Situs penyelenggara video terbesar di dunia secara mengejutkan tidak dapat diakses pagi ini di berbagai belahan dunia (16/10/2018). Untungnya hilangnya Youtube hanya sebentar saja.

Setelah berbagai media luar dan dalam negeri memberitakan hilangnya Youtube, tak lama kemudian Youtube kembali hadir. 

Media Inggris Daily Star melaporkan bahwa YouTube menampilkan pesan error ketika coba diakses. 'YouTube DOWN: Error 503 Internal Server Issues - Google Video streaming site NOT WORKING'

Berdasarkan peta live outage milik Downdetector, beberapa wilayah yang terdampak tumbangnya layanan YouTube adalah Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, juga dilaporkan di sejumlah negara di Asia, seperti Singapura, Thailand, Filipina, dan Indonesia.


Yang menarik dari kejadian ini adalah. Hilangnya Youtube seolah menjadi kiamat bagi para pengakses video. Selain menjadi perangkat yang menggantikan TV (walaupun juga untuk menonton konten dari TV), Youtube juga merupakan perangkat populer untuk memperoleh informasi sebagaimana website portal pemberitaan, karena kecenderungan generasi yang lebih suka menonton ketimbang membaca.

Jika Youtube menghilang lebih lama, maka akan terjadi beberapa hal yang menarik. Saat Youtube sempat menghilang, para penikmat video pun mulai mencari penyelenggara video alternatif selain Youtube, seperti :


1. Vimeo
2. Dailymotion
3. Veoh
4. Metacafe
5. MySpace
6. 9GAG.tv
7. Internet Archive
8. The Open Video Project, dan sebagainya

Semua penyelanggara konten video tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dari Youtube, hanya saja Youtube sulit ditandingi karena Youtube tidak cuma memikat para penikmat video tetapi juga para pembuat konten video, sehingga database kontennya sangat banyak dan beragam.

Youtube juga lebih memperhatikan masalah hak cipta, pembatasan umur untuk konten dewasa (walaupun tidak 100% aman), fitur-fitur yang membantu mempermudah pembuat konten seperti editing, subtitle, soundtrack dan sebagainya. Youtube juga mengelola monetize melalui google adsenses yang merangsang para pembuat konten jadi lebih bersemangat (walaupun di Indonesia nilai dianggap sangat kecil).

Ketidak hadiran Youtube yang hanya sesaat setidaknya membuat para penikmat video mau tak mau mencoba penyelenggara video alternatif lainnya.
Hanya saja tidak semua jenis konten-konten populer di Indonesia tersedia pada penyelenggara video alternatif tadi, sehingga para penikmat video pun mencoba mencari penyelenggara video alternatif lokal, seperti :


1. Vidio.com

Portal video online ini diluncurkan oleh PT Kreatif Media Karya baru pada Juli 2014 sebagai wadah bagi masyarakat Indonesia untuk menuangkan ide kreatifnya atau untuk menonton video-video lokal yang hangat diperbincangkan.

2. Metube.id.

Portal video online ini diluncurkan pada Januari 2016 ini merupakan hasil produksi dari MNC Group. Nantinya, Metube.id akan diarahkan untuk menjadi portal video yang menggabungkan tren digital dengan tayangan televisi. Sehingga konten yang diharapkan akan mewarnai Metube.id adalah video yang diunggah sendiri oleh para pengguna, film, program-program dari TV MNC group, dan video musik. Selain itu ada juga video-video lainnya dari in house production seperti misalnya serial eksklusif dan juga audisi online untuk ajang pencarian bakat.

Sayangnya Youtube terlalu besar untuk tidur terlalu lama. Berikut penjelasan pihak YouTube mengenai hilangnya Youtube tadi.


"Terima kasih atas laporan-laporan mengenai masalah akses YouTube, YouTube TV, dan YouTube Music," sebut akun @TeamYouTube yang juga di re-tweet oleh akun resmi @YouTube.

"Kami sedang berusaha menuntaskan masalah tersebut dan akan menginformasikan lagi ketika sudah beres. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan akan terus memberi laporan perkembangan,"

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia
 


ECOMMERCE

Bikin Startup Jadi Impian Para Milenial

 

Pesatnya perkembangan bisnis dunia online, ternyata merangsang semangat para milenial untuk menjadi entrepreneur. Beragam pilihan mulai dari membuat platform, konten kratif, perdagangan, jasa dan sebagainya yang berbasis online, membuat kini banyak startup baru yang dibidani oleh para milenial. Dengan prinsip 'Mulai aja dulu!', membuat mereka menerjang segala keterbatasan, terutama masalah modal kerja. Mereka memiliki 'Semangat bambu runcing', dimana output menjadi hal utama, masalah lain seperti legalitas, tempat usaha bahkan keuntungan usaha adalah 'gimana nanti aja'.

