Pendapatan TV Menurun Karena Youtube

Menurut riset Nielsen, di Tahun 2017, secara gross, pertumbuhan belanja iklan media (televisi, cetak, dan radio) tetap tumbuh, yaitu naik 8% atau senilai Rp 145 triliun. Namun, jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai angka pertumbuhan 20%, angka tadi merupakan penurunan.

Jika membandingkan angka belanja iklan dari tiga media tersebut di tahun 2017, Media Televisi memang masih mendominasi pendapatan iklan, yaitu 80% dari total belanja iklan atau mencapai Rp 115,8 triliun yang tersebar di 15 stasiun televisi nasional.

Tetapi walaupun pendapatan iklan televisi masih yang tertinggi, namun pertumbuhan belanja iklan di media TV malah cenderung menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Hellen, Executive Director Head of Media Business Nielsen Indonesia, kenaikan nilai belanja iklan yang sebesar 8% itu lebih disebabkan karena kenaikan harga iklan yang diberikan oleh stasiun televisi. Rata-rata kenaikan rate card setiap tahun sebesar 9% untuk media televisi.

Berdasarkan angka tersebut, jika angka kenaikan 8% tersebut hanyalah rata-rata kenaikan ratecard, dapat diasumsikan bahwa sebenarnya pendapatan iklan televisi malah turun dan rival terdekatnya yang juga bisa diasumsikan menjadi penyebab turunnya pendapatan tersebut adalah youtube, karena keduanya sama-sama menyajikan konten video dan menyelipkan iklan video pula.


Youtube Lebih Dari Televisi 

Untuk beberapa hal Youtube memang lebih dari Televisi bagi penonton, dengan alasan :

1. Kehadiran Youtube memang mulai menggeser kebiasaan cara menonton televisi yang harus sesuai jam tayang yang dibuat stasiun TV menjadi menonton apa saja, dimana saja dan kapan saja bahkan bisa diulang atau melewati menit atau detik yang tidak ingin ditonton.

2. Menonton melalui Youtube menawarkan pengalaman berbeda seperti memberikan atau membaca komentar, menyukai atau tidak menyukai konten tersebut.

3. TV memiliki banyak keterbatasan, mulai dari masalah durasi, pakem standarisasi teknis, rambu-rambu KPI, biaya operasional hingga biaya pembuatan konten yang tinggi.

4. Sudah menjadi rahasia umum, jika pemilik modal terlibat dalam politik, maka kontennya (khususnya pemberitaan) akan lebih berpihak pada kepentingan pemilik modalnya. Walaupun hal yang sama bisa terjadi pada konten Youtube, tetapi pada Youtube, sangat banyak pilihan channel, sementara jumlah channel TV sangat terbatas dan hanya dimiliki sekian nama, sehingga jika semua pemilik berpihak pada kubu politik yang sama, maka kesempatan penonton untuk mendapat informasi yang netral dan berimbang akan sulit didapat.

Beberapa alasan tersebutlah yang membuat Youtube mulai menjadi rival berat yang harus diatasi oleh televisi. Saat ini mereka yang menonton TV adalah mereka yang lebih banyak berada di rumah dan punya banyak waktu untuk menonton acara sesuai jam tayang.

 

Jika dilihat dari sisi pengiklan Youtube juga memiliki keunggulan, yaitu :

1. Transparan dalam memantau jumlah audiensnya. Jika untuk TV, pengiklan hanya bisa memantau audiens dari stasiun TV dari data Nielsen, satu-satunya lembaga riset yang dipakai oleh stasiun TV, sementara pada Youtube, angka audiens bisa dilihat siapa pun, baik penyelenggara konten, pengiklan bahkan audiens itu sendiri secara real time.

2. Karena menggunakan internet, google adsenses, lebih mudah untuk memilah-milah audiens yang benar-benar seuai dan tepat dengan target pasar pengiklan. 

