Smart Store

Saat para retailer konvensional beramai-ramai migrasi ke ranah Online di Indonesia. Di belahan dunia lain, para pelaku e-commerce malah mengisi kelesuan dunia retail konvensional dengan hadir menggunakan formula baru, "Smart Store" atau Toko Pintar.

Formulanya ada bermacam-macam, diantaranya adalah dengan mengawinkan kelebihan cara online dan cara konvensional, dimana calon pembeli dapat melihat semua koleksi barang dapat dari mana saja, memilih hingga dapat mengetahui estimasi pembayarannya. Lalu mengunjungi toko fisik untuk bersentuhan langsung dengan barang-barang yang telah dukumpulkan melalui pesanan online sebelumnya, setelah itu barulah diputuskan mana yang akan dibeli atau dikembalikan.

Formula lainnya adalah konsumen mengunjungi toko fisik, berkeliling mencari barang, meneliti barang dan sebagainya. Tetapi kelebihannya adalah konsumen kini tidak lagi harus mendorong troli belanja yang berat, berdiri lama pada antrian panjang di kasir dan bingung membawa pulang.

Konsumen berada di toko fisik, tetapi melakukan berbagai hal ini secara online. Setelah yakin dengan barang yang akan dibeli, konsumen tinggal memesan, membayar dan minta diantarkan melalui perangkat gadget miliknya atau display digital dari  toko.

 

 

Kembali ke Masa "Coba Dulu, Baru Beli"

Formula-formula perkawinan silang online-offline ini sangat membantu untuk bermacam-macam jenis kategori barang yang sebenarnya membuat konsumen kurang puas untuk dibeli secara online.

Misalnya untuk kategori fashion, penghalang terbesar dalam pembelian adalah kesulitan untuk mencoba produk dan melakukan pengembalian barang jika barang tidak sesuai. Seringkali ternyata setelah dibeli, konsumen tidak puas dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan foto dan spesifikasi yang ditampilkan pada toko online. Seperti ukurannya tidak pas, potongan atau materialnya ternyata tidak membuat nyaman untuk dipakai hingga kemungkinan ada kecacatan kecil yang terlalu repot dan butuh waktu jika harus ditukar kembali. 

 

Begitu pula untuk kategori barang-barang elektronik atau barang-barang lainnya yang membutuhkan bekal knowledge dari pedagang sebelum konsumen dapat mengoperasikannya. Seringkali dalam berbelanja kita membutuhkan penjelasan langsung agar dapat memakainya, membutuhkan bantuan perakitan dan sebagainya.

Untuk kategori buah-buahan, sayur-sayuran, daging dan sebagainya, selama ini para konsumen pun sering meragukan keunggulan cara online, tentu saja karena foto yang ditampilkan belum tentu sama kesegarannya dengan barang yang dikirimkan. 

Dengan konsep  'Smart Store', tentunya kendala-kendala tersebut bisa menjembatani keunggulan belanja online dan offline.

Sekilas 'Smart Store' sama saja dengan  toko konvensional, tetapi sebenarnya konsep  'Smart Store' mempunyai banyak keunggulan, yaitu konsumen sebelum mendatangi toko, telah tahu apa saja koleksi barang yang dimiliki, ketersediaannya hingga harganya. Konsumen pun dapat memangkas waktu antri, setelah dipilih dan bayar saja secara online bahkan bisa minta diantar, sebagaimana layanan toko online.

 

 

 

Pelaku E-commerce Global Meyakini Smart Store Memiliki Masa Depan

Langkah migrasi online ke offline ini telah dilakukan oleh Pomelo Fashion (Thailand), Love Bonito (Singapura), Hema stores (Milik Alibaba di China) dan sebagainya.

Daniel Zhang, CEO Alibaba Group, mengatakan, "Kami percaya masa depan Ritel Baru akan menjadi integrasi yang harmonis antara online dan offline, dan Hema adalah contoh utama dari evolusi ini yang terjadi."

Di tempat lain, Julia Pan, analis UOB Kay Hian juga menyatakan hal yang serupa, "Integrasi toko kelontong, bisnis layanan makanan dan restoran dengan teknologi baru dan e-commerce telah membentuk embrio dari ritel baru, yaitu online ke offline, kemungkinan akan ada peningkatan jumlah toko ritel baru yang diluncurkan di China setelah pengenalan strategi Alibaba ini."

Bahkan Amazon juga telah berencana untuk membeli jaringan toko kelontong AS Whole Foods Market dalam kesepakatan senilai $ 13,7 miliar.

CEO Lazada Max Bittner juga telah memberi isyarat tentang kemungkinan peluncuran toko fisik nya di Indonesia. 

