Teknnologi Augmented Reality dan Virtual Reality bukan lah sesuatu yang baru. Baik AR dan VR, Keduanya merupakan teknologi yang membuat anda terhubung dengan citra dua dimensi atau tiga dimensi.

Yang membedakannya adalah perangkat untuk menangkap citra tersebut. Untuk menikmati konten AR, anda hanya membutuhkan smartphone. Sedangkan untuk menikmati konten VR, anda membutuhkan headset VR (berbentuk seperti kacamata), misalnya Oculus Rift atau Samsung Gear VR.

Dengan perbedaan tersebut, maka masing-masing memiliki kegunaan dan kelebihan tersendiri.

 


Augmented Reality (AR)

AR adalah teknologi yang menggabungkan citra dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata secara realtime. Secara sederhana AR akan memperkaya dunia nyata anda.

 

Mungkin anda masih ingat dengan Pokemon Go yang sempat ngetren pada awal 2016. Permainan ponsel pintar yang dikembangkan oleh John Hanke ini menuntut pemainnya mencari monster di sekitarnya berdasarkan peta dunia nyata. Saat mode kamera AR diaktifkan, monster akan muncul di jalanan atau di dalam gedung tempat Anda berada.

 

Tentunya teknologi AR bukan hanya untuk mencari Pokemon. Dengan penambahan citra maya pada dunia nyata, AR dapat memberikan berbagai kebutuhan informatif dengan cara yang interaktif. 

 

 

 


Virtual Reality (VR)

VR adalah teknologi yang menampilkan citra tiga dimensi dimana anda dapat berinteraksi didalamnya. Secara sederhana VR akan membuat anda masuk kedalam dunia maya.

Tampaknya Zuckerberg termasuk orang yang kesengsem dengan teknologi ini, sehingga tahun 2014, Facebook telah mengakuisisi Oculus Rift (Perangkat VR) dengan nilai USD2 miliar.

Dalam demonstrasinya, Zuckerberg memamerkannya lewat interaksi dengan dua pegawai Facebooknya dalam sebuah lingkungan VR. Jika dilihat melalui kacamata VR Rift, ketiganya memang hanya tampak dalam bentuk sebuah avatar kartun.

 

Zuckerberg mengatakan VR merupakan medium agar manusia bisa merasakan dunia digital yang lebih impresif. VR yang diproduksi perusahaannya diyakini akan berkembang menjadi teknologi yang membentuk kembali cara orang berinteraksi dan mengalami kehidupan, sama seperti jejaring sosial dan ponsel cerdas.

Teknologi VR walaupun lebih populer untuk para gamers dan untuk kebutuhan bersenang-senang lainnya, tetapi sebenarnya juga bermanfaat untuk berbagai yang lebih serius. Berbagai simulasi yang berbahaya seperti latihan pilot, militer dan sebagainya sering memanfaatkan teknologi ini.

 

Mixed Reality (MR) Si Pendatang Baru

Setelah AR dan VR, ternyata telah hadir pula Mixed Reality (MR). dimana MR merupakan penggabungan kedua teknologi tersebut. Konsep ini diusung oleh Microsoft melalui HoloLens milik mereka.

Jika AR anda berada pada dunia sesungguhnya dengan penambahan citra maya dengan perangkat smartphone, VR anda berada di dalam dunia maya dengan perangkat headset, maka MR anda berada pada kedua nya dengan perangkat headset. Sehingga anda tidak kuatir terbentur benda-benda nyata saat anda berjalan sebagaimana yang terjadi pada teknologi VR.

 


Ladang Baru Iklan

Dunia iklan rupanya terus membuntuti perkembangan teknologi. Persaingan memperebutkan perhatian konsumen ditengah bisingnya perang komunikasi membuat  dunia iklan terus mengadopsi penemuan-penemuan terkini.

Teknologi AR dan VR kini menjadi medan perang baru bagi bisnis perusahaan-perusahaan besar. Facebook, Google dan Microsoft sudah bertarung memperebutkan iklan pada area ini.

 

Menurut kabar Reuters, Facebook sedang melakukan ujicoba iklan Augmented Reality (AR) di News Feed bersama sejumlah brand terpilih.

Diantaranya adalah iklan brand kacamata Michael Kors. Iklan Brand kecantikan Sephora, Nyx dan Bobbi Brown. Iklan Brand furniture Pottery Barn dan Wayfair akan di uji di Amerika terlebih dahulu sebelum diluncurkan ke semua Facebook News Feed di negara-negara lain.

Iklan AR akan memungkinkan pengguna berinteraksi secara virtual dengan beragam produk, misalnya mencoba kacamata, mencocokkan furnitur dengan ruangan di rumah kita dan sebagainya. Jika kita suka, kita bisa langsung membelinya secara online.

 

Di Indonesia, teknologi AR sudah digunakan oleh retail Alfa melalui AlfaMind, Toko virtual yang bisa dipakai oleh mereka yang tertarik menjadi rekanan untuk menjual berbagai barang yang dimiliki Alfa tanpa harus membuka toko sungguhan.

