Saat ini telah banyak pilihan media sosial. Ternyata masing-masing media sosial memiliki keunggulan dan kelemahan. Tidak semua media sosial cocok untuk kebutuhan kita. Mana yang tepat untuk anda?

 

 

Facebook

Facebook lahir disaat Friendster, media sosial populer pendahulunya, tenggelam saat tidak mampu menjawab keinginan-keinginan baru para pengguna dan terlalu banyak masalah bugs yang menggangu penggunanya.

Jika friendster terbatas pada testimoni dimana hanya cukup sekali menuliskan sesuatu tentang teman kita, Facebook memiliki keunggulan fitur "wall", dimana mendorong penggunanya menjadi lebih aktif dalam menuliskan sesuatu.

Facebook hingga saat ini sebenarnya masih merupakan media sosial paling lengkap dimana dapat mengakomodir tulisan, gambar dan video hingga memiliki fitur chatting. Tidak ada batasan yang berarti, kecuali pada jumlah maksimal teman yang bisa terkoneksi dengan kita.

Facebook semakin diminati karena ternyata mampu membuat sesorang dapat terhubung dengan teman-teman lama sehingga dapat berinteraksi kembali.

Dalam perkembangannya di Indonesia ternyata Facebook lebih dari media sosial pertemanan. Facebook juga sering digunakan untuk berdagang, membuat komunitas hingga ke urusan politik.

Hanya saja karena masalah batasan jumlah maksimal teman tadi, bagi pengguna yang menggunakan Facebook diluar hal pertemanan, menjadikannya kurang 'nendang' saat ingin menjangkau koneksi yang lebih luas. Walaupun ada fitur Fanpage, tetapi fitur tersebut tidak leluasa untuk mengumpulkan teman agar wall kita bisa dilihat pada newsfeed. Inilah yang membuat untuk urusan penggalangan pasar atau dukungan, para pengguna yang punya kebutuhan diluar urusan pertemanan jadi menggunakan media sosial yang lain.

 

 


Twitter

Saat pertamakali dikenal, Twitter bagai media sosial miskin fitur yang akan sulit menghadang Facebook. Keterbatasan jumlah karakter huruf dan bentuknya yang sangat sederhana seharusnya akan membuatnya sulit menghimpun banyak pengguna.

Tetapi ternyata malah diluar perkiraan. Twitter memang bukan untuk membuat kita terkoneksi dengan teman-teman kita sebagaimana pada Facebook. Twitter merupakan media sosial penggalangan pasar atau dukungan, yaitu hal yang tidak dimiliki facebook sebagaimana penjelasan sebelumnya.

Orang-orang menggunakan Twitter memang untuk berkicau singkat atau memberikan opini terhadap suatu permasalahan. Berbeda dengan wall pada Facebook yang opini penggunanya hanya dilihat oleh orang-orang yang disetujui menjadi teman, dengan Twitter para follower adalah orang-orang yang yang setuju (kadang yang tidak setuju) dengan pemikiran-pemikiran kita yang tertuang dalam cuitan tanpa harus kita kenal.

Pada Facebook yang terkoneksi dengan kita adalah teman (Friend), sementara pada Twitter yang terkoneksi dengan kita adalah pengikut (Follower).

Itulah sebabnya di saat trend Twitter mulai menurun, apalagi setelah Instagram muncul, tetapi Twitter tetap masih punya peminat yang tinggi, penyebabnya adalah masih banyak pengguna yang aktif menggunakan media sosial ini, mereka kebanyakan adalah para tokoh masyarakat, politikus, intelektual dan sebagainya masih membutuhkan sarana media sosial untuk menggalang pengikut.

 

 


Google+

Sebagai anak kandung Google, harusnya Google+ bisa merajai dunia media sosial, apalagi Google+ bersaudara dengan Gmail, GTalk, Youtube, Google Map dan sebagainya. Namun senjata fitur "plus" yang menjadi ciri khasnya kurang menjadi mainan yang seru untuk para pengguna media sosial. Harusnya Google+ memiliki sesuatu yang mampu mencuri perhatian para pengguna media sosial.

