Fintech mengalami perkembangan pesat di Indonesia. Fintech atau Financial Technology adalah sebuah teknologi yang mewadahi masyarakat untuk mengakses jasa keuangan selain lembaga keuangan konvensional.

Jika bicara teknologi untuk sektor keuangan, sebenarnya lembaga keuangan konvensional juga menggunakan teknologi yang bahkan lebih mumpuni. Jadi, saat bicara tentang Fintech, sebenarnya kita bukan sedang membahas tentang kecanggihan sebuah teknologi. Keunggulan dari Fintech adalah kemudahan masyarakat untuk memperoleh akses jasa keuangan dimana tidak banyak dipagari oleh hal-hal birokratis yang menjadi ciri khas lembaga keuangan konvensional.

Sebuah disrupsi biasanya memang selalu menimbulkan konflik karena menghajar tatanan mapan yang sudah membuat pemain-pemain lama merasa nyaman.

Jika sebelumnya jasa keuangan hanya dimainkan oleh pemain-pemain besar atas izin OJK, kini bahkan dengan hanya bermodal teknologi website yang sederhana, para startup fintech mampu menggalang dana masyarakat, memutarnya hingga berbagi keuntungan tanpa mengantongi izin OJK.

Hal ini lah yang membuat startup fintech kian menjamur, karena memang fenomena disrupsi memang membuat banyak masalah seperti waktu, biaya dan birokrasi jadi terpangkas.

Tetapi sebaliknya bagi pemain lama yang sudah berpayah-payah mengikuti aturan regulasi pemerintah, membangun infrastruktur dan sebagainya, disrupsi telah membuat peta persaingan bisnis kini menjadi tidak adil bagi mereka.

Sementara dari sisi para startup, jika mengikuti pola tatanan lama, maka mereka tidak akan mendapat tempat atau tidak punya keunggulan daya saing, terutama bagi startup kecil yang hanya punya inovasi tetapi minim permodalan dan minim persyaratan untuk memperoleh izin.

Padahal kehadiran para startup fintech sebenarnya merupakan solusi untuk mendongkrak penetrasi keuangan di Indonesia dan fintech di mata para pengamat akan booming atau menjadi trending ecommerce selanjutnya. Bahkan diprediksi startup unicorn dari Indonesia selanjutnya adalah dari fintech.

Ditengah penantian regulasi pemerintah yang adil untuk semua pihak, baik bagi para startup maupun penyelenggara jasa keuangan konvensional. OJK ternyata mengeluarkan kebijakan yang meminta perusahaan fintech yang bergerak di sektor peer to peer lending atau pinjaman individu, tak berizin untuk segera menghentikan kegiatan. Per 27 Juli 2018, OJK menemukan 227 peer to peer lending fintech ilegal.

"Peer to peer lending fintech yang tidak terdaftar mesti menghentikan kegiatan," Kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, di Kantor OJK, Jakarta, Jumat (27/7/2018).

Selain menghentikan kegiatan usaha, OJK juga meminta agar fintech ilegal tersebut untuk segera menghapus aplikasinya serta menutup websitenya. Untuk membantu masalah ini OJK turut bekerja sama dengan Google Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Tentunya memang perlu izin dalam menghimpun dana masyarakat untuk melindungi masyarakat itu sendiri dari penipuan. Hanya saja akan lebih bijaksana jika pemerintah juga sekaligus merangkul para startup fintech dari tanah air sendiri yang memiliki inovasi cemerlang tetapi kesulitan untuk mendapatkan izin dan permodalan.

Berikut ini adalah fintech yang telah mendapat izin dari OJK :

Akseleran
Aktivaku
Amartha
Ammana
Avantee
Awan Tunai
Cashcepat
Cash Wagon
Cicil
Crowde
Crowdoo
Danabijak
Danain
Danakini
Danalau
Danamas
Danarupiah
Danasyariah
Dana Cepat
Dana Mapan
Dana Merdeka
Dompet Kilat
Do-it
DynamicCredit
Esta Kapital
Lalu ada Finmas
Fintag
Gradana
Igrow
Indodana
Indofund.id
Investree
Involia
iternak.id
Karapoto
Kawancicil
KIMO
KlikACC
Koinworks
Kreditcepat
KreditPro
Kredivo
Kredit Pintar
Kredito
Mekar.id
Modalku
Modalrakyat
Qreditt
PinjamanGo
Pinjam Gampang
Pinjam WinWin
Relasi
RupiahCepat
Rupiah Plus
Sanders One Stop Solution
SGPIndonesia
TaniFund
Telefin
Teralite
Tokomodal
TunaiKita
Tunaiku
Uang Teman