3. Belanja spot Iklan TV adalah belanja waktu penayangan, yaitu pengiklan membeli waktu yang telah disepakati (per 30 detik), sementara belanja iklan pada Youtube adalah membeli kuantiti jumlah audiens yang benar-benar menonton iklan tersebut.

4. Harga belanja iklan pada TV cenderung sangat mahal, sementara pada Youtube (melalui google adsense) , pengiklan bisa menyesuaikan ketersedian anggarannya.

Beberapa alasan tadi membuat beriklan pada Yotube mulai menjadi idola baru bagi pengiklan.  Tetapi harus diingat hingga saat ini TV masih dianggap sebagai media paling efektif dalam beriklan walaupun mahal.

 

Youtube Untuk Menonton TV

Lalu apakah Youtube memang lebih dari televisi? Awalnya memang tampak seperti itu. Hadirnya Youtube telah melahirkan banyak kreator atau penyelenggara konten video Youtube yang kabarnya telah punya penghasilan besar dari iklan (Iklan Brand Deals, bukan iklan dari google adsense yang nilainya sangat kecil).  Mereka pula lah yang sering melemparkan jargon "Youtube lebih dari televisi" tersebut.

Hanya saja rupanya masa bulan madu konten kreator tersebut mulai berlalu. Karena ternyata saat ini Stasiun TV rupanya juga sedang berbulan madu dengan Youtube. Stasiun TV pun mulai memanfaatkan Youtube dengan membuat channel mirroring Stasiun TV tersebut beserta Channel-chanel per program mereka untuk mengatasi masalah kelemahan TV dan menambah penghasilan iklannya.

Saat ini TV memang masih terlalu tangguh untuk punah, tapi penyelamatnya justru Youtube itu sendiri, hanya saja jika TV tidak segera melakukan inovasi terhadap sistem penyiarannya yang telah usang, ada kemunggkinan nantinya TV akan punah sebagaimana saudaranya media cetak, karena perubahan akan selalu terjadi.

"Youtube Lebih Dari TV?" Sepertinya saat ini lebih tepat jika disebut "Youtube Untuk Menonton TV"

TRENDINGBISNIS 
Media Informasi dan Inspirasi Bisnis Online Indonesia 


ECOMMERCE

Mengenal E-Commerce dan Jenisnya di Indonesia

 

E-commerce adalah electronic commerce, yaitu segala kegiatan komersial (perdagangan meliputi barang dan jasa) yang dilakukan melalui jaringan elektronik atau internet.

Read more ...

Trend Belanja Online Tahun Depan - Kembali Ke Offline

 

Saat para retailer konvensional beramai-ramai migrasi ke ranah Online di Indonesia. Di belahan dunia lain, para pelaku e-commerce malah mengisi kelesuan dunia retail konvensional dengan hadir menggunakan formula baru, "Smart Store" atau Toko Pintar.

Read more ...

Top 10 Instagram Account

 

laudyacynthiabella pada bulan Juni 2018 masih merupakan account instagram ranking pertama versi socialblade. Diposisi selanjutnya adalah princessyahrini dan Lunamaya.

Read more ...

Top 10 Youtube Channel

 

Official Sabyan gambus, setelah sebelumnya dengan sangat mengejutkan selalu menduduki trending topic youtube, kini menghilang dari urutan paling atas channel Youtube versi sosialblade. Kemungkinan penyebabnya adalah terlalu banyak reuploader yang mengunggah video Sabyan Gambus, sehingga audience mereka terpecah ke channel-channel reuploader.

Read more ...

Keputusan Pemerintah Menunjuk Jack Ma Menjadi Advisor E-commerce Indonesia, Tepatkah?

 

Menempatkan pihak yang punya kepentingan untuk menguasai pasar Indonesia menjadi penasehat harus dipertimbangkan secara sangat matang. Apakah mungkin pihak yang ingin menjadi pemain utama di pasar kita mau menjadi penonton dengan merelakan pasar itu kita kuasai sendiri?

