Internet Mendorong Jiwa Entepreneur

Pesatnya perkembangan kemajuan teknologi internet mendorong suburnya jiwa enterpreneur masyarakat. Walaupun secara statistik, menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo, angka pelaku wirausaha di Indonesia masih diseputaran angka 3,4 %, masih kalah dari negara tetangga di ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang sudah di atas 4%. Tetapi setidaknya ada peningkatan.

Dengan teknologi internet, jika pada era sebelumnya generasi muda harus menunggu menyelesaikan masa kuliah untuk bisa bekerja agar memiliki penghasilan, tetapi saat ini berbagai hal bisa dilakukan oleh para mahasiswa sambil kuliah, bahkan oleh karyawan yang masih bekerja hingga ibu rumah tangga untuk menjadi pengusaha.

Berbagai alasan yang menjadi hambatan untuk menjadi pengusaha, yang paling menjadi kendala besar adalah modal usaha. Modal usaha sangat dibutuhkan, mulai dari saat mendirikan usaha, menjalankan usaha hingga memasarkan produk atau jasa.

Oleh karena itu kehadiran teknologi internet yang membawa banyak manfaat kemudahan serta memangkas banyak biaya dalam melakukan usaha, menjadi trend dalam dunia bisnis.

 

 


Inilah Bisnis Yang Menjadi Trend Dunia Online

 

1. Pembuat Konten

Pembuat konten adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk membuat suatu yang bisa diperlihatkan dan disukai oleh publik. Bentuknya bermacam-macam, bisa berupa tulisan, info grafik, hingga tayangan video.

Sarananya juga bermacam-macam, bisa melalui website (Blog), platform media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya) dan platform saluran video (Youtube).

Sajian kontennya juga bermacam-macam, mulai dari berita, opini, tutorial, review, referensi, motivasi hingga hiburan.

Intinya adalah semakin banyak publik yang melihat konten yang anda publikasikan, maka itu akan menjadi bisnis. Dengan jumlah publik yang besar, maka konten anda akan dilirik oleh pengiklan.

 

Pengiklan tersebut juga dapat anda cari dengan cara :


1. Mendaftarkan diri pada Google Adsenses (Khusus website dan youtube).
2. Mendaftarkan diri pada program affiliate (Khusus website)
3. Menawarkan langsung kepada biro iklan online atau brand yang membutuhkan ruang publikasi (Endorsement).

Beberapa nama pembuat konten yang menjadi media darling bagi para pengiklan adalah, Raditya dika (Entertaint Blogger dan Youtuber), Miawaug (Gamming Youtuber), Ria Ricis (Entertain Celebgram dan Youtuber) dan sebagainya.

 


2. Menjual Keahlian

Memiliki media penyelenggara konten memang lebih lebih rumit. Misalnya, anda memiliki kemampuan fotografi tetapi tidak memiliki kemampuan menulis, maka karya tersebut belum bisa menjadi konten.

Bagi anda yang memiliki keahlian tertentu tetapi kurang tertarik untuk memiliki media konten sendiri, anda tetap bisa menjual keahlian anda.

Berbagai karya bisa ditawarkan ke penyelenggara online yang menjual keahlian anda. Seperti website yang menjual stok foto, soundtrack, footage video, 3D objek dan sebagainya.

Biasanya mereka akan mengenakan biaya kepada user yang tertarik untuk memakai karya anda dan membagi keuntungannya dengan anda.

Selain melalui jasa perantara online tersebut tentunya anda juga dapat memasarkannya langsung kepada pasar dengan mengunggah karya anda melalui website pribadi, platform media sosial dan paltform saluran video dengan account anda sendiri.

 


3. Pedagang Online

Ini tentunya sudah tidak asing lagi. Di dunia internet anda bisa memulainya tanpa harus memiliki toko dalam dunia nyata.

 

Ada tiga macam jenis pedagang online :

1. Pedagang yang memproduksi barang sendiri.

Pedagang ini menjual barang yang diproduksi oleh mereka sendiri.

Keuntungannya adalah mereka pasti unggul dalam masalah persaingan harga dan kecepatan pengiriman barang, karena memang mereka lah yang memiliki barang tersebut.

Dan apabila mereka lebih memilih untuk tidak bersaing secara harga atau menjual dengan harga yang sama dengan para agen atau distrubutor, maka pastinya mereka memiliki keuntungan yang lebih besar.

Kelemahannnya adalah mereka pasti membutuhkan biaya dan waktu untuk melakukan produksi. Varian produknya juga terbatas.


