Di tengah Maraknya Fintech, telah hadir Fintech Crowd Funding yang meramaikan dunia Ecommrerce. Tidak cuma turut meramaikan, Ethis Crowd hadir dengan diferensiasi yang pas dengan karakter penduduk Indonesia, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, yaitu berbasis Syariah.

Ethis Crowd hadir menawarkan platform crowdfunding properti berbasis syariah pertama di dunia yang menyediakan perumahan dengan harga terjangkau bagi masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah. Saat ini Ethis Crowd beroperasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Crowdfunding merupakan platform pembiayaan masal berbasis patungan atau tempat bertemunya pemilik proyek dengan publik yang memberikan dana, yang difasilitasi oleh penyedia platform.

Tentunya kehadiran Ethis Crowd dapat memudahkan masyarakat untuk berinvestasi di bidang pengembangan properti di Indonesia yang menitik beratkan pada proyek yang berdampak sosial.

 

Yang membedakan fintech syariah Ethis Crowd dibandingkan dengan fintech biasa adalah, sistem investasi dengan bagi hasil yang adil dan transparan.

Untuk berinvestasi, investor memilih sendiri proyek yang ingin didanai. Sementara bagi para pengembang, juga bisa mengajukan diri untuk mendapatkan pendanaan melalui platform ini.

Saat ini Ethis Crowd sudah mendanai lebih dari 20 proyek perumahan & infrastruktur dengan penggalangan dana lebih dari 700 investor retail dari 65 negara. Pada tahun 2016 lalu, Ethis Crowd meraih 2 penghargaan, yaitu 'The Best Islamic Crowdfunding Platform' dari Global Islamic Finance Award dan 'Islamic Economy Award' di Dubai. Ethis Crowd juga merupakan Chairman dari Islamic Fintech Alliance & Asosiasi Fintek Syariah Indonesia.

Co-founder Ethis Crowd dan CEO Ethis Indonesia, Ronald Yusuf Wijaya mengatakan, "kami telah berhasil menyediakan lebih dari 5.000 unit rumah murah di Indonesia dan Malaysia. Kami percaya bahwa konsep kami akan menguntungkan pemerintah, pengembang, investor dan, yang lebih penting, pembeli rumah. Ethis Crowd menunjukkan bahwa perumahan harga terjangkau tetap bisa layak secara komersial."

 

Ronald Yusuf Wijaya, Co-founder Ethis Crowd dan CEO Ethis Indonesia

 

Ethis Crowd juga mendapatkan pendanaan dalam bentuk hibah dari Expo Live. Expo Live adalah program inovasi dan kemitraan Expo 2020 Dubai dan memiliki alokasi USD 100 juta untuk mendukung proyek yang menawarkan solusi kreatif terhadap tantangan mendesak yang memengaruhi kehidupan orang-orang serta membantu melestarikan bumi.

Ronald juga mengatakan, “Hibah dari Expo Live akan memungkinkan kami memperluas anggaran pemasaran, sehingga menarik lebih banyak investor. Menjadi bagian dari Expo Live Global Innovator telah meningkatkan motivasi kami untuk bekerja lebih keras.”

Menurut Yousuf Caires, Wakil Presiden Expo Live, "Ethis Crowd menunjukkan bahwa siapa pun dapat menciptakan dampak yang signifikan, bahkan dengan kontribusi yang kecil. Platform ini menunjukkan kekuatan kolaborasi, menghidupkan tema Expo 2020 tentang ‘Connecting Minds, Creating the Future.” 

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia
 


ECOMMERCE

Langkah Bisnis JD di Indonesia

 

JD sebagai saingan Alibaba Group dalam menguasai pasar e-commerce global, yang sama-sama berasal dari negeri tirai bambu, China, tentunya tidak tinggal diam membiarkan rivalnya menari-nari di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Karena Indonesia pastinya adalah pasar yang sangat bagus dan menjanjikan. 

Read more ...

Gurita E-Commerce, Monopoli atau Inovasi?

 

Trend e-commerce saat ini, Sebuah startup akan menjalankan ketiga hal, yaitu Platform marketplace, Financial Services dan Logistik. Walaupun awalnya mereka memulai dari salah satunya.

Read more ...