 

Sementara Google juga telah bereksperimen dengan iklan virtual reality. Google tidak ingin menampilkan iklan yang mengganggu. Iklan VR tersebut muncul dengan wujud kubus kecil yang saat diaktifkan melalui sentuhan akan membuka iklan video. Pengguna pun dapat dengan mudah dapat menutup iklan video ini. 

 

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia
 


ECOMMERCE

Langkah Bisnis Alibaba di Indonesia

 

Alibaba Group telah melakukan sejumlah langkah bisnis di Indonesia. Akankah Alibaba Group akan menjadi pemimpin pasar e-commerce di Indonesia? Kekuatan modal perusahaan raksasa tentunya akan menjadi salah satu hal yang akan menyulitkan para pelaku starup Indonesia 

Read more ...

Top 10 Youtube Channel

 

Official Sabyan gambus, setelah sebelumnya dengan sangat mengejutkan selalu menduduki trending topic youtube, kini menghilang dari urutan paling atas channel Youtube versi sosialblade. Kemungkinan penyebabnya adalah terlalu banyak reuploader yang mengunggah video Sabyan Gambus, sehingga audience mereka terpecah ke channel-channel reuploader.

Read more ...

Langkah Bisnis Pemerintah Malaysia Dengan Alibaba

 

Kehadiran raksasa e-commerce global asal China di kawasan Asia Tenggara tentunya dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama adalah sebagai ancaman dan bisa juga sebagai peluang. Akan dipandang sebagai ancaman karena ketidaksiapan kita untuk bersaing, apalagi yang dihadapi bukanlah main-main, bahkan kehadiran para raksasa tersebut merupakan lawan yang terlalu kuat untuk pemain e-commerce global dari Amerika Serikat dan Negara-negara di Eropa. 

Read more ...

Bikin Startup Jadi Impian Para Milenial

 

Pesatnya perkembangan bisnis dunia online, ternyata merangsang semangat para milenial untuk menjadi entrepreneur. Beragam pilihan mulai dari membuat platform, konten kratif, perdagangan, jasa dan sebagainya yang berbasis online, membuat kini banyak startup baru yang dibidani oleh para milenial. Dengan prinsip 'Mulai aja dulu!', membuat mereka menerjang segala keterbatasan, terutama masalah modal kerja. Mereka memiliki 'Semangat bambu runcing', dimana output menjadi hal utama, masalah lain seperti legalitas, tempat usaha bahkan keuntungan usaha adalah 'gimana nanti aja'.

Read more ...

Menkominfo Targetkan RPP E-Commerce ditandatangani Presiden Jokowi Bulan Depan

 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan bahwa Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang tentang transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (TPMSE) atau e-Commerce sudah siap. Ia juga menargetkan bahwa RPP tersebut bulan depan sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo agar segera bisa diterapkan.

Read more ...

PERIKLANAN

Trend Iklan Dengan Teknnologi Augmented Reality dan Virtual Reality

 

Teknologi AR dan VR kini menjadi medan perang baru bagi bisnis perusahaan-perusahaan besar. Facebook, Google dan Microsoft sudah bertarung memperebutkan iklan pada area ini. Menurut kabar Reuters, Facebook sedang melakukan ujicoba iklan Augmented Reality (AR) di News Feed bersama sejumlah brand terpilih.

Read more ...

Brand Ambassador vs Influencer Marketing

 

Influencer marketing adalah cara pemasaran melalui para influencer di media sosial seperti Instagram, YouTube, Blog, Twitter dan lain sebagainya. Para influencer tersebut adalah mereka yang memiliki sangat banyak follower atau basis fans di berbagai pilihan media sosial tersebut sehingga tidak harus dari kalangan selebriti yang dikenal melalui media konvensional seperti TV, radio, majalah dan lain-lain.

Read more ...

MEDIA

Kelebihan dan Kekurangan Sosial Media, Mana yang Tepat Untuk Anda?

 

Saat ini telah banyak pilihan media sosial. Ternyata masing-masing media sosial memiliki keunggulan dan kelemahan. Tidak semua media sosial cocok untuk kebutuhan kita. Mana yang tepat untuk anda?

Read more ...

Youtube Lebih Dari TV, Yakin?

 

Menurut riset Nielsen, di Tahun 2017, secara gross, pertumbuhan belanja iklan media (televisi, cetak, dan radio) tetap tumbuh, yaitu naik 8% atau senilai Rp 145 triliun. Namun, jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai angka pertumbuhan 20%, angka tadi merupakan penurunan.

Read more ...

Media Cetak Mengangkat Bendera Putih Melawan Media Online

 

Badai Online telah meruntuhkan berbagai bidang bisnis konvensional, bahkan termasuk bidang bisnis media. Yang tampak jelas telah menjadi korbannya adalah media cetak. Saat ini sejumlah nama koran, tabloid hingga majalah telah menghilang dari pasar.

Read more ...