2. Agen atau Distributor

Pedagang jenis ini tidak melakukan kegiatan produksi. Mereka membantu menjualkan barang yang dibuat oleh produsen.

Keuntungannya adalah mereka bisa fokus pada kegiatan menjual. Mereka tinggal memilih dan membeli produk-produk yang dibuat oleh produsen yang diyakini punya potensi pasar yang bagus.

Mereka juga memiliki kecepatan dalam mengirim barang, mereka juga unggul dalam jumlah kuantiti dan variasi barang, karena mereka bisa mengambil dari sejumlah produsen, tentu saja sesuai dengan seberapa besar dana yang mereka miliki, karena mereka harus membeli barang itu terlebih dahulu.


3 Dropshipper

Sebenarnya Dropshipper ini sama saja dengan Agen atau Distributor, yaitu mereka membantu menjualkan barang yang dibuat oleh produsen. Bedanya adalah mereka benar-benar tidak memiliki barang tersebut. Mereka hanya memiliki foto dan informasi sepsifikasi dari barang yang mereka jual.

Keuntungannya adalah mereka tidak membutuhkan sejumlah modal dan sama sekali tidak punya resiko.

Kelemahannya tentu saja mereka tidak punya keungggulan dalam persaingan harga dan kecepatan pengiriman barang.

Secara sekilas memang terlihat tidak akan mungkin memenangkan pasar. Tetapi dengan keunggulan meramu visual dan kata-kata serta keagresifan memanfaatkan berbagai platform e-commerce marketplace, media sosial dan sebagainya, para dropshipper bisa saja memenangkan pasar.

 


4 Startup

Istilah starup sering diartikan sebagai pembuat platform di dunia online. Segala jenis bisnis yang telah diuraikan di atas tentunya membutuhkan platform. Mereka lah yang membuat panggung yang akan dinaiki oleh para pelaku bisnis tadi.

Dengan modal keahlian dalam bidang IT dan kemampuan membaca kebutuhan pasar, startup menjadi bentuk bisnis yang saat ini paling menjanjikan sekaligus menggetarkan nyali para pelakunya.

Istilahnya 'Mudah dilahirkan tapi sulit bertahan hidup setelahnya' Tetapi jika berhasil bertahan maka startup akan menjadi raksasa bisnis.

Bagi para pelaku IT, membuat paltform bisnis dalam bentuk website maupun aplikasi mobile bukan lah hal yang sulit. Tantangannya adalah setelah lahir mereka harus berhadapan langsung dengan raksasa dengan permodalan yang fantastis.

Jika bidang ini tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah, maka sangat sulit bagi pemain-pemain baru untuk bisa bersaing. Bahkan saat ini pemain-pemain lama saja sudah mulai berguguran secara kepemilikan melalui investasi modal asing.

Kita memang patut berbangga beberapa nama startup dari Indonesia telah menyandang predikat unicorn dengan suntikan investasi tersebut. Mereka memang membutuhkan modal besar. Tetapi jika sejumlah keuntungan dari investasi nantinya tidak kembali ke negeri sendiri, maka kita akan selamanya menjadi objek bisnis dari pelaku bisnis global.

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia
 


 

Top 10 Trending
Website

APRIL 2019

   
    IDN Rank
1 Tribunnews 2
2 Detik 4
3 Okezone 5
4 Tokopedia 6
5 Bukalapak 7
6 Sindonews 8
7 Kompas 9
8 Liputan6 11
9 Grid 13
10 Kumparan 15

 Sumber data Alexa

 

 

Top 10 Trending
Youtube Channel 

APRIL 2019

 

    Subscriber
1 Atta Halilintar 13,712,408
2 Ria Ricis 12,200,969
3 Calon Sarjana 8,688,391
4 GEN HALILINTAR 8,265,980
5 Rans Entertaiment 6,552,572
6 RadityaDika 6,524,959
7 Indosiar 6,334,429
8 The Shiny Peanut 6,104,781
9 TRANS7 OFFICIAL 5,741,184
10 YtCrash 5,659,114

 Sumber data Socialblade 

 

 

Top 10 Trending
Instagram Account

APRIL 2019

   
    Followers
1 ayutingting92 31.5M
2 raffinagita1717 29.5M
3 prillylatuconsina96 27.7M
4 princessyahrini 27.4M
5 laudyacynthiabella 25.7M
6 gisel_la 20.6M
7 raisa6690   20.5M
8 lunamaya  19.5M
9 jokowi 18.4M
10 inijedar 17.6M

Sumber data hypeauditor