Twitter dengan segala kesederhanaannya mampu mencuri perhatian pengguna media sosial karena memiliki sesuatu yang dilupakan Facebook, sementara kehadiran Google+ yang juga terlalu sederhana untuk kelas produk dari raksasa Google, ternyata malah tidak membawa sesuatu yang baru yang mampu menghantam Facebook. Pengguna media sosial tidak punya alasan untuk meninggalkan Facebook dan beralih ke Google+.

Walupun penggunanya tidak sedikit tetapi itu lebih disebabkan karena lahir dari rahim Google. Google+ harus punya lebih dari itu mencuri perhatian pengguna media sosial.

 

 

 

Linkedin

Linkedin merupakan penajaman segmentasi audience dari copycat Facebook. Saat pengguna media sosial Facebook sering menggunakan Facebook untuk profesional, Linkedin pun hadir menjawab tantangan tersebut.

Saat ini Linkedin telah menjadi media sosial favorit para HRD untuk mencari tenaga profesional dan para profesional untuk mencari pekerjaan atau proyek.

Sebenarnya dunia profesional tak cuma milik HRD, ada kebutuhan media sosial untuk pelaku atau owner bisnis itu sendiri baik dalam skala perusahaan maupun perorangan.

Seorang penjual butuh ter'link'dengan konsumennya, perusahaan yang melakukan kegiatan B2B butuh ter'link'dengan perusahaan lainnya, para startup butuh ter'link'dengan investor dan sebagainya.

 

 

Instagram

Saat Instagram hadir, Kalau dilihat sekilas,tampak mirip dengan Twitter. Tetapi saat kita telah menggunakannya ternyata Instagram samasekali bukan Twitter. Untuk hadir di kancah media sosial tentunya Instagram memang harus punya diferensiasi dari para pendahulunya.

Satu-satunya hal yang bisa dijadikan kemiripan adalah keduanya menggalang koneksi dengan pengikut atau bukan mencari teman biasa.

Jika Twitter adalah teks, maka Instagram adalah foto dan video. Pengguna media sosial untuk menggalang pengikut pun terpecah.

Mereka yang tipikalnya lebih serius, seperti politikus, akademisi dan sebagainya yang kurang suka muncul didepan kamera ponsel tapi senang melempar opini akan bermain di Twitter. Sementara mereka yang tipikalnya fun, seperti artis, penjual barang, travellers dan sebagainya akan bermain di Instagram.

Oleh sebab gambar dan video menjadi kekuatan instagram, maka media sosial ini sangat "jualan friendly" bagi para pemasar produk. Walaupun untuk urusan video ada batasan durasi pendek dan tidak bisa menyetop, memilih bagian video sebagaimana pada Youtube.

Hanya saja jika Instagram memang ingin lebih memanjakan para pemasar produk, akan lebih 'nendang' lagi jika Instagram mengizinkan mereka untuk menempatkan tautan atau link. Agar mereka bisa mengarahkan konsumen mereka ke tempat lain, misalnya ke toko mereka pada website e-commerce marketpale.

Sebagaimana media sosial lain yang tidak membatasi penempatan link antar media, sebelum kelemahan ini menghadirkan celah baru untuk pemain media sosial lain yang mau melakukannya.

 

TRENDINGBISNIS
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia


ECOMMERCE

Top 10 Portal Berita

 

Tribunnews pada bulan Juli 2018 masih merupakan portal berita ranking pertama versi alexa. Diposisi selanjutnya adalah Detik dan Liputan6.

Read more ...

Inilah Trending Bisnis Online 2018

 

Jika peta persaingan dunia e-commerce global dikerucutkan, maka yang berada pada posisi paling atas akan dihuni oleh Alibaba dan Amazon. Walaupun keduanya bersaing di perang e-commerce global, sebenarnya keduanya memiliki area medan tempur (pasar) yang berbeda, walaupun ada beberapa tempat, dimana mereka harus bertempur berhadap-hadapan.

Read more ...

Menkominfo Targetkan RPP E-Commerce ditandatangani Presiden Jokowi Bulan Depan

 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan bahwa Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang tentang transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (TPMSE) atau e-Commerce sudah siap. Ia juga menargetkan bahwa RPP tersebut bulan depan sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo agar segera bisa diterapkan.