Bisnis TV Bikin Penasaran Konglomerat

 

Stasiun TV merupakan bisnis yang diminati oleh para pengusaha raksasa, khususnya TV swasta dengan jangkauan siar nasional. Secara bisnis sebenarnya keuntungan dari industri Stasiun TV swasta ini hanya dinikmati oleh segelintir TV yang mampu berada pada peringkat-peringkat teratas dalam perolehan penonton, selebihnya bisnis ini hanya membakar uang untuk menutupi biaya operasionalnya yang tinggi. Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Chaerul Tanjung dihadapan para karyawannya usai mengakuisisi TV7. Tak heran jika kepemilikan TV walaupun dipegang oleh para pengusaha raksasa tetapi ternyata tidak banyak yang mampu bertahan untuk terus memilikinya.

Read more ...

KREATIF

Sabyan Gambus, Fenomena TV Darling VS Trending Topic Darling

 

Internet memang telah menyuburkan pembajakan musik yang menyebabkan kelesuan industri musik. Tetapi sekaligus menjadi kemudahan bagi para pemain baru untuk masuk ke pentas terdepan di industri musik.

Read more ...

FINTECH

Akhirnya Paytren Mendapat Izin OJK

 

Paytren startup fintech yang didirikan Ustadz Yusuf Masur akhirnya mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Paytren adalah perusahaan penyedia finasial berbasis syariah dan teknologi. Melalui aplikasi Paytren, pengguna aplikasi dapat melakukan berbagai transaksi berbasis internet seperti membayar tagihan, bayar listrik dan beli pulsa dengan mudah.

Read more ...

Mengenal Fintech dan Jenisnya di Indonesia

 

Fintech adalah sebuah singkatan kata financial dan technology’, yang dapat diartikan sebagai sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan yang menggunakan teknologi.

Read more ...

Bagaimana Nasib Fintech Tak Berizin?

 

Jika bicara teknologi untuk sektor keuangan, sebenarnya lembaga keuangan konvensional juga menggunakan teknologi yang bahkan lebih mumpuni. Jadi, saat bicara tentang Fintech, sebenarnya kita bukan sedang membahas tentang kecanggihan sebuah teknologi. Keunggulan dari Fintech adalah kemudahan masyarakat untuk memperoleh akses jasa keuangan dimana tidak banyak dipagari oleh hal-hal birokratis yang menjadi ciri khas lembaga keuangan konvensional.

Read more ...

Ethis Crowd Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Ethis Crowd merupakan platform crowdfunding properti berbasis syariah pertama di dunia yang menyediakan perumahan dengan harga terjangkau bagi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Saat ini Ethis Crowd beroperasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Read more ...

INOVASI PRODUK & JASA

GojekTak Sekedar Ojek

 

Saat terjadi demo dan perselisihan antara pemain transportasi konvensional dengan Gojek, secara teori ini menjadi salah alamat, walaupun secara praktek tergerusnya pendapatan pemain transportasi konvensional sangat nyata dirasakan oleh mereka.

Read more ...

Setelah Transportasi, Kini Bisnis Penginapan Jadi Rebutan

 

Dalam dunia ecommerce, setiap startup membuat inovasi baru pasti akan selalu berbenturan dengan pemain bisnis yang telah mapan. Ini terjadi memang pasti akan selalu terjadi karena inovasi dari para startup adalah memang merupakan jawaban dari kelemahan atau tuntutan-tuntutan baru yang tidak dapat dipenuhi oleh pemain-pemain yang telah lama menikmati safety zone (zona nyaman). Apalagi jika inovasi dari para startup tersebut memiliki pola bisnis 'Sharing Economy', yang mampu memangkas masalah permodalan dan mendahului regulasi yang belum ada.

Read more ...

Mengintip 6 Update Keren Google I/O 2018

 

Konferensi developer tahunan Google tahun ini akan menyediakan sesi mendalam untuk membangun situs web, mobile dan aplikasi untuk teknologi web terbuka seperti Android, Google Chrome, Google API, App Engine dan lain sebagainya.

Read more ...

Smartphone China Siap Menggusur Samsung dan Apple

 

Brand image produk dari China yang murah yang sering menjadi kendala untuk diterima pasar, karena kekuatiran kualitas produknya juga murahan, perlahan sudah mulai bergeser.

Read more ...

Trend Rumah Canggih Dengan Perintah Suara ala Google Home

 

Memiliki rumah canggih yang memiliki asisten digital seperti milik Tony Stark di film Iron Man kini bukan lagi sekedar khayalan. Google mengeluarkan produk yang membuat berbagai perangkat elektronik rumah kita dapat dikendalikan melalui perintah suara yang dikenal dengan nama Google Home.

Read more ...

LOGISTIK

Siapkah Logistik Indonesia Menghadapi Cainiao, Alibaba?

 

Saking pentingnya logistik, membuat para startup e-commerce mulai banyak yang membangun kebutuhan logistiknya sendiri. Selain ingin juga mencicipi keuntungan dari sektor logistik, para startup e-commerce ingin mengatasi sendiri permasalahan logistik dari pihak ketiga yang sering menghambat kemajuan sektor e-commerce, yaitu masalah biaya dan masalah kecepatan waktu.

Read more ...

UMKM