Benarkah popularitas internet saat ini membuat TV mulai memasuki usia senja?

Kisah punahnya media cetak yang dihantam media online tentunya tidak bisa disamakan dengan pertarungan antara media TV dengan media online.

Diantara kelemahanan media cetak seperti keharusan membayar dan kecepatan update informasi yang tidak real time memang membuatnya sangat mudah dikalahkan oleh media online.

Untuk mendapatkan informasi dari satu brand media cetak, pembaca harus membeli, sementara pada media online, saat terhubung dengan akses internet, pembaca bisa mendapatkan semua brand media online secara gratis, baik nasional maupun internasional, baik informasi artikel maupun video. Belum lagi media cetak pun tidak mungkin bisa langsung hadir saat ada kejadian penting dimana pembaca membutuhkan informasi disaat yang sama.

Media TV tentunya juga gratis dan juga memiliki kemampuan untuk menghadirkan informasi secara real time, melalui breaking news atau setidak-tidaknya running text. Lalu apa kelemahan media TV yang bisa dihajar oleh media online?

Agar lebih jelas, kita akan kenali terlebih dahulu, Media TV yang mana dan Media Online mana yang sedang bertarung?

 


Media Televisi

1. Secara sistem penyiaran TV terbagi dalam beberapa cara:

a. TV Terestrial
TV Terestrial adalah Stasiun TV yang menyiarkan tayangannya melalui antena pemancar yang disebarkan untuk dapat ditangkap oleh perangkat TV (dengan antena kecil penerima) dalam area tertentu.

contoh : TVRI, RCTI, SCTV, MNCTV, Indosiar, ANTV, Metro TV, Global TV, TVOne, Trans TV, Trans7, Jak TV, O Channel dan sebagainya. 

 

b. TV Satelit
TV Satelit adalah Stasiun TV yang menyiarkan tayangannya melalui perangkat pemancar khusus (Contoh : Indosat) yang mengirim konten siaran ke satelit, kemudian satelit akan menyebarkannya untuk dapat ditangkap oleh perangkat TV (dengan antena parabola) dalam area tertentu yang sangat luas hingga menjangkau lintas negara.

contoh : Akhyar TV, Aswaja TV, More TV, Matrix TV, Lejel Homeshopping, MK TV, Rodja TV dan sebagainya, termasuk sebagian TV yang juga ada didalam contoh TV Terestrial diatas dan TV berbayar seperti Indovision (ditangkap dengan parabola kecil khusus) 

 

c. TV Kabel
TV Kabel adalah Stasiun TV yang menyiarkan tayangannya melalui kabel untuk dapat ditangkap oleh perangkat TV (dengan box decoder khusus) yang dikeluarkan oleh penyelenggara TV tersebut.

contoh : First Media, MNC Play dan sebagainya. 

 

d. IP TV
IP TV adalah TV yang menggunakan internet sebagai jalur penyiaran. Saat ini hampir semua TV, baik TV Terestrial maupun TV Satelit yang juga memanfaatkan internet untuk sebagai alternatif pilihan penyiaran yang kini disebut sebagai TV streaming. Biasanya mereka menempatkannya didalam website resmi dan aplikasi smartphone.

Adapula IP TV yang menjadi wadah untuk mengumpulkan berbagai TV dan Channel dalam satu website sebagaimana halnya yang dilakukan oleh penyelenggara TV berlangganan.

contoh : Mivo, Usee TV dan sebagainya.

 

 

2. Secara bisnis TV terbagi dalam beberapa model :

a. Free To Air TV (FTA)
TV FTA adalah TV yang dapat diakses secara gratis oleh pemilik perangkat TV, sumber penghasilannya secara umum didapat melalui iklan. Sistem penyiarannya biasanya memakai model TV Terestrial dan TV Satelit (menggunakan parabola yang tidak dikunci).