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia
 


ECOMMERCE

Top 10 E-Commerce Indonesia

 

Tokopedia pada bulan Juli 2018 masih merupakan website e-commerce ranking pertama versi alexa. Diposisi selanjutnya adalah Bukalapak dan Kaskus.

Read more ...

Ramadhan Membawa Berkah Lonjakan Transaksi Bagi Pelaku E-Commerce

 

Mulai sejak bulan ramadhan hingga menuju lebaran, masyarakat Indonesia akan menjadi lebih konsumtif. Pada awal bulan puasa, Trend belanja yang paling mengalami lonjakan adalah makanan dan minuman. Sementara saat mendekati lebaran, selain makanan dan minuman, belanja kebutuhan fashion lah yang ikut mengalami peningkatan.

Read more ...

Langkah Bisnis Pemerintah Malaysia Dengan Alibaba

 

Kehadiran raksasa e-commerce global asal China di kawasan Asia Tenggara tentunya dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama adalah sebagai ancaman dan bisa juga sebagai peluang. Akan dipandang sebagai ancaman karena ketidaksiapan kita untuk bersaing, apalagi yang dihadapi bukanlah main-main, bahkan kehadiran para raksasa tersebut merupakan lawan yang terlalu kuat untuk pemain e-commerce global dari Amerika Serikat dan Negara-negara di Eropa. 

Read more ...

Langkah Bisnis JD di Indonesia

 

JD sebagai saingan Alibaba Group dalam menguasai pasar e-commerce global, yang sama-sama berasal dari negeri tirai bambu, China, tentunya tidak tinggal diam membiarkan rivalnya menari-nari di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Karena Indonesia pastinya adalah pasar yang sangat bagus dan menjanjikan. 

Read more ...

Izin Startup Fintech Akan Disederhanakan Pemerintah

 

Mentri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan akan menyederhanakan perizinan di bidang telekomunikasi dan internet. Yang sebelumnya terdapat 36 peraturan akan disederhanakan menjadi 5 peraturan, jika sebelumnya harus mengantongi banyak izin seperti internet dan sebagainya, kini gelondongan saja, ujarnya.

Read more ...

PERIKLANAN

Trend Iklan Dengan Teknnologi Augmented Reality dan Virtual Reality

 

Teknologi AR dan VR kini menjadi medan perang baru bagi bisnis perusahaan-perusahaan besar. Facebook, Google dan Microsoft sudah bertarung memperebutkan iklan pada area ini. Menurut kabar Reuters, Facebook sedang melakukan ujicoba iklan Augmented Reality (AR) di News Feed bersama sejumlah brand terpilih.

Read more ...

Brand Ambassador vs Influencer Marketing

 

Influencer marketing adalah cara pemasaran melalui para influencer di media sosial seperti Instagram, YouTube, Blog, Twitter dan lain sebagainya. Para influencer tersebut adalah mereka yang memiliki sangat banyak follower atau basis fans di berbagai pilihan media sosial tersebut sehingga tidak harus dari kalangan selebriti yang dikenal melalui media konvensional seperti TV, radio, majalah dan lain-lain.

Read more ...

MEDIA

Kelebihan dan Kekurangan Sosial Media, Mana yang Tepat Untuk Anda?

 

Saat ini telah banyak pilihan media sosial. Ternyata masing-masing media sosial memiliki keunggulan dan kelemahan. Tidak semua media sosial cocok untuk kebutuhan kita. Mana yang tepat untuk anda?

Read more ...

Bisnis TV Bikin Penasaran Konglomerat

 

Stasiun TV merupakan bisnis yang diminati oleh para pengusaha raksasa, khususnya TV swasta dengan jangkauan siar nasional. Secara bisnis sebenarnya keuntungan dari industri Stasiun TV swasta ini hanya dinikmati oleh segelintir TV yang mampu berada pada peringkat-peringkat teratas dalam perolehan penonton, selebihnya bisnis ini hanya membakar uang untuk menutupi biaya operasionalnya yang tinggi. Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Chaerul Tanjung dihadapan para karyawannya usai mengakuisisi TV7. Tak heran jika kepemilikan TV walaupun dipegang oleh para pengusaha raksasa tetapi ternyata tidak banyak yang mampu bertahan untuk terus memilikinya.

Read more ...

Youtube Lebih Dari TV, Yakin?

 

Menurut riset Nielsen, di Tahun 2017, secara gross, pertumbuhan belanja iklan media (televisi, cetak, dan radio) tetap tumbuh, yaitu naik 8% atau senilai Rp 145 triliun. Namun, jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai angka pertumbuhan 20%, angka tadi merupakan penurunan.

