terlihat, Traveloka belum mencapai angka diatas USD 1 miliar, tetapi kenapa Tarveloka disebut perusahaan unicorn? Karena unicorn adalah nilai valuasi perusahaan, bukan angka investasi yang diterima perusahaan. Dan kebetulan cara paling mudah untuk melihar nilai valuasi adalah dengan melihat modal awal dan suntikan dana investor.

 

Pengembangan Bisnis Traveloka

Flights, Hotels, Trains, Eats, Car Rental, Movies, Bus dan Shuttle, Insurance, Villas, Apartments, dan sebagainya.

.

 

Buku Bisnis Online - Ecommerce | Era Bisnis Online - Anak Muda vs Raksasa Bisnis (penulis, Indra Wibawa)

Trendingbisnis.com - Informasi Bisnis Online