Contoh : TVRI, RCTI, SCTV, MNCTV, Indosiar, ANTV, Metro TV, Global TV, TVOne, Trans TV, Trans7, Jak TV, O Channel dan sebagainya. 


b. TV berlangganan (Pay TV)
Pay TV adalah TV yang hanya dapat diakses oleh pelanggan dari penyelenggara TV berlangganan tersebut. Sistem penyiarannya biasanya memakai model TV kabel dan TV Satelit (menggunakan parabola yang dikunci)

Contoh : Indovision, First Media, MNC Play, Oke Vision dan sebagainya 

 

3. Secara kepemilikan dan jangkauan siar terbagi dalam beberapa model :

a. TV Nasional
TV Nasional adalah TV milik pemerintah dengan jangkauan nasional.

contoh : TVRI 

 

b. TV Daerah
TV Daerah adalah TV milik pemerintah dengan jangkauan lokal.

contoh : TVRI bandung, TVRI Medan, TVRI Padang dan sebagainya. 

 

c. TV Swasta Nasional
TV Swasta Nasional adalah TV milik swasta dengan jangkauan nasional.

contoh : RCTI, SCTV, MNCTV, Indosiar, ANTV, Metro TV, Global TV, TVOne, Trans TV dan Trans7 dan sebagainya.

 

 d. TV Swasta Berjaringan
TV Swasta Berjaringan adalah TV milik swasta dengan jangkauan lokal yang tersebar di berbagai wilayah dengan nama brand yang sama, semakin banyak wilayah yang dicapai maka TV Swasta Berjaringan ini akan menjadi seperti layaknya TV Swasta Nasional. TV Swasta Berjaringan menjadi pilihan para pengusaha yang ingin membuat TV Swasta Nasional tetapi terbentur dengan regulasi pemerintah yang membatasi atau tidak mengeluarkan izin untuk membuat TV Swasta Nasional baru.

contoh  : Kompas TV, NET, RTV. INews

 

e. TV Swasta Lokal
TV Swasta Lokal adalah TV milik swasta dengan jangkauan lokal.

contoh : Jak TV, O Channel, Banten TV, Bali TV, KTV, MQTV dan sebagainya. 

 


4. Secara penyelenggara konten dan penyiaran terbagi dalam beberapa model :

a. TV Broadcasting

TV Broacasting adalah TV yang menyiapkan konten acara (beli atau produksi) sekaligus memiliki infrastruktur perangkat penyiaran sendiri untuk menyiarkannya secara luas.

contoh : TVRI, RCTI, SCTV, MNCTV, Indosiar, ANTV, Metro TV, Global TV, TVOne, Trans TV, Trans7, Jak TV, O Channel dan sebagainya. 


b. Channel

Channel adalah TV yang menyiapkan konten acara TV saja (beli atau produksi) untuk kebutuhan channel mereka sendiri, sepanjang jam siar yang mereka tentukan (misal 24 jam), dimana untuk urusan penyiaran, TV tersebut memakai pihak lain seperti pihak TV berlangganan (Pay TV), contoh :

Channel internasional : Disney, Fox, AXN, Bloomberg, HBO dan sebagainya.
Channel Nasional : Berita Satu, Lejel Homeshopping, Akhyar TV, Aswaja TV, Rodja TV, More TV, Haari TV dan sebagainya.
Beberapa channel juga hadir dalam bentuk TV Satelit sebagai alternatif untuk mengakses channel mereka.

 

c. Content Provider

Content Provider adalah penyelenggara konten yang menyiapkan konten acara TV (beli atau produksi) untuk kebutuhan pihak lain.

contoh : Fremantle (Indonesian Idol, XFactor, Masterchef), Multivision, Starvision dan sebagainya. 

 

 

5. Secara format teknis penyiaran terbagi dalam beberapa model :

a. TV Analog
TV Analog adalah TV yang melakukan siaran melalui sinyal analog, dimana siaran tersebut hanya dapat dinikmati secara konvensional (satu arah). Sehingga kita hanya menonton secara pasif apa yang ditayangkan oleh TV tersebut.

 


b. TV Digital
TV Digital adalah TV yang melakukan siaran melalui sinyal digital. Siaran Digital memiliki banyak kelebihan sebagaimana internet. Fitur yang paling umum adalah penonton bisa menonton secara interaktif, memilih program yang sedang maupun sudah tayang (TV On demand) bahkan memundurkan, menahan hingga menyimpan siaran.

Semua stasiun TV terestrial yang selama ini melakukan siaran dengan sinyal analog, saat ini sudah bermigrasi ke siaran digital, sesuai dengan aturan regulasi pemerintah. Hanya saja yang lebih memaksimalkan keunggulan format digital adalah para penyelenggara TV Berlangganan, mengingat karakter audiens TV Terestrial yang terbesar adalah pemilik perangkat TV analog (konvensional), masyarakat dengan kelas pendapatan, umur dan demografi yang lebih nyaman dengan kebiasaan konvensional. 