Read more ...

Media Cetak Mengangkat Bendera Putih Melawan Media Online

 

Badai Online telah meruntuhkan berbagai bidang bisnis konvensional, bahkan termasuk bidang bisnis media. Yang tampak jelas telah menjadi korbannya adalah media cetak. Saat ini sejumlah nama koran, tabloid hingga majalah telah menghilang dari pasar.

Read more ...

KREATIF

Sabyan Gambus, Fenomena TV Darling VS Trending Topic Darling

 

Internet memang telah menyuburkan pembajakan musik yang menyebabkan kelesuan industri musik. Tetapi sekaligus menjadi kemudahan bagi para pemain baru untuk masuk ke pentas terdepan di industri musik.

Read more ...

FINTECH

Bagaimana Nasib Fintech Tak Berizin?

 

Jika bicara teknologi untuk sektor keuangan, sebenarnya lembaga keuangan konvensional juga menggunakan teknologi yang bahkan lebih mumpuni. Jadi, saat bicara tentang Fintech, sebenarnya kita bukan sedang membahas tentang kecanggihan sebuah teknologi. Keunggulan dari Fintech adalah kemudahan masyarakat untuk memperoleh akses jasa keuangan dimana tidak banyak dipagari oleh hal-hal birokratis yang menjadi ciri khas lembaga keuangan konvensional.

Read more ...

Ethis Crowd Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Ethis Crowd merupakan platform crowdfunding properti berbasis syariah pertama di dunia yang menyediakan perumahan dengan harga terjangkau bagi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Saat ini Ethis Crowd beroperasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Read more ...

Akhirnya Paytren Mendapat Izin OJK

 

Paytren startup fintech yang didirikan Ustadz Yusuf Masur akhirnya mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Paytren adalah perusahaan penyedia finasial berbasis syariah dan teknologi. Melalui aplikasi Paytren, pengguna aplikasi dapat melakukan berbagai transaksi berbasis internet seperti membayar tagihan, bayar listrik dan beli pulsa dengan mudah.

Read more ...

Mengenal Fintech dan Jenisnya di Indonesia

 

Fintech adalah sebuah singkatan kata financial dan technology’, yang dapat diartikan sebagai sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan yang menggunakan teknologi.

Read more ...

INOVASI PRODUK & JASA

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya.

Read more ...

Setelah Transportasi, Kini Bisnis Penginapan Jadi Rebutan

 

Dalam dunia ecommerce, setiap startup membuat inovasi baru pasti akan selalu berbenturan dengan pemain bisnis yang telah mapan. Ini terjadi memang pasti akan selalu terjadi karena inovasi dari para startup adalah memang merupakan jawaban dari kelemahan atau tuntutan-tuntutan baru yang tidak dapat dipenuhi oleh pemain-pemain yang telah lama menikmati safety zone (zona nyaman). Apalagi jika inovasi dari para startup tersebut memiliki pola bisnis 'Sharing Economy', yang mampu memangkas masalah permodalan dan mendahului regulasi yang belum ada.

Read more ...

Gogoprint, Startup percetakan online dari Thailand telah beroperasi di Indonesia

 

Gogoprint pertamakali beroperasi di negara kelahirannya, Thailand, pada tahun 2015. Memiliki misi untuk menghadirkan perusahaan e-commerce jasa percetakan yang modern dan efisien dengan harga yang meruhan dan proses pemesanan yang mudah.

Read more ...

Smartphone China Siap Menggusur Samsung dan Apple

 

Brand image produk dari China yang murah yang sering menjadi kendala untuk diterima pasar, karena kekuatiran kualitas produknya juga murahan, perlahan sudah mulai bergeser.

Read more ...

Google Shopping Untuk Pembanding Harga Produk

 

Walaupun belum terlalu populer di Indonesia, Google sebenarnya mempunyai mesin penulusuran khusus mencari produk yang dijual oleh situs-situs. Posisinya yang agak tersembunyi membuat banyak peselancar internet yang tidak menyadari keberadaannya.

Read more ...

LOGISTIK

Siapkah Logistik Indonesia Menghadapi Cainiao, Alibaba?

 

Saking pentingnya logistik, membuat para startup e-commerce mulai banyak yang membangun kebutuhan logistiknya sendiri. Selain ingin juga mencicipi keuntungan dari sektor logistik, para startup e-commerce ingin mengatasi sendiri permasalahan logistik dari pihak ketiga yang sering menghambat kemajuan sektor e-commerce, yaitu masalah biaya dan masalah kecepatan waktu.

Read more ...

UMKM