 

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia
 


ECOMMERCE

Inilah Trending Bisnis Online 2018

 

Jika peta persaingan dunia e-commerce global dikerucutkan, maka yang berada pada posisi paling atas akan dihuni oleh Alibaba dan Amazon. Walaupun keduanya bersaing di perang e-commerce global, sebenarnya keduanya memiliki area medan tempur (pasar) yang berbeda, walaupun ada beberapa tempat, dimana mereka harus bertempur berhadap-hadapan.

Read more ...

Top 10 Youtube Channel

 

Official Sabyan gambus, setelah sebelumnya dengan sangat mengejutkan selalu menduduki trending topic youtube, kini menghilang dari urutan paling atas channel Youtube versi sosialblade. Kemungkinan penyebabnya adalah terlalu banyak reuploader yang mengunggah video Sabyan Gambus, sehingga audience mereka terpecah ke channel-channel reuploader.

Read more ...

Trend Belanja Online Tahun Depan - Kembali Ke Offline

 

Saat para retailer konvensional beramai-ramai migrasi ke ranah Online di Indonesia. Di belahan dunia lain, para pelaku e-commerce malah mengisi kelesuan dunia retail konvensional dengan hadir menggunakan formula baru, "Smart Store" atau Toko Pintar.

Read more ...

Nulisbuku.com Mempertemukan Impian Calon Penulis dan Penggemar Buku

 

startup 'nulisbuku.com' membaca peluang dari belum terakomodirnya kebutuhan penulis yang kesulitan menemukan penerbit atau selalu tidak diloloskan penerbit dengan pembaca yang lebih mementingkan ide dan isi tulisan tadi.

Read more ...

Top 10 Instagram Account

 

laudyacynthiabella pada bulan Juni 2018 masih merupakan account instagram ranking pertama versi socialblade. Diposisi selanjutnya adalah princessyahrini dan Lunamaya.

Read more ...

PERIKLANAN

Trend Iklan Dengan Teknnologi Augmented Reality dan Virtual Reality

 

Teknologi AR dan VR kini menjadi medan perang baru bagi bisnis perusahaan-perusahaan besar. Facebook, Google dan Microsoft sudah bertarung memperebutkan iklan pada area ini. Menurut kabar Reuters, Facebook sedang melakukan ujicoba iklan Augmented Reality (AR) di News Feed bersama sejumlah brand terpilih.

Read more ...

MEDIA

Media Cetak Mengangkat Bendera Putih Melawan Media Online

 

Badai Online telah meruntuhkan berbagai bidang bisnis konvensional, bahkan termasuk bidang bisnis media. Yang tampak jelas telah menjadi korbannya adalah media cetak. Saat ini sejumlah nama koran, tabloid hingga majalah telah menghilang dari pasar.

Read more ...

Bisnis TV Bikin Penasaran Konglomerat

 

Stasiun TV merupakan bisnis yang diminati oleh para pengusaha raksasa, khususnya TV swasta dengan jangkauan siar nasional. Secara bisnis sebenarnya keuntungan dari industri Stasiun TV swasta ini hanya dinikmati oleh segelintir TV yang mampu berada pada peringkat-peringkat teratas dalam perolehan penonton, selebihnya bisnis ini hanya membakar uang untuk menutupi biaya operasionalnya yang tinggi. Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Chaerul Tanjung dihadapan para karyawannya usai mengakuisisi TV7. Tak heran jika kepemilikan TV walaupun dipegang oleh para pengusaha raksasa tetapi ternyata tidak banyak yang mampu bertahan untuk terus memilikinya.

Read more ...

Youtube Lebih Dari TV, Yakin?

 

Menurut riset Nielsen, di Tahun 2017, secara gross, pertumbuhan belanja iklan media (televisi, cetak, dan radio) tetap tumbuh, yaitu naik 8% atau senilai Rp 145 triliun. Namun, jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai angka pertumbuhan 20%, angka tadi merupakan penurunan.

Read more ...

Kelebihan dan Kekurangan Sosial Media, Mana yang Tepat Untuk Anda?

 

Saat ini telah banyak pilihan media sosial. Ternyata masing-masing media sosial memiliki keunggulan dan kelemahan. Tidak semua media sosial cocok untuk kebutuhan kita. Mana yang tepat untuk anda?