 

 

Media Online

Secara umum media online terbagi dalam beberapa model :

 

1. Website Portal Informasi atau hiburan


Website Portal Informasi atau hiburan adalah media online yang berbentuk website yang menjadikan artikel (teks) dan ada juga yang menambahkan tayangan (video) sebagai format dalam memberikan informasi atau hiburan, contoh :

a. Detik.com, Tribunnews.com, Okezone.com, viva.co.id, narasi.tv, trendingbisnis.com, id.techinasia.com, sajadalife.com, eramuslim.com, Kapanlagi.com dan sebagainya

b. (milik TV) Metronews.com, inews.id, liputan6.com, beritasatu.com, kickandy.com, indonesianidol.com dan sebagainya

 


2. Channel Youtube


Channel Youtube adalah penyelenggara konten yang memanfaatkan Youtube sebagai media penayangan konten mereka, contoh :

a. Najwa Shihab, Narasi Channel, Tim2One, deddy corbuzier, Official Sabyan gambus dan sebagainya
b. (milik TV) metrotvnews, tvOneNews, Akhyar TV, Rodja TV, Official RCTI, Indonesia Lawyers Club, Indonesian Idol dan sebagainya.

 

 

KESIMPULAN


Dari uraian tentang TV diatas, dapat dilihat bahwa membenturkan Media TV dengan Media Online untuk mengetahui siapa pemenangnya adalah sesuatu yang janggal. Sebuah Stasiun TV dapat menyiarkan konten yang mereka miliki dengan bebagai macam pilihan format media (multimedia).

 

Jadi benarkah popularitas internet saat ini membuat TV mulai memasuki usia senja?


Yang telah memasuki usia senja adalah :

1. Perangkat TV (rumah) analog dipastikan akan digantikan TV Digital yang juga bisa berfungsi untuk mengakses internet.

2. Konsep periklanan TV konvensional akan digantikan konsep baru periklanan TV yang mendukung online multimedia.

3. Stasiun TV konvensional yang tidak inovatif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan online multimedia (secara kreatifitas, bisnis dan teknis) akan segera punah.

Jadi saat ini Media TV sedang menjalani proses seleksi alam untuk memilih stasiun TV yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Bukan Media TV nya yang punah tetapi Stasiun TV yang lambat paham yang punah.

Perpindahan periuk iklan dan audiens dari Media TV ke Media Online pada saat ini, bagi Stasiun TV yang nantinya mampu beradaptasi, hanya seperti perpindahan isi kantong kanan ke kantong kiri. Sementara saat Media TV nanti telah ketemu format barunya justru akan kembali memenuhi periuk iklan dan audiens yang sempat berpindah.

Sayangnya saat ini antisipasi yang sering terdengar dari berbagai stasiun TV untuk bertahan adalah lebih untuk urusan efisiensi keuangan, seperti mengencangkan ikat pinggang dalam hal pengeluaran hingga memangkas SDM.

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia
 


ECOMMERCE

Top 10 E-Commerce Indonesia

 

Tokopedia pada bulan Juli 2018 masih merupakan website e-commerce ranking pertama versi alexa. Diposisi selanjutnya adalah Bukalapak dan Kaskus.

Read more ...

Trend Belanja Online Tahun Depan - Kembali Ke Offline

 

Saat para retailer konvensional beramai-ramai migrasi ke ranah Online di Indonesia. Di belahan dunia lain, para pelaku e-commerce malah mengisi kelesuan dunia retail konvensional dengan hadir menggunakan formula baru, "Smart Store" atau Toko Pintar.

Read more ...

Nulisbuku.com Mempertemukan Impian Calon Penulis dan Penggemar Buku

 

startup 'nulisbuku.com' membaca peluang dari belum terakomodirnya kebutuhan penulis yang kesulitan menemukan penerbit atau selalu tidak diloloskan penerbit dengan pembaca yang lebih mementingkan ide dan isi tulisan tadi.

Read more ...