Read more ...

Mengenal Sharing Economy

 

Sharing Economy adalah Kegiatan ekonomi yang dilakukan para startup dengan memanfaatkan sumber-sumber menganggur, yang belum terpakai secara ekonomis atau belum terkelola secara maksimal untuk saling bekerjasama.

Read more ...

Pertarungan Alibaba VS Amazon Menjadi Raja E-commerce Dunia, Siapa Pemenangnya?

 

Jika peta persaingan dunia e-commerce global dikerucutkan, maka yang berada pada posisi paling atas akan dihuni oleh Alibaba dan Amazon. Walaupun keduanya bersaing di perang e-commerce global, sebenarnya keduanya memiliki area medan tempur (pasar) yang berbeda, walaupun ada beberapa tempat, dimana mereka harus bertempur berhadap-hadapan.

Read more ...

Langkah Bisnis Alibaba di Indonesia

 

Alibaba Group telah melakukan sejumlah langkah bisnis di Indonesia. Akankah Alibaba Group akan menjadi pemimpin pasar e-commerce di Indonesia? Kekuatan modal perusahaan raksasa tentunya akan menjadi salah satu hal yang akan menyulitkan para pelaku starup Indonesia 

Read more ...

Gurita E-Commerce, Monopoli atau Inovasi?

 

Trend e-commerce saat ini, Sebuah startup akan menjalankan ketiga hal, yaitu Platform marketplace, Financial Services dan Logistik. Walaupun awalnya mereka memulai dari salah satunya.

Read more ...

PERIKLANAN

Brand Ambassador vs Influencer Marketing

 

Influencer marketing adalah cara pemasaran melalui para influencer di media sosial seperti Instagram, YouTube, Blog, Twitter dan lain sebagainya. Para influencer tersebut adalah mereka yang memiliki sangat banyak follower atau basis fans di berbagai pilihan media sosial tersebut sehingga tidak harus dari kalangan selebriti yang dikenal melalui media konvensional seperti TV, radio, majalah dan lain-lain.

Read more ...

Trend Iklan Dengan Teknnologi Augmented Reality dan Virtual Reality

 

Teknologi AR dan VR kini menjadi medan perang baru bagi bisnis perusahaan-perusahaan besar. Facebook, Google dan Microsoft sudah bertarung memperebutkan iklan pada area ini. Menurut kabar Reuters, Facebook sedang melakukan ujicoba iklan Augmented Reality (AR) di News Feed bersama sejumlah brand terpilih.

Read more ...

MEDIA

Media Cetak Mengangkat Bendera Putih Melawan Media Online

 

Badai Online telah meruntuhkan berbagai bidang bisnis konvensional, bahkan termasuk bidang bisnis media. Yang tampak jelas telah menjadi korbannya adalah media cetak. Saat ini sejumlah nama koran, tabloid hingga majalah telah menghilang dari pasar.

Read more ...

Sesaat Dunia Tanpa Youtube, Youtube Down Today

 

Situs penyelenggara video terbesar di dunia secara mengejutkan tidak dapat diakses pagi ini di berbagai belahan dunia. Untungnya hilangnya Youtube hanya sebentar saja. Setelah berbagai media luar dan dalam negeri memberitakan hilangnya Youtube, tak lama kemudian Youtube kembali hadir. 

Read more ...

Bisnis TV Bikin Penasaran Konglomerat

 

Stasiun TV merupakan bisnis yang diminati oleh para pengusaha raksasa, khususnya TV swasta dengan jangkauan siar nasional. Secara bisnis sebenarnya keuntungan dari industri Stasiun TV swasta ini hanya dinikmati oleh segelintir TV yang mampu berada pada peringkat-peringkat teratas dalam perolehan penonton, selebihnya bisnis ini hanya membakar uang untuk menutupi biaya operasionalnya yang tinggi. Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Chaerul Tanjung dihadapan para karyawannya usai mengakuisisi TV7. Tak heran jika kepemilikan TV walaupun dipegang oleh para pengusaha raksasa tetapi ternyata tidak banyak yang mampu bertahan untuk terus memilikinya.

Read more ...