Read more ...

PERIKLANAN

Trend Iklan Dengan Teknnologi Augmented Reality dan Virtual Reality

 

Teknologi AR dan VR kini menjadi medan perang baru bagi bisnis perusahaan-perusahaan besar. Facebook, Google dan Microsoft sudah bertarung memperebutkan iklan pada area ini. Menurut kabar Reuters, Facebook sedang melakukan ujicoba iklan Augmented Reality (AR) di News Feed bersama sejumlah brand terpilih.

Read more ...

Brand Ambassador vs Influencer Marketing

 

Influencer marketing adalah cara pemasaran melalui para influencer di media sosial seperti Instagram, YouTube, Blog, Twitter dan lain sebagainya. Para influencer tersebut adalah mereka yang memiliki sangat banyak follower atau basis fans di berbagai pilihan media sosial tersebut sehingga tidak harus dari kalangan selebriti yang dikenal melalui media konvensional seperti TV, radio, majalah dan lain-lain.

Read more ...

MEDIA

Youtube Lebih Dari TV, Yakin?

 

Menurut riset Nielsen, di Tahun 2017, secara gross, pertumbuhan belanja iklan media (televisi, cetak, dan radio) tetap tumbuh, yaitu naik 8% atau senilai Rp 145 triliun. Namun, jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai angka pertumbuhan 20%, angka tadi merupakan penurunan.

Read more ...

Menyusul Koran, TV Segera Tumbang Dihajar Media Online, Benarkah?

 

Benarkah popularitas internet saat ini membuat TV mulai memasuki usia senja? Media TV sedang menjalani proses seleksi alam untuk memilih stasiun TV yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Bukan Media TV nya yang punah tetapi Stasiun TV yang lambat paham yang punah.

Read more ...

Bisnis TV Bikin Penasaran Konglomerat

 

Stasiun TV merupakan bisnis yang diminati oleh para pengusaha raksasa, khususnya TV swasta dengan jangkauan siar nasional. Secara bisnis sebenarnya keuntungan dari industri Stasiun TV swasta ini hanya dinikmati oleh segelintir TV yang mampu berada pada peringkat-peringkat teratas dalam perolehan penonton, selebihnya bisnis ini hanya membakar uang untuk menutupi biaya operasionalnya yang tinggi. Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Chaerul Tanjung dihadapan para karyawannya usai mengakuisisi TV7. Tak heran jika kepemilikan TV walaupun dipegang oleh para pengusaha raksasa tetapi ternyata tidak banyak yang mampu bertahan untuk terus memilikinya.

Read more ...

Kelebihan dan Kekurangan Sosial Media, Mana yang Tepat Untuk Anda?

 

Saat ini telah banyak pilihan media sosial. Ternyata masing-masing media sosial memiliki keunggulan dan kelemahan. Tidak semua media sosial cocok untuk kebutuhan kita. Mana yang tepat untuk anda?

Read more ...

Sesaat Dunia Tanpa Youtube, Youtube Down Today

 

Situs penyelenggara video terbesar di dunia secara mengejutkan tidak dapat diakses pagi ini di berbagai belahan dunia. Untungnya hilangnya Youtube hanya sebentar saja. Setelah berbagai media luar dan dalam negeri memberitakan hilangnya Youtube, tak lama kemudian Youtube kembali hadir. 

Read more ...

KREATIF

Sabyan Gambus, Fenomena TV Darling VS Trending Topic Darling

 

Internet memang telah menyuburkan pembajakan musik yang menyebabkan kelesuan industri musik. Tetapi sekaligus menjadi kemudahan bagi para pemain baru untuk masuk ke pentas terdepan di industri musik.

Read more ...