Read more ...

Langkah Bisnis JD di Indonesia

 

JD sebagai saingan Alibaba Group dalam menguasai pasar e-commerce global, yang sama-sama berasal dari negeri tirai bambu, China, tentunya tidak tinggal diam membiarkan rivalnya menari-nari di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Karena Indonesia pastinya adalah pasar yang sangat bagus dan menjanjikan. 

Read more ...

Keputusan Pemerintah Menunjuk Jack Ma Menjadi Advisor E-commerce Indonesia, Tepatkah?

 

Menempatkan pihak yang punya kepentingan untuk menguasai pasar Indonesia menjadi penasehat harus dipertimbangkan secara sangat matang. Apakah mungkin pihak yang ingin menjadi pemain utama di pasar kita mau menjadi penonton dengan merelakan pasar itu kita kuasai sendiri?

Read more ...

PERIKLANAN

Brand Ambassador vs Influencer Marketing

 

Influencer marketing adalah cara pemasaran melalui para influencer di media sosial seperti Instagram, YouTube, Blog, Twitter dan lain sebagainya. Para influencer tersebut adalah mereka yang memiliki sangat banyak follower atau basis fans di berbagai pilihan media sosial tersebut sehingga tidak harus dari kalangan selebriti yang dikenal melalui media konvensional seperti TV, radio, majalah dan lain-lain.

Read more ...

Trend Iklan Dengan Teknnologi Augmented Reality dan Virtual Reality

 

Teknologi AR dan VR kini menjadi medan perang baru bagi bisnis perusahaan-perusahaan besar. Facebook, Google dan Microsoft sudah bertarung memperebutkan iklan pada area ini. Menurut kabar Reuters, Facebook sedang melakukan ujicoba iklan Augmented Reality (AR) di News Feed bersama sejumlah brand terpilih.

Read more ...

MEDIA

Menyusul Koran, TV Segera Tumbang Dihajar Media Online, Benarkah?

 

Benarkah popularitas internet saat ini membuat TV mulai memasuki usia senja? Media TV sedang menjalani proses seleksi alam untuk memilih stasiun TV yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Bukan Media TV nya yang punah tetapi Stasiun TV yang lambat paham yang punah.

Read more ...

Sesaat Dunia Tanpa Youtube, Youtube Down Today

 

Situs penyelenggara video terbesar di dunia secara mengejutkan tidak dapat diakses pagi ini di berbagai belahan dunia. Untungnya hilangnya Youtube hanya sebentar saja. Setelah berbagai media luar dan dalam negeri memberitakan hilangnya Youtube, tak lama kemudian Youtube kembali hadir. 

Read more ...

Kelebihan dan Kekurangan Sosial Media, Mana yang Tepat Untuk Anda?

 

Saat ini telah banyak pilihan media sosial. Ternyata masing-masing media sosial memiliki keunggulan dan kelemahan. Tidak semua media sosial cocok untuk kebutuhan kita. Mana yang tepat untuk anda?

Read more ...

Bisnis TV Bikin Penasaran Konglomerat

 

Stasiun TV merupakan bisnis yang diminati oleh para pengusaha raksasa, khususnya TV swasta dengan jangkauan siar nasional. Secara bisnis sebenarnya keuntungan dari industri Stasiun TV swasta ini hanya dinikmati oleh segelintir TV yang mampu berada pada peringkat-peringkat teratas dalam perolehan penonton, selebihnya bisnis ini hanya membakar uang untuk menutupi biaya operasionalnya yang tinggi. Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Chaerul Tanjung dihadapan para karyawannya usai mengakuisisi TV7. Tak heran jika kepemilikan TV walaupun dipegang oleh para pengusaha raksasa tetapi ternyata tidak banyak yang mampu bertahan untuk terus memilikinya.

Read more ...

Youtube Lebih Dari TV, Yakin?

 

Menurut riset Nielsen, di Tahun 2017, secara gross, pertumbuhan belanja iklan media (televisi, cetak, dan radio) tetap tumbuh, yaitu naik 8% atau senilai Rp 145 triliun. Namun, jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai angka pertumbuhan 20%, angka tadi merupakan penurunan.