Menyusul Koran, TV Segera Tumbang Dihajar Media Online, Benarkah?

 

Benarkah popularitas internet saat ini membuat TV mulai memasuki usia senja? Media TV sedang menjalani proses seleksi alam untuk memilih stasiun TV yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Bukan Media TV nya yang punah tetapi Stasiun TV yang lambat paham yang punah.

Read more ...

Kelebihan dan Kekurangan Sosial Media, Mana yang Tepat Untuk Anda?

 

Saat ini telah banyak pilihan media sosial. Ternyata masing-masing media sosial memiliki keunggulan dan kelemahan. Tidak semua media sosial cocok untuk kebutuhan kita. Mana yang tepat untuk anda?

Read more ...

KREATIF

Sabyan Gambus, Fenomena TV Darling VS Trending Topic Darling

 

Internet memang telah menyuburkan pembajakan musik yang menyebabkan kelesuan industri musik. Tetapi sekaligus menjadi kemudahan bagi para pemain baru untuk masuk ke pentas terdepan di industri musik.

Read more ...

FINTECH

Akhirnya Paytren Mendapat Izin OJK

 

Paytren startup fintech yang didirikan Ustadz Yusuf Masur akhirnya mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Paytren adalah perusahaan penyedia finasial berbasis syariah dan teknologi. Melalui aplikasi Paytren, pengguna aplikasi dapat melakukan berbagai transaksi berbasis internet seperti membayar tagihan, bayar listrik dan beli pulsa dengan mudah.

Read more ...

Bagaimana Nasib Fintech Tak Berizin?

 

Jika bicara teknologi untuk sektor keuangan, sebenarnya lembaga keuangan konvensional juga menggunakan teknologi yang bahkan lebih mumpuni. Jadi, saat bicara tentang Fintech, sebenarnya kita bukan sedang membahas tentang kecanggihan sebuah teknologi. Keunggulan dari Fintech adalah kemudahan masyarakat untuk memperoleh akses jasa keuangan dimana tidak banyak dipagari oleh hal-hal birokratis yang menjadi ciri khas lembaga keuangan konvensional.

Read more ...

Ethis Crowd Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Ethis Crowd merupakan platform crowdfunding properti berbasis syariah pertama di dunia yang menyediakan perumahan dengan harga terjangkau bagi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Saat ini Ethis Crowd beroperasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Read more ...

Mengenal Fintech dan Jenisnya di Indonesia

 

Fintech adalah sebuah singkatan kata financial dan technology’, yang dapat diartikan sebagai sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan yang menggunakan teknologi.

Read more ...

INOVASI PRODUK & JASA

Mengintip 6 Update Keren Google I/O 2018

 

Konferensi developer tahunan Google tahun ini akan menyediakan sesi mendalam untuk membangun situs web, mobile dan aplikasi untuk teknologi web terbuka seperti Android, Google Chrome, Google API, App Engine dan lain sebagainya.

Read more ...

Trend Rumah Canggih Dengan Perintah Suara ala Google Home

 

Memiliki rumah canggih yang memiliki asisten digital seperti milik Tony Stark di film Iron Man kini bukan lagi sekedar khayalan. Google mengeluarkan produk yang membuat berbagai perangkat elektronik rumah kita dapat dikendalikan melalui perintah suara yang dikenal dengan nama Google Home.

Read more ...

Smartphone China Siap Menggusur Samsung dan Apple

 

Brand image produk dari China yang murah yang sering menjadi kendala untuk diterima pasar, karena kekuatiran kualitas produknya juga murahan, perlahan sudah mulai bergeser.

Read more ...

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya.

Read more ...

Google Shopping Untuk Pembanding Harga Produk

 

Walaupun belum terlalu populer di Indonesia, Google sebenarnya mempunyai mesin penulusuran khusus mencari produk yang dijual oleh situs-situs. Posisinya yang agak tersembunyi membuat banyak peselancar internet yang tidak menyadari keberadaannya.

Read more ...

LOGISTIK

Siapkah Logistik Indonesia Menghadapi Cainiao, Alibaba?

 

Saking pentingnya logistik, membuat para startup e-commerce mulai banyak yang membangun kebutuhan logistiknya sendiri. Selain ingin juga mencicipi keuntungan dari sektor logistik, para startup e-commerce ingin mengatasi sendiri permasalahan logistik dari pihak ketiga yang sering menghambat kemajuan sektor e-commerce, yaitu masalah biaya dan masalah kecepatan waktu.

Read more ...

UMKM