Ekspansi GO-JEK, Indonesia Menjadi Penguasa Pasar di Asia Tenggara

 

Saat ini Go-Jek tengah mempersiapkan diri untuk keluar kandang memasuki pasar Asia Tenggara. Rencananya Go-Jek akan hadir di Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina. Untuk itu Go-Jek terus berkoordinasi dengan pemerintah negara-negara tersebut untuk memastikan kesiapan operasionalnya.

Read more ...

Inilah Trending Bisnis Online 2018

 

Jika peta persaingan dunia e-commerce global dikerucutkan, maka yang berada pada posisi paling atas akan dihuni oleh Alibaba dan Amazon. Walaupun keduanya bersaing di perang e-commerce global, sebenarnya keduanya memiliki area medan tempur (pasar) yang berbeda, walaupun ada beberapa tempat, dimana mereka harus bertempur berhadap-hadapan.

Read more ...

PERIKLANAN

Brand Ambassador vs Influencer Marketing

 

Influencer marketing adalah cara pemasaran melalui para influencer di media sosial seperti Instagram, YouTube, Blog, Twitter dan lain sebagainya. Para influencer tersebut adalah mereka yang memiliki sangat banyak follower atau basis fans di berbagai pilihan media sosial tersebut sehingga tidak harus dari kalangan selebriti yang dikenal melalui media konvensional seperti TV, radio, majalah dan lain-lain.

Read more ...

Trend Iklan Dengan Teknnologi Augmented Reality dan Virtual Reality

 

Teknologi AR dan VR kini menjadi medan perang baru bagi bisnis perusahaan-perusahaan besar. Facebook, Google dan Microsoft sudah bertarung memperebutkan iklan pada area ini. Menurut kabar Reuters, Facebook sedang melakukan ujicoba iklan Augmented Reality (AR) di News Feed bersama sejumlah brand terpilih.

Read more ...

MEDIA

Youtube Lebih Dari TV, Yakin?

 

Menurut riset Nielsen, di Tahun 2017, secara gross, pertumbuhan belanja iklan media (televisi, cetak, dan radio) tetap tumbuh, yaitu naik 8% atau senilai Rp 145 triliun. Namun, jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai angka pertumbuhan 20%, angka tadi merupakan penurunan.

Read more ...

Kelebihan dan Kekurangan Sosial Media, Mana yang Tepat Untuk Anda?

 

Saat ini telah banyak pilihan media sosial. Ternyata masing-masing media sosial memiliki keunggulan dan kelemahan. Tidak semua media sosial cocok untuk kebutuhan kita. Mana yang tepat untuk anda?

Read more ...

Bisnis TV Bikin Penasaran Konglomerat

 

Stasiun TV merupakan bisnis yang diminati oleh para pengusaha raksasa, khususnya TV swasta dengan jangkauan siar nasional. Secara bisnis sebenarnya keuntungan dari industri Stasiun TV swasta ini hanya dinikmati oleh segelintir TV yang mampu berada pada peringkat-peringkat teratas dalam perolehan penonton, selebihnya bisnis ini hanya membakar uang untuk menutupi biaya operasionalnya yang tinggi. Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Chaerul Tanjung dihadapan para karyawannya usai mengakuisisi TV7. Tak heran jika kepemilikan TV walaupun dipegang oleh para pengusaha raksasa tetapi ternyata tidak banyak yang mampu bertahan untuk terus memilikinya.

Read more ...

Menyusul Koran, TV Segera Tumbang Dihajar Media Online, Benarkah?

 

Benarkah popularitas internet saat ini membuat TV mulai memasuki usia senja? Media TV sedang menjalani proses seleksi alam untuk memilih stasiun TV yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Bukan Media TV nya yang punah tetapi Stasiun TV yang lambat paham yang punah.

Read more ...

Sesaat Dunia Tanpa Youtube, Youtube Down Today

 

Situs penyelenggara video terbesar di dunia secara mengejutkan tidak dapat diakses pagi ini di berbagai belahan dunia. Untungnya hilangnya Youtube hanya sebentar saja. Setelah berbagai media luar dan dalam negeri memberitakan hilangnya Youtube, tak lama kemudian Youtube kembali hadir. 

Read more ...

KREATIF

Sabyan Gambus, Fenomena TV Darling VS Trending Topic Darling

 

Internet memang telah menyuburkan pembajakan musik yang menyebabkan kelesuan industri musik. Tetapi sekaligus menjadi kemudahan bagi para pemain baru untuk masuk ke pentas terdepan di industri musik.