Read more ...

KREATIF

Sabyan Gambus, Fenomena TV Darling VS Trending Topic Darling

 

Internet memang telah menyuburkan pembajakan musik yang menyebabkan kelesuan industri musik. Tetapi sekaligus menjadi kemudahan bagi para pemain baru untuk masuk ke pentas terdepan di industri musik.

Read more ...

FINTECH

Bagaimana Nasib Fintech Tak Berizin?

 

Jika bicara teknologi untuk sektor keuangan, sebenarnya lembaga keuangan konvensional juga menggunakan teknologi yang bahkan lebih mumpuni. Jadi, saat bicara tentang Fintech, sebenarnya kita bukan sedang membahas tentang kecanggihan sebuah teknologi. Keunggulan dari Fintech adalah kemudahan masyarakat untuk memperoleh akses jasa keuangan dimana tidak banyak dipagari oleh hal-hal birokratis yang menjadi ciri khas lembaga keuangan konvensional.

Read more ...

Mengenal Fintech dan Jenisnya di Indonesia

 

Fintech adalah sebuah singkatan kata financial dan technology’, yang dapat diartikan sebagai sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan yang menggunakan teknologi.

Read more ...

Akhirnya Paytren Mendapat Izin OJK

 

Paytren startup fintech yang didirikan Ustadz Yusuf Masur akhirnya mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Paytren adalah perusahaan penyedia finasial berbasis syariah dan teknologi. Melalui aplikasi Paytren, pengguna aplikasi dapat melakukan berbagai transaksi berbasis internet seperti membayar tagihan, bayar listrik dan beli pulsa dengan mudah.

Read more ...

Ethis Crowd Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Ethis Crowd merupakan platform crowdfunding properti berbasis syariah pertama di dunia yang menyediakan perumahan dengan harga terjangkau bagi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Saat ini Ethis Crowd beroperasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Read more ...

INOVASI PRODUK & JASA

Pergiumroh E-commerce Marketplace Untuk Layanan Haji dan Umroh

 

Belakangan ini di Indonesia muncul berbagai berita mengenai penipuan agen perjalanan travel yang sudah merugikan konsumen. Banyak yang tergiur janji berangkat umroh dengan biaya murah namun belum mendapat kepastian keberangkatan. 

Read more ...

Mengembalikan Gelar Negara Agraris Melalui E-Commerce

 

Masih tepatkah penyebutan negara agraris pada Indonesia saat kita justru lebih sering mengimport kebutuhan agraris untuk masyarakat dari negara agraris ini? Tingginya harga produk agraris domestik bahkan membuat kita tidak mampu bersaing dengan produk agraris pasar global seperti Thailand, Vietnam, Cina, India, Australia, dan sebagainya.

Read more ...

Trend Rumah Canggih Dengan Perintah Suara ala Google Home

 

Memiliki rumah canggih yang memiliki asisten digital seperti milik Tony Stark di film Iron Man kini bukan lagi sekedar khayalan. Google mengeluarkan produk yang membuat berbagai perangkat elektronik rumah kita dapat dikendalikan melalui perintah suara yang dikenal dengan nama Google Home.

Read more ...

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya.

Read more ...

Gogoprint, Startup percetakan online dari Thailand telah beroperasi di Indonesia

 

Gogoprint pertamakali beroperasi di negara kelahirannya, Thailand, pada tahun 2015. Memiliki misi untuk menghadirkan perusahaan e-commerce jasa percetakan yang modern dan efisien dengan harga yang meruhan dan proses pemesanan yang mudah.

Read more ...

LOGISTIK

Siapkah Logistik Indonesia Menghadapi Cainiao, Alibaba?

 

Saking pentingnya logistik, membuat para startup e-commerce mulai banyak yang membangun kebutuhan logistiknya sendiri. Selain ingin juga mencicipi keuntungan dari sektor logistik, para startup e-commerce ingin mengatasi sendiri permasalahan logistik dari pihak ketiga yang sering menghambat kemajuan sektor e-commerce, yaitu masalah biaya dan masalah kecepatan waktu.

Read more ...

UMKM