Dari E-commerce Menuju Digital Commerce

 

Menurut studi terbaru ACCENTURE, diprediksi bahwa akan ada pergeseran dari E-commerce menuju Digital Commerce. Yaitu kombinasi dari saluran-omni, pemanfaatan media sosial dan teknologi baru lainnya yang saling terintegrasi

Read more ...

Pertarungan Alibaba VS Amazon Menjadi Raja E-commerce Dunia, Siapa Pemenangnya?

 

Jika peta persaingan dunia e-commerce global dikerucutkan, maka yang berada pada posisi paling atas akan dihuni oleh Alibaba dan Amazon. Walaupun keduanya bersaing di perang e-commerce global, sebenarnya keduanya memiliki area medan tempur (pasar) yang berbeda, walaupun ada beberapa tempat, dimana mereka harus bertempur berhadap-hadapan.

Read more ...

Trend Belanja Online Tahun Depan - Kembali Ke Offline

 

Saat para retailer konvensional beramai-ramai migrasi ke ranah Online di Indonesia. Di belahan dunia lain, para pelaku e-commerce malah mengisi kelesuan dunia retail konvensional dengan hadir menggunakan formula baru, "Smart Store" atau Toko Pintar.

Read more ...

PERIKLANAN

Brand Ambassador vs Influencer Marketing

 

Influencer marketing adalah cara pemasaran melalui para influencer di media sosial seperti Instagram, YouTube, Blog, Twitter dan lain sebagainya. Para influencer tersebut adalah mereka yang memiliki sangat banyak follower atau basis fans di berbagai pilihan media sosial tersebut sehingga tidak harus dari kalangan selebriti yang dikenal melalui media konvensional seperti TV, radio, majalah dan lain-lain.

Read more ...

Trend Iklan Dengan Teknnologi Augmented Reality dan Virtual Reality

 

Teknologi AR dan VR kini menjadi medan perang baru bagi bisnis perusahaan-perusahaan besar. Facebook, Google dan Microsoft sudah bertarung memperebutkan iklan pada area ini. Menurut kabar Reuters, Facebook sedang melakukan ujicoba iklan Augmented Reality (AR) di News Feed bersama sejumlah brand terpilih.

Read more ...

MEDIA

Media Cetak Mengangkat Bendera Putih Melawan Media Online

 

Badai Online telah meruntuhkan berbagai bidang bisnis konvensional, bahkan termasuk bidang bisnis media. Yang tampak jelas telah menjadi korbannya adalah media cetak. Saat ini sejumlah nama koran, tabloid hingga majalah telah menghilang dari pasar.

Read more ...

Youtube Lebih Dari TV, Yakin?

 

Menurut riset Nielsen, di Tahun 2017, secara gross, pertumbuhan belanja iklan media (televisi, cetak, dan radio) tetap tumbuh, yaitu naik 8% atau senilai Rp 145 triliun. Namun, jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai angka pertumbuhan 20%, angka tadi merupakan penurunan.

Read more ...

Bisnis TV Bikin Penasaran Konglomerat

 

Stasiun TV merupakan bisnis yang diminati oleh para pengusaha raksasa, khususnya TV swasta dengan jangkauan siar nasional. Secara bisnis sebenarnya keuntungan dari industri Stasiun TV swasta ini hanya dinikmati oleh segelintir TV yang mampu berada pada peringkat-peringkat teratas dalam perolehan penonton, selebihnya bisnis ini hanya membakar uang untuk menutupi biaya operasionalnya yang tinggi. Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Chaerul Tanjung dihadapan para karyawannya usai mengakuisisi TV7. Tak heran jika kepemilikan TV walaupun dipegang oleh para pengusaha raksasa tetapi ternyata tidak banyak yang mampu bertahan untuk terus memilikinya.

Read more ...

Kelebihan dan Kekurangan Sosial Media, Mana yang Tepat Untuk Anda?

 

Saat ini telah banyak pilihan media sosial. Ternyata masing-masing media sosial memiliki keunggulan dan kelemahan. Tidak semua media sosial cocok untuk kebutuhan kita. Mana yang tepat untuk anda?

Read more ...

Menyusul Koran, TV Segera Tumbang Dihajar Media Online, Benarkah?