Read more ...

FINTECH

Bagaimana Nasib Fintech Tak Berizin?

 

Jika bicara teknologi untuk sektor keuangan, sebenarnya lembaga keuangan konvensional juga menggunakan teknologi yang bahkan lebih mumpuni. Jadi, saat bicara tentang Fintech, sebenarnya kita bukan sedang membahas tentang kecanggihan sebuah teknologi. Keunggulan dari Fintech adalah kemudahan masyarakat untuk memperoleh akses jasa keuangan dimana tidak banyak dipagari oleh hal-hal birokratis yang menjadi ciri khas lembaga keuangan konvensional.

Read more ...

Akhirnya Paytren Mendapat Izin OJK

 

Paytren startup fintech yang didirikan Ustadz Yusuf Masur akhirnya mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Paytren adalah perusahaan penyedia finasial berbasis syariah dan teknologi. Melalui aplikasi Paytren, pengguna aplikasi dapat melakukan berbagai transaksi berbasis internet seperti membayar tagihan, bayar listrik dan beli pulsa dengan mudah.

Read more ...

Ethis Crowd Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Ethis Crowd merupakan platform crowdfunding properti berbasis syariah pertama di dunia yang menyediakan perumahan dengan harga terjangkau bagi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Saat ini Ethis Crowd beroperasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Read more ...

Mengenal Fintech dan Jenisnya di Indonesia

 

Fintech adalah sebuah singkatan kata financial dan technology’, yang dapat diartikan sebagai sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan yang menggunakan teknologi.

Read more ...

INOVASI PRODUK & JASA

Trend Rumah Canggih Dengan Perintah Suara ala Google Home

 

Memiliki rumah canggih yang memiliki asisten digital seperti milik Tony Stark di film Iron Man kini bukan lagi sekedar khayalan. Google mengeluarkan produk yang membuat berbagai perangkat elektronik rumah kita dapat dikendalikan melalui perintah suara yang dikenal dengan nama Google Home.

Read more ...

Setelah Transportasi, Kini Bisnis Penginapan Jadi Rebutan

 

Dalam dunia ecommerce, setiap startup membuat inovasi baru pasti akan selalu berbenturan dengan pemain bisnis yang telah mapan. Ini terjadi memang pasti akan selalu terjadi karena inovasi dari para startup adalah memang merupakan jawaban dari kelemahan atau tuntutan-tuntutan baru yang tidak dapat dipenuhi oleh pemain-pemain yang telah lama menikmati safety zone (zona nyaman). Apalagi jika inovasi dari para startup tersebut memiliki pola bisnis 'Sharing Economy', yang mampu memangkas masalah permodalan dan mendahului regulasi yang belum ada.

Read more ...

Smartphone China Siap Menggusur Samsung dan Apple

 

Brand image produk dari China yang murah yang sering menjadi kendala untuk diterima pasar, karena kekuatiran kualitas produknya juga murahan, perlahan sudah mulai bergeser.

Read more ...

Mengintip 6 Update Keren Google I/O 2018

 

Konferensi developer tahunan Google tahun ini akan menyediakan sesi mendalam untuk membangun situs web, mobile dan aplikasi untuk teknologi web terbuka seperti Android, Google Chrome, Google API, App Engine dan lain sebagainya.

Read more ...

Mengembalikan Gelar Negara Agraris Melalui E-Commerce

 

Masih tepatkah penyebutan negara agraris pada Indonesia saat kita justru lebih sering mengimport kebutuhan agraris untuk masyarakat dari negara agraris ini? Tingginya harga produk agraris domestik bahkan membuat kita tidak mampu bersaing dengan produk agraris pasar global seperti Thailand, Vietnam, Cina, India, Australia, dan sebagainya.

Read more ...

LOGISTIK

Siapkah Logistik Indonesia Menghadapi Cainiao, Alibaba?

 

Saking pentingnya logistik, membuat para startup e-commerce mulai banyak yang membangun kebutuhan logistiknya sendiri. Selain ingin juga mencicipi keuntungan dari sektor logistik, para startup e-commerce ingin mengatasi sendiri permasalahan logistik dari pihak ketiga yang sering menghambat kemajuan sektor e-commerce, yaitu masalah biaya dan masalah kecepatan waktu.

Read more ...

UMKM