Read more ...

KREATIF

Sabyan Gambus, Fenomena TV Darling VS Trending Topic Darling

 

Internet memang telah menyuburkan pembajakan musik yang menyebabkan kelesuan industri musik. Tetapi sekaligus menjadi kemudahan bagi para pemain baru untuk masuk ke pentas terdepan di industri musik.

Read more ...

FINTECH

Akhirnya Paytren Mendapat Izin OJK

 

Paytren startup fintech yang didirikan Ustadz Yusuf Masur akhirnya mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Paytren adalah perusahaan penyedia finasial berbasis syariah dan teknologi. Melalui aplikasi Paytren, pengguna aplikasi dapat melakukan berbagai transaksi berbasis internet seperti membayar tagihan, bayar listrik dan beli pulsa dengan mudah.

Read more ...

Mengenal Fintech dan Jenisnya di Indonesia

 

Fintech adalah sebuah singkatan kata financial dan technology’, yang dapat diartikan sebagai sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan yang menggunakan teknologi.

Read more ...

Bagaimana Nasib Fintech Tak Berizin?

 

Jika bicara teknologi untuk sektor keuangan, sebenarnya lembaga keuangan konvensional juga menggunakan teknologi yang bahkan lebih mumpuni. Jadi, saat bicara tentang Fintech, sebenarnya kita bukan sedang membahas tentang kecanggihan sebuah teknologi. Keunggulan dari Fintech adalah kemudahan masyarakat untuk memperoleh akses jasa keuangan dimana tidak banyak dipagari oleh hal-hal birokratis yang menjadi ciri khas lembaga keuangan konvensional.

Read more ...

Ethis Crowd Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Ethis Crowd merupakan platform crowdfunding properti berbasis syariah pertama di dunia yang menyediakan perumahan dengan harga terjangkau bagi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Saat ini Ethis Crowd beroperasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Read more ...

INOVASI PRODUK & JASA

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya.

Read more ...

Gogoprint, Startup percetakan online dari Thailand telah beroperasi di Indonesia

 

Gogoprint pertamakali beroperasi di negara kelahirannya, Thailand, pada tahun 2015. Memiliki misi untuk menghadirkan perusahaan e-commerce jasa percetakan yang modern dan efisien dengan harga yang meruhan dan proses pemesanan yang mudah.

Read more ...

Setelah Transportasi, Kini Bisnis Penginapan Jadi Rebutan

 

Dalam dunia ecommerce, setiap startup membuat inovasi baru pasti akan selalu berbenturan dengan pemain bisnis yang telah mapan. Ini terjadi memang pasti akan selalu terjadi karena inovasi dari para startup adalah memang merupakan jawaban dari kelemahan atau tuntutan-tuntutan baru yang tidak dapat dipenuhi oleh pemain-pemain yang telah lama menikmati safety zone (zona nyaman). Apalagi jika inovasi dari para startup tersebut memiliki pola bisnis 'Sharing Economy', yang mampu memangkas masalah permodalan dan mendahului regulasi yang belum ada.

Read more ...

Google Shopping Untuk Pembanding Harga Produk

 

Walaupun belum terlalu populer di Indonesia, Google sebenarnya mempunyai mesin penulusuran khusus mencari produk yang dijual oleh situs-situs. Posisinya yang agak tersembunyi membuat banyak peselancar internet yang tidak menyadari keberadaannya.

Read more ...

Mengembalikan Gelar Negara Agraris Melalui E-Commerce

 

Masih tepatkah penyebutan negara agraris pada Indonesia saat kita justru lebih sering mengimport kebutuhan agraris untuk masyarakat dari negara agraris ini? Tingginya harga produk agraris domestik bahkan membuat kita tidak mampu bersaing dengan produk agraris pasar global seperti Thailand, Vietnam, Cina, India, Australia, dan sebagainya.

Read more ...

LOGISTIK

Siapkah Logistik Indonesia Menghadapi Cainiao, Alibaba?

 

Saking pentingnya logistik, membuat para startup e-commerce mulai banyak yang membangun kebutuhan logistiknya sendiri. Selain ingin juga mencicipi keuntungan dari sektor logistik, para startup e-commerce ingin mengatasi sendiri permasalahan logistik dari pihak ketiga yang sering menghambat kemajuan sektor e-commerce, yaitu masalah biaya dan masalah kecepatan waktu.

Read more ...

UMKM