Fintech adalah sebuah singkatan kata financial dan technology’, yang dapat diartikan sebagai sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan yang menggunakan teknologi.

Proses birokrasi, pemeriksaan dan sebagainya saat berhadapan dengan Bank melahirkan Fintech. Dimulai saat krisis ekonomi khususnya di Amerika Serikat pada tahun 2008, pasar mulai membutuhkan bentuk baru jasa keuangan yang lebih cepat dan efisien.

Para startup yang membaca kebutuhan ini, kemudian mulai menciptakan penemuan baru yang mampu mengatasi tuntutan pasar modern yang ingin serba cepat dan efisien serta kian akrab dengan pemakaian teknologi khususnya internet dalam kehidupan sehari-hari, yang kini populer disebut Fintech. Tentunya pihak Bank tidak tinggal diam membiarkan para starup dibidang fintech merebut pasar sektor keuangan. Sehingga bank kini juga menggeluti Fintech

Apa saja layanan Fintech yang kini banyak diminati? 


 1   Crowdfounding

Crowdfounding adalah pembiayaan masal berbasis patungan atau tempat bertemunya pemilik proyek dengan publik yang memberikan dana, yang difasilitasi oleh penyedia platform.

Contohnya proyek yang berhasil melalui crowdfounding adalah proyek game DreadOut, game horor buatan asli Indonesia, . Developer game ini mencantumkan angka $25.000 (sekitar Rp340 juta) untuk dana yang dibutuhkan, sedangkan dana yang terkumpul malah melampau angka yang diinginkan, yaitu mencapai $29.067 (sekitar Rp400 juta)

Contoh penyedia platformnya adalah :
KitaBisa, Wujudkan, AyoPeduli, Crowdtivate, gandengtangan, carincara dan sebagainya. 

 

 2   Peer to Peer Lending

Peer to Peer Lending adalah layanan pinjaman uang yang diawasi OJK untuk membantu pelaku UMKM yang belum memiliki rekening di bank.
Asosiasi FinTech Indonesia melaporkan masih ada 49 juta UKM yang belum bankable di Indonesia yang umumnya disebabkan karena pinjaman modal usaha mensyaratkan adanya agunan.

contoh startup Peer to Peer Lending adalah :

UangTeman, TemanUsaha, Koinworks, Danadidik, Kredivo, ShootYourDream dan sebagainya.  

 

 3  E-Money

E-Money adalah uang elektronik. Sejak pemerintah mendorong pembayaran uang elektronik, seperti untuk masuk tol, tiket kereta, tempat wisata milik negara dan sebagainya, tanpa disadari fungsi uang yang tadinya sebagai alat pembayaran yang sah menjadi mulai ditinggalkan, digantikan kartu digital yang lebih praktis dan aman untuk dibawa.

Contoh E-Money yang beredar saat ini adalah Flazz BCA, E-Money Mandiri, Brizzi BRI, Tap Cash BNI, Blink BTN, Mega Cash, Nobu E-Money, JakCard Bank DKI dan Skye Mobile Money terbitan Skye Sab Indonesia. 

 

 4  E-Wallet

E-Wallet sebenarnya juga termasuk kategori E-Money. Bedanya E-Money menggunakan teknologi berbasis chip yang ditanam pada kartu. Dengan bentuknya sebagai kartu, E-Money menjadi lebih populer karena secara fisik masih bisa dipegang sehingga mudah untuk digunakan sekaligus secara psikologis, pemiliknya merasa nyaman. Sementara E-wallet menggunakan teknologi berbasis server.

Penggunaan E-Wallet saat ini lebih banyak untuk belanja online, belanja di gerai ritel offline, pembelian pulsa telepon, token listrik, tagihan BPJS, tagihan TV berbayar dan sebagainya.

Kelebihan E-wallet dari E-money adalah maksimaljumlah saldo yang bisa dimasukkan. Maksimal saldo pada E-money hanya berkisar Rp 1 juta. Sedangkan e-wallet bisa mencapai sekitar Rp 10 juta.

Contoh E-Wallet yang beredar saat ini adalah T-Cash Telkomsel, XL Tunai, Rekening Ponsel CIMB Niaga, BBM Money Permata Bank, DOKU dan sebagainya. 

 

 5  Market Aggregator/comparison site/financial aggregator

Market Aggregator adalah paltform pembanding produk keuangan untuk dijadikan referensi oleh pengguna.

Mislanya saat konsumen ingin memilih produk KPR, maka starup Market Aggregator akan menyesuaikan data finansial pribadi konsumen dan memberikan pilihan produk KPR sesuai dengan data yang diberikan.

Contoh untuk pembanding jasa keuangan dalah Cekaja dan Kreditgogo
Contoh untuk pembanding produk asuransi yaitu RajaPremi dan Asuransi88 

 

 6  Risk and Investment Management

Risk and Investment Management merupakan financial planner yang berbentuk digital.

Contohnya adalah Finansialku, NgaturDuit, DompetSehat, Jurnal, Online-Pajak dan sebagainya. 

 

TRENDINGBISNIS 
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia