Ancaman atau Peluang?

Kehadiran raksasa e-commerce global asal China di kawasan Asia Tenggara tentunya dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama adalah sebagai ancaman dan bisa juga sebagai peluang.

Akan dipandang sebagai ancaman karena ketidaksiapan kita untuk bersaing, apalagi yang dihadapi bukanlah main-main, bahkan kehadiran para raksasa tersebut merupakan lawan yang terlalu kuat untuk pemain e-commerce global dari Amerika Serikat dan Negara-negara di Eropa. Tak heran nama seperti Alibaba dan JD sudah lekat di benak konsumen Indonesia ketimbang E-Bay atau Amazone.

Dalam era pasar persaingan bebas, kehadiran para raksasa bisnis dunia tentunya adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihalang-halangi. Maka peran pemerintah sangat diperlukan untuk menjadikan ancaman tersebut menjadi peluang.

Pemerintah Indonesia telah menunjuk Jack Ma, pendiri raksasa e-commerce Alibaba Group sebagai advisor e-commerce di Indonesia.

Ini pastinya adalah langkah yang tepat dalam upaya merubah ancaman menjadi peluang, jika nanti hasilnya memang membawa dampak positif bagi para startup e-commerce dan penggiat bisnis lain yang berkaitan dengan e-commerece di Indonesia, yaitu mampu menjadi pemain utama di pasar dalam negeri dan mampu bersaing di pasar global. Kita akan terus memantau perkembangan tersebut.

 

Malaysia Merupakan Negara Pertama Yang Memiliki Kantor Perwakilan Alibaba di Asia Tenggara

Tidak cuma di Indonesia, Jack Ma juga merupakan advisor bidang ekonomi digital pada masa pemerintahan mantan Perdana Menteri Najib Razak di Malaysia.

Saat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berkuaasa, hubungan tersebut semakin erat bahkan membuat Jack Ma mendirikan kantor pertamanya di kawasan Asia Tenggara, yaitu di Malaysia.

Kantor pertama Alibaba di Asia Tenggara ini berada di UOA Corporate Building di Bangsar Selatan, Kuala Lumpur Malaysia. Kantor baru ini diresmikan langsung pendiri Alibaba Jack Ma hari Senin (18/6/2018). 

Dalam pidatonya saat pertemuan Jack Ma dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Jack Ma mengungkapkan bahwa ia mendirikan Alibaba karena terinspirasi oleh Multimedia Super Corridor (MSC), proyek yang dibangun oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sekitar 20 tahun yang lalu, yang dibaca Jack Ma dari surat kabar.

Proyek tersebut adalah proyek yang menghubungkan kegiatan bisnis dengan internet pada tahun 1996. "Malaysia menginspirasi saya untuk menciptakan Alibaba", Menurut Jack Ma yang kemudian mewujudkannya pada tahun 1999.

Kantor tersebut akan menjadi pusat pelatihan bagi warga Malaysia, membantu para pebisnis di negeri tersebut menemukan peluang di mancanegara dan menyediakan layanan cloud computing.

Di kantor tersebut Alibaba akan mengadakan ajang promosi online bernama Malaysia Week secara rutin untuk mempromosikan produk asal Malaysia.

 

Kerjasama Mendorong Pebisnis Lokal Berkiprah Di Kancah Global

 

Jack Ma mengatakan, "China adalah pasar besar yang tak boleh dilewatkan, dengan ratusan juta warga merupakan kelas menengah, anda harus merangkul pasar besar, pebisnis kecil Malaysia harus berpikir global dan berpikir tentang China."

Sebelum pembukaan kantor baru Alibaba di Malaysia, Jack Ma melalui Alibaba Group bersama Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) menjalin kerjasama yang dikenal dengan nama e-hub, sebuah kerjasama yang bertujuan untuk mendorong ekspor produk buatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), hingga dua kali lipat. Selain itu, diharapkan bisa menciptakan 60 ribu pekerjaan dan memfasilitasi perdagangan yang ditargetkan mencapai US$ 65 ribu pada 2025.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Kita berharap akan banyak peluang yang bisa diambil pemerintah Indonesia setelah langkah penunjukkan Jack Ma sebagai advisor e-commerce di Indonesia.

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia

 

 


 

Top 10 Trending
Website

APRIL 2019

   
    IDN Rank
1 Tribunnews 2
2 Detik 4
3 Okezone 5
4 Tokopedia 6
5 Bukalapak 7
6 Sindonews 8
7 Kompas 9
8 Liputan6 11
9 Grid 13
10 Kumparan 15

 Sumber data Alexa

 

 

Top 10 Trending
Youtube Channel 

APRIL 2019

 

    Subscriber
1 Atta Halilintar 13,712,408
2 Ria Ricis 12,200,969
3 Calon Sarjana 8,688,391
4 GEN HALILINTAR 8,265,980
5 Rans Entertaiment 6,552,572
6 RadityaDika 6,524,959
7 Indosiar 6,334,429
8 The Shiny Peanut 6,104,781
9 TRANS7 OFFICIAL 5,741,184
10 YtCrash 5,659,114

 Sumber data Socialblade 

 

 

Top 10 Trending
Instagram Account

APRIL 2019

   
    Followers
1 ayutingting92 31.5M
2 raffinagita1717 29.5M
3 prillylatuconsina96 27.7M
4 princessyahrini 27.4M
5 laudyacynthiabella 25.7M
6 gisel_la 20.6M
7 raisa6690   20.5M
8 lunamaya  19.5M
9 jokowi 18.4M
10 inijedar 17.6M

Sumber data hypeauditor