FINTECH

Ethis Crowd Fintech Crowd Founding Berbasis Syariah Pertama di Dunia

 

Ethis Crowd merupakan platform crowdfunding properti berbasis syariah pertama di dunia yang menyediakan perumahan dengan harga terjangkau bagi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Saat ini Ethis Crowd beroperasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Read more ...

Bagaimana Nasib Fintech Tak Berizin?

 

Jika bicara teknologi untuk sektor keuangan, sebenarnya lembaga keuangan konvensional juga menggunakan teknologi yang bahkan lebih mumpuni. Jadi, saat bicara tentang Fintech, sebenarnya kita bukan sedang membahas tentang kecanggihan sebuah teknologi. Keunggulan dari Fintech adalah kemudahan masyarakat untuk memperoleh akses jasa keuangan dimana tidak banyak dipagari oleh hal-hal birokratis yang menjadi ciri khas lembaga keuangan konvensional.

Read more ...

Mengenal Fintech dan Jenisnya di Indonesia

 

Fintech adalah sebuah singkatan kata financial dan technology’, yang dapat diartikan sebagai sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan yang menggunakan teknologi.

Read more ...

Akhirnya Paytren Mendapat Izin OJK

 

Paytren startup fintech yang didirikan Ustadz Yusuf Masur akhirnya mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Paytren adalah perusahaan penyedia finasial berbasis syariah dan teknologi. Melalui aplikasi Paytren, pengguna aplikasi dapat melakukan berbagai transaksi berbasis internet seperti membayar tagihan, bayar listrik dan beli pulsa dengan mudah.

Read more ...

INOVASI PRODUK & JASA

Trend Rumah Canggih Dengan Perintah Suara ala Google Home

 

Memiliki rumah canggih yang memiliki asisten digital seperti milik Tony Stark di film Iron Man kini bukan lagi sekedar khayalan. Google mengeluarkan produk yang membuat berbagai perangkat elektronik rumah kita dapat dikendalikan melalui perintah suara yang dikenal dengan nama Google Home.

Read more ...

Mengembalikan Gelar Negara Agraris Melalui E-Commerce

 

Masih tepatkah penyebutan negara agraris pada Indonesia saat kita justru lebih sering mengimport kebutuhan agraris untuk masyarakat dari negara agraris ini? Tingginya harga produk agraris domestik bahkan membuat kita tidak mampu bersaing dengan produk agraris pasar global seperti Thailand, Vietnam, Cina, India, Australia, dan sebagainya.

Read more ...

Smartphone China Siap Menggusur Samsung dan Apple

 

Brand image produk dari China yang murah yang sering menjadi kendala untuk diterima pasar, karena kekuatiran kualitas produknya juga murahan, perlahan sudah mulai bergeser.

Read more ...

Muslim Go Aplikasi Islami Pertama Dengan Sertifikasi Kemenag RI

 

Muslim Go adalah aplikasi mobile menyediakan berbagai macam layanan yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim di Indonesia. Muslim Go hadir dengan fitur untuk penunjuk dan pengingat waktu shalat, Al-Qur’an digital, kalender islam, arah kiblat, mencari masjid terdekat serta restoran halal dan sebagainya.

Read more ...

GojekTak Sekedar Ojek

 

Saat terjadi demo dan perselisihan antara pemain transportasi konvensional dengan Gojek, secara teori ini menjadi salah alamat, walaupun secara praktek tergerusnya pendapatan pemain transportasi konvensional sangat nyata dirasakan oleh mereka.

Read more ...

LOGISTIK

Siapkah Logistik Indonesia Menghadapi Cainiao, Alibaba?

 

Saking pentingnya logistik, membuat para startup e-commerce mulai banyak yang membangun kebutuhan logistiknya sendiri. Selain ingin juga mencicipi keuntungan dari sektor logistik, para startup e-commerce ingin mengatasi sendiri permasalahan logistik dari pihak ketiga yang sering menghambat kemajuan sektor e-commerce, yaitu masalah biaya dan masalah kecepatan waktu.

Read more ...

UMKM