 

Benarkah popularitas internet saat ini membuat TV mulai memasuki usia senja? Media TV sedang menjalani proses seleksi alam untuk memilih stasiun TV yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Bukan Media TV nya yang punah tetapi Stasiun TV yang lambat paham yang punah.

Read more ...

KREATIF

Sabyan Gambus, Fenomena TV Darling VS Trending Topic Darling

 

Internet memang telah menyuburkan pembajakan musik yang menyebabkan kelesuan industri musik. Tetapi sekaligus menjadi kemudahan bagi para pemain baru untuk masuk ke pentas terdepan di industri musik.

Read more ...

FINTECH

Bagaimana Nasib Fintech Tak Berizin?

 

Jika bicara teknologi untuk sektor keuangan, sebenarnya lembaga keuangan konvensional juga menggunakan teknologi yang bahkan lebih mumpuni. Jadi, saat bicara tentang Fintech, sebenarnya kita bukan sedang membahas tentang kecanggihan sebuah teknologi. Keunggulan dari Fintech adalah kemudahan masyarakat untuk memperoleh akses jasa keuangan dimana tidak banyak dipagari oleh hal-hal birokratis yang menjadi ciri khas lembaga keuangan konvensional.

Read more ...

Akhirnya Paytren Mendapat Izin OJK

 

Paytren startup fintech yang didirikan Ustadz Yusuf Masur akhirnya mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Paytren adalah perusahaan penyedia finasial berbasis syariah dan teknologi. Melalui aplikasi Paytren, pengguna aplikasi dapat melakukan berbagai transaksi berbasis internet seperti membayar tagihan, bayar listrik dan beli pulsa dengan mudah.

Read more ...

Mengenal Fintech dan Jenisnya di Indonesia

 

Fintech adalah sebuah singkatan kata financial dan technology’, yang dapat diartikan sebagai sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan yang menggunakan teknologi.

Read more ...

Ethis Crowd Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Ethis Crowd merupakan platform crowdfunding properti berbasis syariah pertama di dunia yang menyediakan perumahan dengan harga terjangkau bagi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Saat ini Ethis Crowd beroperasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Read more ...

INOVASI PRODUK & JASA

Mengintip 6 Update Keren Google I/O 2018

 

Konferensi developer tahunan Google tahun ini akan menyediakan sesi mendalam untuk membangun situs web, mobile dan aplikasi untuk teknologi web terbuka seperti Android, Google Chrome, Google API, App Engine dan lain sebagainya.

Read more ...

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya.

Read more ...

Mengembalikan Gelar Negara Agraris Melalui E-Commerce

 

Masih tepatkah penyebutan negara agraris pada Indonesia saat kita justru lebih sering mengimport kebutuhan agraris untuk masyarakat dari negara agraris ini? Tingginya harga produk agraris domestik bahkan membuat kita tidak mampu bersaing dengan produk agraris pasar global seperti Thailand, Vietnam, Cina, India, Australia, dan sebagainya.

Read more ...

Trend Rumah Canggih Dengan Perintah Suara ala Google Home

 

Memiliki rumah canggih yang memiliki asisten digital seperti milik Tony Stark di film Iron Man kini bukan lagi sekedar khayalan. Google mengeluarkan produk yang membuat berbagai perangkat elektronik rumah kita dapat dikendalikan melalui perintah suara yang dikenal dengan nama Google Home.

Read more ...

GojekTak Sekedar Ojek

 

Saat terjadi demo dan perselisihan antara pemain transportasi konvensional dengan Gojek, secara teori ini menjadi salah alamat, walaupun secara praktek tergerusnya pendapatan pemain transportasi konvensional sangat nyata dirasakan oleh mereka.

Read more ...

LOGISTIK

Siapkah Logistik Indonesia Menghadapi Cainiao, Alibaba?

 

Saking pentingnya logistik, membuat para startup e-commerce mulai banyak yang membangun kebutuhan logistiknya sendiri. Selain ingin juga mencicipi keuntungan dari sektor logistik, para startup e-commerce ingin mengatasi sendiri permasalahan logistik dari pihak ketiga yang sering menghambat kemajuan sektor e-commerce, yaitu masalah biaya dan masalah kecepatan waktu.

Read more ...

UMKM